Pernahkah Kamu Bertanya Pada Diri, Mengapa Kita Perlu Berteman?

Pernahkah Kamu Bertanya Pada Diri, Mengapa Kita Perlu Berteman?

Siapa yang tidak butuh teman?  Tentunya tidak ada. Semua orang membutuhkan teman.

Kita adalah mahluk individu juga sekaligus mahluk sosial. Kita perlu mengembangkan potensi yang ada dalam diri.

Kita juga sekaligus merupakan mahluk sosial. Manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain, ia akan terus bergantung pada bantuan orang lain (baik yang berskala kecil maupun yang besar).

Dengan merasakan sendiri apa yang kita rasakan saat berteman, tentulah kita akan dapat menjawab alasan kita berteman.

Beberapa jawaban yang mungkin rasakan adalah sebagai berikut.

1. Teman Berkegiatan

Berteman untuk melakukan kegiatan. (Foto: hma.polinema.ic.id)
Berteman untuk melakukan kegiatan. (Foto: hma.polinema.ic.id)

Kita membutuhkan teman untuk diajak bermain. Banyak sekali permainan yang dapat dilakukan bersama teman, misalkan: Putsal, Sanmori, Kemping, Naik gunung, dan lain-lain.

Bayangkan bila kita bermain sendiri saja. Tentulah, tidak akan menyenangkan. 

Baca juga  5 Film Terbaik Tentang Persahabatan

2. Teman Curhat

Teman dibutuhkan untuk menyampaikan curahan hati.
Teman dibutuhkan untuk menyampaikan curahan hati.

Teman juga asyik untuk diajak berbagi cerita. Berbagia cerita yang menyenangkan akan membuat semua gembira.

Namun, tidak selamanya orang ingin menceritakan cerita menarik. Ada pula di antara teman kita yang ingin menceritakan suatu cerita sedih.

Dengan curhat diharapkan orang yang memiliki masalah tersebut dapat dicarikan solusinya.

Atau, walaupun curahan hati itu hanya disampaikan tanpa ada solusi, setidaknya dapat sedikit menenangkan dirinya.

3. Penghargaan Terhadap Diri

Tanpa kita sadari,  kita butuh penghargaan dari teman. Misalnya: Suatu hari kamu dibelikan sepeda motor baru.

Kamu senang sekali dan bangga memilikinya. Rasa bangga itu tidaklah ada artinya bila kamu tidak dapat menunjukkannya kepada siapa-siapa.

Keesokan harinya kamu pergi ke rumah teman dan menunjukkan sepeda motormu. 

Baca juga  5 Tanda Yang Menunjukan Bahwa Hubungan Pertemananmu Telah Tumbuh Dewasa

Tanpa kamu sadari kamu butuh penghargaan dari temanmu. Sedikit komentar temanmu mengenai sepeda motor itu sangat kamu harapkan.

“Wah, bagus sekali sepeda motormu! Di mana kamu membelinya? Pasti mahal, ya harganya!”

Komentar itu membuatmu tersanjung dan membuat senang hatimu. “Oh, ya. Ini sepeda motor pemberian ibuku. Ibu membelinya di kota.

Aku sengaja memilih sepeda motor ini karena bagus modelnya. Sepeda motor ini tidak terlalu mahal, kok.”

Bersikap seperti peristiwa di atas dapat saja dilakukan. Sepanjang hal itu tidak berlebihan.

Bila kamu berlebihan dalam menujukkan sesuatu yang akan membanggakan dirimu, mungkin hal itu dapat menjadi masalah dalam pertemanan.

Kamu akan dicap sombong oleh temanmu. Itu akan menjadi penilaian buruk bagi temanmu. Kamu mungkin akan dijauhi karena memiliki sifat sombong.

Baca juga  5 Film Terbaik Tentang Persahabatan Manusia Dengan Hewan

4. Rasa Aman

Kita berteman karena kita merasa akan lebih “aman” dalam menghadapi sesuatu bila secara bersama-sama.

Karena pada dasarnya manusia memiliki rasa takut. Rasa takut itulah yang mendorong seseorang untuk berteman.

Misalnya: Letak sekolahmu jauh dari rumah. Kamu merasa takut pergi ke sekolah sendirian.

Tiba-tiba di lingkungan rumahmu ada kakak kelas. Kamu menyapanya dan mengajaknya pergi bersama. Mulai saat itu hampir tiap hari kamu pergi dan pulang bersamanya.

Terjadilah pertemanan. Padahal, di lingkungan rumah atau di sekolah kamu tidak bermain dengannya.

5. Mencari Status

Kamu berteman pada dasarnya adalah mencari status. Status membuat seseorang merasa memiliki percaya diri yang diinginkan.

Contoh: Kamu berteman dengan anak yang ingin disebut sebagai anak gaul akan cenderung mendekati orang yang memiliki wawasan pergaulan yang luas.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Yudi Purbowinanto