Perkembangan IPTEK: Melemahkan atau Memperkuat Dasar Negara?

Perkembangan IPTEK: Melemahkan atau Memperkuat Dasar Negara? 1

Abad 21 merupakan abad dari perkembangan informasi, pengetahuan, dan teknologi (IPTEK). Di jaman ini, perkembangan IPTEK begitu pesat seiring berjalannya waktu. Penyelesaian masalah dengan pengembangan ide merupakan salah satu hal  yang menjadikan perkembangan IPTEK begitu pesat. Kemunculan berbagai inovasi-inovasi terbaru dengan ide yang diperbaharui. Terlebih lagi kecepatan dalam penyampaian berita dan informasi yang ditampilkan setiap detik, setiap menit. Menjadikan sipapun tidak akan tertinggal dengan peristiwa dan infromasi yang terjadi di dalam negeri maupun di luar negeri. Penggunaan media sosial, platform digital, web, blog dan lain-lain merupakan sumber dari segala sumber berita yang ada. Dalam perkembangan IPTEK, siapapun dibebaskan untuk ikut mengembangkan atau sekadar berpartisipasi sebagai pengguna hasil perkembangan IPTEK. Tentunya hal ini dapat menjadi sesuatu yang mendukung atau melemahkan suatu hal. Memasuki era yang serba cepat ini, tentunya Indonesia tidak tertinggal. Masyarakat Indonesia mengikuti bahkan mengadopsi perkembangan IPTEK dari luar negeri. Mulai dari pengadopsian teknologi terbaru seperti gadget sampai referensi berita dan infromasi.

Perkembangan IPTEK juga memiliki suatu hal yang perlu dibatasi, seperti aturan dalam menggunakannya, tentunya sebuah aturan memiliki dasar atau pondasi. Di sebuah negara, dasar tersebut dikatakan sebagai dasar negara. Indonesia menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, hal ini sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia itu sendiri. Sebagai dasar negara, Pacasila memiliki wewenang dalam mengatur segala tatanan negara, mulai dari sistem pemerintahanan sampai rakyat. Yang berarti bahwa semua yang terjadi yang berkaitan dengan penyelenggaraan ketatanegaraan bangsa Indonesia, maka harus berlandaskan pada Pancasila. Tidak terkecuali dalam membuat serta menerapkan peraturan.

Perkembangan IPTEK di Indonesia memiliki dua sisi yang berbeda. Pertama, perkembangan ini diikuti dengan menembahkan nilai-nilai Pancasila di dalamnya, dan kedua, perkembangan ini hanya disesuaikan dengan jalannya IPTEK global tanpa melibatkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Lalu apakah hal ini menjadikan Pancasila sebagai dasar negara akan semakin kuat atau malah dilemahkan?

Pesatnya Perkembangan IPTEk : melemahkan atau memperkuat dasar negara?

Perkembangan IPTEK terhadap pancasila memiliki ikatan yang saling berkaitan. Setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di Indonesia haruslah tetap  berpegang teguh pada nilai-nilai pancasila sebagai dasar negara. Hal ini diterapkan secara internal agar IPTEK yang berkembang dapat menjadikan bangsa ini tetap menjadi dirinya sendiri. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah cepatnya perkembangan teknologi mmebawa banyak pengaruh dalam konsep Pancasila sebagai dasar negara.

Apabila perkembangan ini tidak diiringi dengan nilai-nilai pancasila maka akan berdampak buruk bagi dasar negara. Adanya media sosial di jaman ini memudahkan masyarakat untuk saling berkomunikasi, tetapi juga mempermudah kerenggangan hubungan antar masyarakat. Seperti adanya berita bohong, isu-isu yang tidak berdasar, dan adu domba melalui postingan media sosial. Dalam perkembangan iptek, tidak semua kalangan masyarakat dapat mengerti dan paham akan dampak dan akibat dalam penyampaian informasi yang tidak relevan. Tidak semua kalangan masyarakat dapat mengikuti perkembangan ini, terkadang mereka kesulitan dalam menemukan informasi yang serba digital sebelum benar-benar melakukannya, contohnya saat tulisan ini dibuat, kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja karena adanya penyebaran virus corona. Oleh karena itu, pemerintah memberikan vaksinasi kepada semua warga negara dengan syarat pendaftaran melalui platform digital (online) terlebih dahulu. Tentunya ha ini akan menyulitkan masyarakat yang tidak paham betul mengenai teknologi.

Kemudahan dalam penyampaian dan penyebaran informasi juga dapat dikatakan masalah terhadap konsep dasar negara, adanya berita hoax, isu-isu, dan komentar jahat. Pengkasesan informasi yang bebas memungkinkan seluruh kalangan untuk memberikan komentar dan menyampaikan infromasi. Beberapa masyarakat terkadang tidak peduli akan informasi yang ada dan asal diserap. Apabila hal ini terlampau sering terjadi di masyarakat, maka akan menimbulkan hal yang tidak baik. Seperti contoh berita yang akhir-akhir ini sedang booming, yaitu adanya hoax tentang vaksinasi, berubahnya warna darah setelah proses penyuntikan vaksin ke dalam tubuh. Berita ini tentunya membuat masyarakat khawatir dan tidak memiliki minat untuk melakukan vaksinasi sebagai pencegahan penyebaran virus covid-19, hal ini dapat terjadi karena cepatnya pengaksesan informasi yang tidak jelas akan sumbernya (asal dibagikan), serta kurangnya kesadaran masyarakat akan penerapan nilai-nilai pancasila sebagai pengimbang perkembangan IPTEK. Tentu saja hal tersebut dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, serta tidak terlaksananya tujuan negara dalam kondisi pandemi, yaitu penekanan angka pasien terinfeksi virus corona.

Permasalahan interkasi sosial cyber-bullying juga sering menjadi pokok permasalahan, apalagi pengguna media sosial tidak mengenal usia, siapapun bebas menggunakan. Terlebih lagi berita/komentar-komentar yang menyinggung SARA.  Apabila hal ini tidak diatasi dengan segera maka akan menyebabkan renggangnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Lunturnya nilai pancasila juga dapat dipicu dari tidak minatnya masyarakat untuk bersosialisasi secara langsung. Masyarakat cenderung nyaman bersosialisasi di dunia maya ketimbang di real life, hal ini menyebabkan hilangnya gotong royong, toleransi, dan musyawarah. Dengan hilangnya sifat-sifat tersebut maka bangsa Indonesia tidak akan dapat dikatakan sebagaimana seperti yang dikenal. Hal ini juga menyebabkan tidak terkonsepnya pancasila sebagai dasar negara.

Tidak hanya itu, masuknya budaya asing ke dalam negeri juga menjadi salah satu tantangan bangsa Indonesia mempertahankan nilai Pancasila. Dengan adanya budaya yang masuk ke Indonesia dapat mengakibatkan hilangnya jiwa nasionalisme dan patriotisme warga negara. Hilangnya budaya asli Indonesia dapat dilihat dari beberapa kasus yang ada, gelombang budaya asing yang memasuki Indonesia perlahan mengubah kebiasaan masyarakat yang ada. Seperti moral, ciri khas, dan gaya/busana. Hal ini tentunya menjadi ancaman untuk Indonesia sebagai negara yang berideologi. Apabila masyarakat tidak dapat membedakan perbedaan antara budaya yang dimiliki dengan buda asing maka akan dapat mengubah ciri khas Indoneisa atau dapat dikatakan Indonesia akan menjadi negara dengan berbagai budaya asing.

Akan tetapi, dibalik kemungkinan buruk yang terjadi akibat perkembangan IPTEK terhadap dasar negara mengandung suatu sudut pandang yang lain. Dalam pelaksanaan tujuan-tujuan negara serta penerapan nilai pancasila, perkembangan IPTEK dapat dijadikan sebagai media bantu dalam pelaksanaannya. Seperti penerapannya dalam pemerintahan maupun masyarakat. Memberikan pemahaman penuh akan tujuan dan cita-cita negara yang berkonsep kepada masyarakat. Membantu pembangunan sumber daya manusia. Memelihara ciri bangsa Indonesia sebagai negara yang memiliki aturan dan tatanan. Dalam penerapannya, perkembangan IPTEK memiliki pengaruh yang luas.  Seperti dalam bidang sosial, perkembangan IPTEK dijadikan sarana pemerintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial. Memberikan arahan tentang apa saja yang harus dilakukan agar menjadi warga negara yang baik, memberitahukan informasi penting seperti jenis-jenis ancaman bagi dasar negara, dengan begitu masyarakat dapat menimba-nimba sebelum melakukan atau masuk ke dalam suatu hal yang baru, berkampanye dengan membuat poster-poster yang menarik dengan ide-ide kreatif dari generasi modern. Sehingga dapat meminimalisasi hal yang tidak diiginkan.

Dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi khususnya di bidang ekonomi, membantu mendukung kesejahteraan masyarakat dan  meningkatkan devisa negara. Dengan perkembangan IPTEK, mesin-mesin industri lebih mempercepat pekerjaan dan penghematan waktu, sehingga produksi produk dalam negeri dapat lebih dimaksimalkan. Pembukaan lapangan kerja secara online juga memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan infromasi lowongan pekerjaan secara cepat. Di dunia bisnis juga perkembangan teknologi sangat berpengaruh, seperti promosi produk lokal di dalam maupun luar negeri, sehingga memiliki lebih banyak jangkauan dalam mendistribusikan produk-produk Indonesia. Singkatnya, hal ini dapat mengenalkan budaya dan konsep negara kepada negara-negara di seluruh dunia, bahwa Indonesia memiliki prinsip yang memegang teguh dasar negaranya yaitu mengikuti perkembangan IPTEK tanpa menghilangkan aturan dasar pancasila sebagai dasar negara,

Sedangkan di bidang pendidikan, khususnya saat tulisan ini dibuat, kondisi pendidikan tidak begitu stabil akibat aturan pembatasan bertatap muka oleh pemerintah. Sejauh ini prkembangan teknologi justru berdampak positif, proses pembelajaran masih tetap dilakukan dengan bertatap maya atau biasa dikenal dengan daring. Dengan kemajuan teknologi, para pelaku yang terlibat dalam bidang ini senantiasa masih dapat menjalankan aktifitasnya seperti biasa walaupun sedikit berbeda dalam pengaplikasiannya. Mereka masih bisa memberi dan mendapatkan ilmu pengetahuan melalui pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi tatap maya, beberapa institusi juga menyediakan web khusus pendidikan (E-Learning) guna memudahkan proses pembelajaran. Sehingga konsep pancasila sebagai dasar negara masih tetap ada dan tujuan negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilaksanakan dengan baik.

Akhir Kata

Pancasila memberikan kebebasan untuk mengembangkan sumber daya yang ada, tetapi semua itu harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pancasila sebagai konsep dasar negara. Hal ini dibuktikan bahwa masyarakat dapat bebas mengikuti jalannya perkembangan IPTEK dan berpartisipasi dalam pengembangan IPTEK. Setiap orang yang terlibat dalam pengembangan IPTEK harus memiliki rasa menghormati dan menghargai kebebasan orang lain. Dalam hal ini juga harus menyertakan sifat yang terbuka, seperti menerima saran, kritk, dan pengkajian ulang. Tidak hanya pengembang, penikmat perkembangan IPTEK juga harus leluasa menerima kritik, saran, dan komentar. Serta memiliki kesadaran masing-masing dalam memanfaatkan perkembangan IPTEK dengan baik dan benar.

Perkembangan IPTEK di abad 21 terbilang cukup pesat, berbagai perubahan terjadi di masyarakat dalam melakukan berbagai aktifitasnya. Tidak hanya berpengaruh dalam jumlah kecil atau secara individu, perkembangan IPTEK ini juga memiliki pengaruh yang kuat dalam skala besar, termasuk pengaruhnya dalam sebuah kemajuan dan perkembangan negara. Perkembangan ini secara tidak langsung dapat memegaruhi konsep dasar negara. Bangsa Indonesia harus senantiasa melakukan pengawasan dan memegang kendali atas adanya perkembangan IPTEK. Dengan begitu, Indonesia tidak akan mudah kehilangan jati dirinya yang berkonsep Pancasila. Jika hal ini tidak dapat dikontrol dengan baik maka akan membawa dampak yang buruk bagi bangsa, seperti pelemahan pancasila sebagai dasar negara. Yang artinya bahwa pancasila tidak dapat diterapkan oleh warga negara dengan baik. Perkembangan IPTEK terhadap pancasila di jaman ini masih menunjukkan bahwa nilai-nilai pancasila sebagai dasar negara belum sepenuhnya diterapkan oleh warga negara. Penyebaran berita yang tidak benar dikalangan masyaratak membuat goyah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Adanya kecurangan dalam penulisan data di pemerintahan juga mmebuat tidak terlaksananya penerapan konsep pancasila sebagai dasar negara. Berbagai pandangan positif juga tidak lepas dari perkembangan IPTEK, berbagai manfaat dapat diambil dari perkembangan ini. Semua pengaruh-pengaruh yang ada ditentukan oleh kesadaran dari setiap individu untuk memulai langkah kecil sebagai penguatan konsep dasar negara.

Daftar Pustaka

  • Nugroho, Andy. 2021. “Perkembangan Teknologi di Indonesia Beserta Dampaknya”, https://qwords.com/blog/perkembangan-teknologi/, diakses pada 2 Oktober 2021 pukul 22.38.
  • Angelita, Chritian, dan, Sriyanto, Hari. 2020. “Pancasila dan Perkembangan IPTEK”, https://binus.ac.id/character-building/pancasila/pancasila-dan-perkembangan-iptek/, diakses pada 3 Oktober 2021 pukul 11.18.
  • Andini, Khairunnisa. 2021. “[SALAH] Vaksin Covid-19 Dapat Mengubah Warna Darah”, https://covid19.go.id/p/hoax-buster/salah-vaksin-covid-19-dapat-mengubah-warna-darah, diakses pada 2 Oktober 2021 pukul 22.50.
  • Levita, Sharen Wulan. 2020. “Masalah IPTEK dan Pancasila”, https://binus.ac.id/character-building/pancasila/masalah-iptek-dan-pancasila/, diakses pada 3 Oktober 2021 pukul 13.07.
  • Putri, Farah. 2021. “Peran IPTEK Dalam Kegiatan Ekonomi, Lengkap dengan Dampak Positif dan Negatifnya”, http://repository.lppm.unila.ac.id/13309/1/SEMNAS%20PENDIDIKAN%20FKIP%20UNILA%202019%20Hermi%20Yanzi.pdf, diakses pada 3 Oktober 2021 pukul 15.00.
  • Astuti, Nabila Ratri Widya, dan, Dewi, Dini Anggraeni. 2021. “Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK”, https://ummaspul.e-journal.id/Edupsycouns/article/view/1263, diakses pada 3 Oktober 2021 pukul 18.14.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.