Perubahan pada Ruang akibat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)

Perubahan pada Ruang akibat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)

Kebiasaan Baru (AKB) merupakan sebuah konsep yang lahir di masa . Kebiasaan Baru (AKB) adalah penerapan kebiasaan baru guna menjaga produktivitas selama masa dengan menerapkan perilaku pencegahan penularan .

Kebiasaan baru yang muncul dan harus diterapkan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan melakukan segala aktivitas di saja tentu memberikan dampak kepada beberapa hal, salah satunya adalah ruang pada atau ruang publik  yang ada di sekitar kita.

Dampak atau perubahan yang paling terlihat pada ruang selama masa Kebiasaan Baru (AKB) ini adalah perubahan fungsi ruang menjadi fungsi tertentu.

Perubahan fungsi ruang yang dapat kita lihat di sekitar kita adalah perubahan fungsi yang awalnya hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi berubah dan berkembang menjadi fungsi atau akibat pekerjaan dan belajar-mengajar yang harus dilakukan di .

Contoh lainnya adalah ruang kamar pada hotel yang juga mengalami perubahan fungsi. Pada dasarnya ruang hotel yang memiliki fungsi sebagai tempat tinggal atau singgah sementara telah berubah menjadi fungsi sakit.

Perubahan ruang kamar hotel ini terjadi akibat seringnya kamar hotel digunakan sebagai tempat karantina pada masa . Perubahan fungsi ruang ini juga berdampak kepada penataan fasilitas pada ruang.

Baca juga  Rambut Rontok Akibat COVID-19?

Contohnya adalah ruang pada yang berubah dan berkembang fungsinya menjadi fungsi tempat kerja dan belajar, sehingga diperlukan tindakan adisi dan substraksi pada furniture atau fasilitas ruang.

Seperti penambahan ruang hijau yang berguna untuk memberikan atmosfer ruang yang tetap kondusif dan berguna untuk menjaga kesehatan mental pengguna. 

Di masa Kebiasaan Baru (AKB) ini mengharuskan masyarakat untuk melakukan gerakan menjaga jarak (social distancing). Gerakan menjaga jarak yang dilakukan untuk meminimalisir penyebaran kasus ini berdampak pada penempatan/penataan fasilitas ruang seperti meja dan kursi pada ruang.

Contohnya, kebanyakan pada masa Kebiasaan Baru (AKB) ini telah menerapkan penataan meja kerja atau Workstation dengan jarak minimal 1 meter.

Tak hanya hal ini juga berdampak pada tempat-tempat makan yang memberikan jarak pada setiap meja dan hanya menyediakan satu tempat duduk pada meja dengan kapasitas dua orang.

Sehingga hal ini juga berakibat kepada penambahan besar atau luas ruang jika ingin memaksimalkan pada ruang sekaligus tetap menjalankan menjaga jarak.

Hal mengenai kesehatan sangat ditonjolkan pada masa Kebiasaan Baru (AKB) dan hal terkait kesehatan ini juga membawa perubahan-perubahan pada ruang.

Seperti, banyak terciptanya ruang-ruang terbuka pada yang berguna untuk membiarkan cahaya alami matahari untuk masuk dan memungkinkan udara untuk bertukar akibat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan di dalam ruangan.

Baca juga  Pandemi Covid-19, Jangan Sampai Pendidikan Anak Terhenti

Lalu untuk sering mencuci tangan atau sanitasi diri yang berdampak terkait dengan perubahan luas ruang, karena terdapat tambahan tempat mencuci tangan di beberapa titik pada ruang dan tambahan disinfectant chamber atau bilik sanitasi sebelum memasuki sebuah ruangan atau

Gerakan melakukan segala di yang dilakukan oleh masyarakat pada masa Kebiasaan Baru (AKB) menciptakan ruang-ruang kosong pada .

Seperti yang dapat kita lihat pada situasi ini - besar, seperti dan kebanyakan kosong. Sehingga sangat dibutuhkan regulasi-regulasi baru agar - atau ruang kosong ini dapat digunakan secara maksimal dan tidak dibiarkan begitu saja.

Terciptanya - kosong ini juga pasti mempengaruhi jumlah - besar yang akan berkurang di masa yang akan datang nanti.

Karena masyarakat akan sadar bahwa ada banyak hal yang lebih efektif jika dilakukan di dibandingkan untuk datang langsung ke tempat tersebut.

Perubahan-perubahan pada ruang ini bukan hal yang baru terjadi pada Kebiasaan Baru (AKB) di masa ini. - sebelumnya juga sudah merubah, bahkan sangat berperan besar pada  ruang yang kita gunakan sekarang.

Baca juga  Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

Flu Spanyol yang terjadi pada tahun 1918 akibat virus H1N1 dan memakan korban sebanyak 200 juta jiwa melahirkan rancangan tempat hunian dengan jendela besar dan pemakaian ubin di kamar mandi.

Lalu, Virus kolera pada tahun 1832 yang diakibatkan karena aliran udara yang kurang baik melahirkan rancangan bangunan dengan ventilasi dan aliran air (drainase) yang berguna untuk menjaga sanitasi dari sebuah bangunan.

Sehingga hal-hal yang kita gunakan atau nikmati sekarang adalah sebuah dampak perubahan ruang yang lahir akibat yang sudah terjadi sebelumnya.

Perubahan-perubahan pada ruang ini pasti akan selalu terjadi sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di lingkungan sekitar. Karena pada dasarnya dalam ilmu arsitektur, salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi bentuk dan perubahan pada suatu ruang adalah lingkungan.

Ruang harus mengikuti lingkungan sekitarnya karena sebuah ruang harus bisa menopang segala yang dilakukan di dalamnya. Maka, harus ada kesiapan diri pada setiap individu masyarakat untuk mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi tak hanya selama masa Kebiasaan Baru (AKB) ini saja, tetapi juga perubahan-perubahan kedepannya nanti.

Karena lingkungan dan keadaan pasti akan selalu berubah-ubah, yang artinya ruang yang kita lihat atau gunakan sekarang pasti juga akan selalu berubah dan berkembang.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

jacharias desmond