Permasalahan Bersosialisasi Selama Pandemi

Permasalahan Bersosialisasi Selama Pandemi

Bagi kalian yang memasuki sekolah baru, mungkin berhadapan dengan sistem daring atau online. Pandemi Covid – 19 telah mengubah semua sendi kehidupan, yang dimana semua aktivitas dilakukan secara online, Terutama konsep pendidikan juga berubah, yang sebelumnya belajar mengajar secara tatap muka, sekarang menggunakan berbagai aplikasi jejaring social.

Pada satu sisi, hal itu menguntungkan karena menekan biaya kuliah dalam hal transportasi, tidak perlu mengenakan baju yang rapi dan duduk tegak mendengarkan materi yang diberikan oleh dosen, tetapi di sisi lain sistem daring juga membutuhkan kesabaran untuk bertemu tatap muka dengan teman-teman kelas dan juga terkadang sulit mengakses e-learning yang disebabkan susahnya jaringan atau server yang sedang down. hal ini dialami oleh banyak dari kita, terutama yang baru memasuki sekolah online atau daring.

Perkara mengenai sekolah online ini juga saya alami, keterbatasan dalam berinteraksi secara tatap muka dengan teman-teman menyebabkan kurangnya antusias dalam menjalani proses belajar dan mengajar, saya sendiri juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas secara berkelompok karena adanya beberapa orang yang memanfaatkan keadaan sekarang menjadi lebih tidak bertanggung jawab, terutama dalam mengerjakan tugas kelompok.

Banyak Mahasiswa yang mulai mengeluhkan proses perkuliahan secara daring . mulai adanya kebosanan dengan system belajar seperti ini , banyaknya tugas yang diberikan dosen , serta ingin merasakan kuliah tatap muka yang dimana akan lebih membantu dalam memahami ilmu secara efektif. Pada saat pertama kali sekolah daring dilaksanakan di saat itu saya antusias karena bisa menekan biaya dan tenaga, tetapi makin berjalannya waktu , pikiran saya berubah menjadi sebaliknya.

Banyak Sekali mahasiswa yang mengalami kendala saat melakukan perkuliahan online , termasuk saya sendiri. Kendala yang saya rasakan selama proses belajar dan mengajar secara daring yaitu seperti susah sinyal atau jaringan yang kurang mendukung, yang dimana mengakibatkan banyak materi yang disampaikan tidak jelas sehingga tidak mendapatkan ilmu secara maksimal. Terkadang kendala yang terjadi juga seperti miss komunikasi dengan dosen atau mahasiwa lainnya sehingga kita perlu tetap saling bekerja sama antara dosen dengan mahasiswa dengan baik .

Tidak terasa sudah hampir 2 tahun sejak kita menjalankan kehidupan sehari-hari berdampingan dengan virus Covid – 19, banyak sekali perubahan-perubahan yang kita terpaksa lakukan demi dapat beradaptasi dengan kondisi sekarang, ketidakmampuan kita untuk bertemu dengan orang lain secara langsung menimbulkan berbagai masalah yang jarang dibahas. Keterbatasan seseorang dalam bersosialisasi, padahal kita merupakan makhluk sosial menjadikan sebuah isu yang harus dibahas secara serius.

Kita sadari makin lama pandemi ini berlangsung, makin mudah kita menghitung teman kita dengan jumlah jari. Kurangnya interaksi antar kelompok pertemanan kalian akibat ketidakmampuan kita untuk berinteraksi secara langsung menjadi faktor utama dalam hal tersebut. Perubahan-perubahan ini tidak hanya terjadi terhadap orang lain namun tanpa kita sadari sosial skill yang kita miliki sendiri pun mungkin telah berkurang secara signifikan. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, pandemi tidak hanya mengubah pola hidup manusia tetapi juga berpengaruh terhadap kepribadian manusia itu sendiri.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Edvano Antyo