Pernah Mengalami Luka Pengasuhan? Begini Cara Mensyukurinya

Pernah Mengalami Luka Pengasuhan? Begini Cara Mensyukurinya 1

Modal utama menjadi orang tua adalah harus sadar dan bersyukur saat membersamai tumbuh kembang sang anak. Penting sekali melatih diri sebagai pribadi yang bersyukur. Salah satu hal yang membuat orang tua baru atau orang tua lama mengalami kesulitan bersyukur dalam menjaga, mendidik, dan menemani anak dalam masa pertumbuhan adalah karena adanya luka pengasuhan yang diderita orang tua.

Sebelum masuk lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui dulu apa itu arti luka pengasuhan. Luka pengasuhan merupakan luka psikis/batin yang diterima pada saat anak masih di asuh dalam rentang usia 0-7 tahun. Luka tersebut diterima dari orang tua, keluarga, ataupun lainnya. Contoh luka yang sering diterima sang anak adalah di cubit, di bentak, di pukul dan lainnya.

Jika kamu sudah menjadi orang tua ataupun masih berproses menjadi orang tua, kamu memiliki kewajiban kepada anak yang harus dipenuhi dengan baik. Adapun hak anak dalam pandangan Islam yang harus dipenuhi oleh orang tua dan calon orang tua adalah:

  • Mendapatkan Ibu terbaik
  • Mendapatkan nama yang baik
  • Mendapatkan ilmu yang baik (Imu-ilmu Al-Qur’an)

Menurut Ulum A. Saif (Founder Strong From Home), untuk belajar mensyukuri adanya luka pengasuhan, dari sisi orang tua dan calon orang tua harus mengetahui dan memahami 5 adab yang disarankan Imam Ghazali untuk dilaksanakan kepada anak.

1. Membantu anak untuk bisa berbuat baik kepada orang tua. Caranya bagaimana? Orang tua harus berbuat baik kepada anak, sehingga anak memiliki contoh untuk berbuat baik.

2. Tidak memaksakan anak-anak berbuat baik di luar kemampuan. Contohnya, menyuruh anak 1 tahun untuk berpuasa, kalau belum mampu melakukan tidak perlu dipaksakan.

3. Tidak memaksakan kehendak diwaktu mereka sedang susah atau sedih. Orang tua harus mengetahui suasana hati anak-anaknya. Karena jika kondisi anak senang, maka apapun yang disampaikan akan dilakukan dengan baik oleh sang anak.

4. Jangan halangi mereka untuk berbuat taat kepada Allah. Contohnya, jika anak ingin membaca Al-Qur’an jangan halangi mereka dengan mengatakan “nanti Al-Qur’annya sobek dan lain-lain. Biarkan saja ia mengeksplorasi apa yang ingin diketahuinya terutama dalam mengenal Rabb nya.

5.  Jangan buat mereka sengsara dengan pendidikannya. Berikanlah bekal ilmu terbaik yang orang tua bisa berikan kepada sang anak agar sang anak tumbuh dengan ilmu yang baik dan benar. Jika anak sedang melakukan sesuatu, kurangi bantuan yang diberikan. Karena apapun yang sedang dikerjakan sang anak, sebenarnya sang anak bisa mencari solusinya sendiri.

Lebih lanjut lagi menurut Ulum A. Saif (Founder Strong From Home), mensyukuri luka pengasuhan dari sisi anak didapatkan dengan self talk, lebih detailnya seperti ini.

1. Tanyakan kepada diri sendiri sebenarnya kita sebagai anak ada di posisi mana?

  • Orang tua yang menelantarkan anak, cuek, sadis (-)
  • Orang tua yang mendekati sempurna (+)
  • Orang tua penyayang tetapi anak merasa dibatasi/dikekang (=

Setelah mengetahui posisi kamu ada di pilihan A, B atau C, selanjutnya kamu harus menganalisis lagi lebih dalam.

2. Misalnya kamu berada pada posisi A

Kita harus pahami bahwa orang tua kita memiliki pola pengasuhan yang terluka = melukai, dan untuk bisa melukai itu prosesnya panjang. Sebab aslinya manusia tidak ingin memberikan luka apalagi memberikan luka pada anak sendiri, maksud orang tua mungkin baik tetapi diterimanya lain. Dalam hal ini, kita sebagai anak harus coba berdiri diposisi orang tua. Memahami, bahwa orang tua yang sampai memberikan luka pada anak berarti mereka sebenarnya punya luka juga. Sehingga yang harus kita lakukan adalah kita mengambil jarak untuk lebih banyak berbicara pada diri sendiri dan akhirnya bisa memaklumi.

Pemahaman pertama dalam masalah ini adalah bisa memaklumi.

3. Cobalah untuk menemukan sisi baik dari luka yang diterima

Contoh: kalau dulu saya tidak dididik dengan disiplin, maka saya tidak akan menjadi orang sebaik ini sekarang. Kalaupun kamu tidak bisa menemukan sisi baik dari luka yang diberikan orang tua, sadarlah untuk tidak bergantung ataupun berharap dengan orang tua. Naikkan harapanmu hanya kepada Allah dan temukan kenikmatan berharap disana. Sehingga pemahaman kedua yang tercipta adalah Birrul Walidain (berbakti kepada orang tua)

4. Berdo’a

Do’a yang dapat kamu panjatkan saat mengingat luka pengasuhan agar senantiasa melihat sisi baik dari apa yang tengah terjadi pada diri kamu adalah menggunakan QS An-Naml:19 dan QS Al-Ahqaf: 15. Sebelum kamu pakai 2 do’a ini, Kang Ulum memberikan saran agar melakukan taubat terlebih dahulu. Beliau mengatakan bahwa dosa-dosa yang sudah tertumpuk itulah yang sulit melihat sisi-sisi baik dari orang tua.

Semoga dengan tulisan ini bisa sedikit memberi bantuan untuk kamu yang sedang mengalami luka pengasuhan. Luaskan selalu sikap positifnya ya!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.