Perspektif Perilaku Jatuh Cinta saat Menjadi Mahasiswa

Perspektif Perilaku Jatuh Cinta saat Menjadi Mahasiswa

Merasakan jatuh cinta terkadang memiliki euforianya tersendiri, salah satunya bagi para remaja yang sedang menyandang status sebagai mahasiswa. Seperti yang kita ketahui, bahwa umumnya ketika menjadi mahasiswa akan terasa lebih sibuk dan memiliki aktivitas lebih padat dibandingkan saat masih bersekolah, seperti banyaknya tugas atau kegiatan-kegiatan lainnya. Kegiatan tersebut biasanya dapat berupa kesibukan di bidang akademik ataupun nonakademik. Beberapa mahasiswa juga disibukkan dengan kegiatan di luar kampus yang membuat aktivitas semakin padat. Namun, bagaimanapun juga mahasiswa adalah manusia yang masih berumur remaja akhir, sehingga tak jarang merasakan jatuh cinta di tengah kesibukan yang melanda tersebut. Akan tetapi, apakah merasakan jatuh cinta pada saat menjadi mahasiswa adalah waktu yang tepat? Dan bagaimana seharusnya mengatur rasa jatuh cinta tersebut?

Perasaan jatuh cinta adalah hal yang wajar dan manusiawi, serta muncul dengan sendirinya. Walaupun begitu, banyak dampak berbeda-beda yang akan dirasakan oleh mahasiswa. Hal ini juga dipengaruhi oleh bagaimana sikap atau tindakan mereka ketika sedang mengalami jatuh cinta. Sebagai remaja akhir, banyak pengalaman baru yang bisa dilakukan dan menemukan orang-orang baru, tetapi tidak memungkinkan bertemu dengan orang-orang baru pun akan merasakan jatuh cinta. Sikap atau tindakan yang tepat ketika merasakan jatuh cinta tersebut adalah balik lagi kepada pribadi masing-masing mahasiswa dengan memperhatikan dan memikirkan bagaimana tindakan terbaik bagi dirinya dengan tidak mengganggu aktivitas kuliah.

Baca juga  Tips Hemat Anak Kos di Tanggal Tua

Menurut Rubin (dalam Hendrick dan Hendrick, 1992), jatuh cinta adalah sebuah sikap yang dialami seseorang dan mengarahkannya kepada orang lain yang dianggap istimewa dan mempengaruhi cara berpikir, merasa, dan bertingkah laku. Cinta adalah konsep, dan sebagai sebuah konsep, jatuh cinta adalah sesuatu hal yang abstrak sehingga sulit didekati dan diteliti secara ilmiah. Selama abad ketujuh belas sampai abad kedelapan belas, para ahli sering membicarakan dan membahas mengenai cinta, serta sering diekspresikan melalui puisi, novel, atapun pepatah (Rosyadi, 2000). Banyak sekali jenis cinta, termasuk cinta dalam hal keromantisan kepada lawan jenis yang dirasakan oleh mahasiswa.

Sebagian mahasiswa akan merasa kehilangan fokusnya ketika sudah merasakan jatuh cinta. Mereka akan sulit untuk berkosenterasi dalam melakukan aktivitas atau kesibukan lainnya. Banyak sekali hal-hal yang akan dirasakan ketika mengalami jatuh cinta. Dalam kesehatan, terdapat dampak baik dan buruk terhadap hal tersebut. Dampak buruk dari jatuh cinta dirasakan oleh Rae Padilla Francoeur, seorang penulis ‘Free Fall: A Late-in-Life Love Affair’. Ia mengatakan, saat sedang jatuh cinta ia menjadi sering pusing, berat badan menurun drastis, tidak bisa tidur selama berhari-hari dan merasakan denyut jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Namun, ada pula dampak positif yang dirasakan ketika sedang mengalami jatuh cinta. Para ilmuwan telah mempelajari bahwa ada beberapa hormon, seperti phenethylamine, dopamin, norepinefrin dan oksitosin yang berfungsi menenangkan, meningkatkan suasana hati, serta menjaga indera agar terus waspada pada orang yang dikasihinya.

Baca juga  5 Hal yang Harus Kamu Hindari Saat sedang Menjalin Hubungan

Dampak-dampak tersebut akan dirasakan berbeda pada setiap mahasiswa. Beberapa mahasiswa akan merasa sulit untuk fokus dalam melakukan kegiatannya karena selalu terpikirkan orang yang ia sukai. Dampak ini pula dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan kuliah atau belajarnya yang selama ini mereka lakukan. Ketika jatuh cinta terdapat perasaan senang yang jika dibiarkan akan menggebu-gebu, kemudian perasaan tersebut akan berdampak pada kegiatan yang terganggu, sehingga malas dalam melakukan kegiatan yang produktif akibat pecahnya konsenterasi.

Jatuh cinta tidak dipermasalahkan, tetapi yang jadi masalah adalah ketika dampak buruk yang terjadi akibat jatuh cinta tersebut. Hal yang bisa dilakukan untuk menghindari hal tersebut adalah dengan tidak membiarkan dan mengikuti perasaan yang menggebu-gebu, seperti tidak perlu mendekatkan diri dengan orang yang disukai dan tetap berusaha fokus dengan kesibukan yang dijalani sehingga semakin lama, perasaan jatuh cinta tersebut bisa hilang atau memudar karena kita tidak membiarkannya. Perasaan jatuh cinta akan melibatkan emosi, pikiran, tingkah laku, dan sebagainya. Oleh karena itu, hendaknya kita harus mengontrol diri sendiri.

Baca juga  5 Alasan Mengapa Berteman dengan Lawan Jenis Berujung Jatuh Cinta

Namun, terdapat pula mahasiswa yang merasakan dampak positif ketika sedang memiliki ketertarikan dengan orang lain. Ia menjadi lebih produktif dan rajin dalam belajar. Hal ini biasanya karena orang yang mereka sukai adalah orang yang rajin dan pandai pula, sehingga mempengaruhi tingkah laku dan pola pikir. Ketika melihat orang yang disukai sedang melakukan hal-hal yang bermanfaat dan produktif, ia juga akan mengikuti hal tersebut sebagai motivasi dalam melakukan sesuatu dengan lebih baik. Dengan demikian, bahwa merasakan jatuh cinta tidak selalu buruk bagi sebagian mahasiswa dan balik lagi pada sikap atau tindakan yang diambil.

Jadi, ketika mereka jatuh cinta, biasanya akan muncul perasaan atau emosi yang bisa berpengaruh pada fisik dan psikologis. Reaksi-reaksi fisik yang muncul biasanya terjadi ketika mereka berada di sekitar orang yang disukainya, seperti merasakan jantung berdebar lebih keras, tangan menjadi dingin dan keringatan, serta wajah yang memerah. Hal ini sesuai dengan penelitian Hendrick & Hendrick (1992) dalam bukunya A Theory and Method of Love. Pada kegiatan akademis, terlihat adanya pengaruh negatif jika ia tidak bisa mengontrol dirinya, sehingga sulit untuk berkonsenterasi dalam belajar atau kuliah, serta dalam mengerjakan tugas-tugasnya karena selalu teringat orang yang disukai. Sementara itu, di lain hal muncul motivasi dalam meningkatkan nilai akademik atau aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya selama perkuliahan. Balik lagi kepada pribadi masing-masing, akan berdampak seperti apa rasa jatuh cinta tersebut.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rahmita Zahra Oktiawalia