Persahabatan Antara Kita Berdua

Persahabatan Antara Kita Berdua

Dita dan Wida adalah sejak SD, mereka selalu bersama – sama. Mereka selalu bermain, makan, dan belajar bersama – sama. Setiap paginya mereka berdua mempunyai kebiasaan yang sama, membersihkan kamar, bahkan  tiap paginya makan roti dan susu yang sama.

Saat di sekolah mereka selalu berangkat bersama dan mereka duduk bersama juga. Di sekolah Dita dan Wida selau membagi makanan, mereka sudah merancanakan sesuatu untuk bermain besok pagi.

“Dita, jangan lupa ya. Besok pagi.” Wida berkata sambil tersenyum.

“Iya.” Kata Dita.

Keesokan paginya Dita sudah berada didepan rumah Wida, mereka selalu bermain sepeda bersama – sama di taman.

“Wida..Wida main yuk.” Dita berkata sambil memanggil Wida.

“Iya, aku datang.” Jawab Wida.

Dan mereka berdua pun bermain sepeda bersama di sebuah taman, mereka selalu membeli es krim dan mereka saling mencicip rasa es krim. Setelah bermain mereka pun langsung pulang ke rumah Wida untuk makan sore di rumahnya Wida, dan minggu sore depannya lagi makan di rumah Dita.

Setelah seminggu Dita tak menghubungi Wida, Wida merasa gelisah dan cemas. Akhirnya, menghubungi Dita.

“Hallo, Dita ada Bu.” Wida berkata sambil memegang gagang telepon.

Baca juga  3 Tanda Teman Toxic Yang Harus Kamu Waspadai !

“Iya, Dita – nya ada,  tunggu sebentar ya.” Kata Kak Ayu.

Kak Ayu adalah Kakaknya Dita, setelah berapa menit Kak Ayu berkata “Emmm… Dita tidak mau di ganggu.”

“Emangnya kenapa kak.” Kata Wida cemas.

“Jadi Dita ada di teras bersama temannya seharian ini.” Ujar Kak Ayu.

Wida langsung merasa sedih sekali apa yang Kak Ayu katakan jadi. Perasaan Wida campur aduk dan tidak mau makam, Ibu selalu memperhatikan Wida sepenjang hari ini.

“Eh, kamu kenapa Wida dari jadi kamu tidak makan sama sekali. Kan hari ini kamu ada acara di rumah Dita untuk makan sore  dirumahnya Dita.” Kata Ibu kemudian.

“Tidak jadi, Bu.” Jawab Wida dengan nada rendah.

Kok tidak jadi sih. Kamu kenapa, kan biasanya tidak pernah begini ada ya.” Ibu berkata sambil mendekati Wida.

“Tidak ada apa – apa bu.” Kata Wida singkat.

“Tidak boleh begitu kalau ada itu harus cerita apa yang terjadi Ibu bisa tahu.” Ibu berkata sambil memegang tangan Wida ternyata badannya panas.

“Ibu apa Dita sudah melupakanku apa belum bu.” Kata Wida lemas.

“Apa yang kamu katakan tadi?” ibu berkata dengan terkejut.

Baca juga  5 Film Terbaik Tentang Persahabatan Manusia Dengan Hewan

“Tadi aku menelepon Dita kata kakaknya tu,..Dita lagi bermain dengan tema barunya Bu.” Kata Wida.

“Apa kamu sudah berbicara dulu dengan Dita.” Ibu berkata sambil memberi saran pada Wida.

“Belum Bu, apa yang kukatakan dengan Dita Bu.” Jawab Wida sambil mengeluarkan air matanya.

“Kan Wida belum bicara sama Dita, siapa tahu temannya tuh adalah saudaranya. Coba tanya dulu sama Dita diapa tahu perkiraan kamu salah.” Kata Ibu sambil membawanya ke kamar Wida.

Setelah itu Ibu membawa ke kamar Wida dan Ibu memanggil dokter untuk meriksa Wida. Setelah dokter datang dan langsung meriksa Wida.

“Dok, apa penyakit anak saya dokter.” Ibu berkata merasa khawatir.

“Oh, anak ibu baik- baik saja kok, tapi anak ibu terlalu memikirkan terlalu dalam bu, sebentar lagi sembuh.” Kata Dokter kemudian.

“Makasih Dokter.” Kata Ibu singkat.

Keesokan harinya Ibu menelepon Dita untuk datang kerumah Wida.

“Hallo, apa Ditanya ada.” Kata Ibu.

“Iya, saya sendiri.” Jawab Dita.

Emmm… begini Dita segera kamu datang ke rumah, karena Wida lagi sakit.” Ibu berkata sambil memegang gagang teleponya.

“Iya Bu, secepatnya aku akan datang kok.” Kata Dita.

Dita segera datang ke rumah Wida, sebelum datang ke rumah Wida, Dita membeli apel untuk Wida dan langsung menuju ke rumah Wida. Setelah datang ke rumah Wida dan langsung menuju ke kamar Wida.

Baca juga  5 Keuntungan Memiliki Sahabat Yang Kalem, Apakah Kamu Termasuk ?

“Wida, cepat sembuh ya. Kalau kamu sembuh nanti bisa bermain bersama – sama ya.” Kata Dita kemudian.

“Kemarin kamu kok tak hubungi kamu tidak mau angkat teleponku.” Wida berkata dengan bersedih.

“Oh, maaf ya  Wida, kemarin itu aku menghibur anak yang kena musibah kebanjiran dan dia sedih semuanya leyap, terus aku menghiburnya sepanjang harinya itu.” Kata Dita dengan pajang lebar.

Setelah mendengar ceritaya yang sebenarnya, Wida pun merasa bersalah dengan Dita karena sudah memikiran yang tidak tidak.

“Dita, aku merasa bersalah sama kamu, maafi aku ya.” Wida berkata dengan memeluk Dita.

“Kamu tidak perlu minta maaf kayak begitu dong, yang salahkan aku, aku yang tidak memberitahu kan kamu terlebih dahulu.” Kata Dita.

Sampai kapan pun kamu adalah temanku dan tak pernah terpisahkan. Dan akan selalu bersama – sama apa pun yang terjadi. Aku akan bersamamu Wida dan tidak akan ada yang memisahkan berdua, arti sangat penting dan  harus jaga.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Masruroh Fitri

   

Nama saya Masruroh Fitri Cahyawati. Hobi saya menulis cerita pendek.