Perusahaan Mobil Rakyat yang Jualan Mobil Sultan


Perusahaan Mobil Rakyat yang Jualan Mobil Sultan 1

Volkswagen, salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia yang dulu identik dengan VW ‘Kodok’ Beetle ini sudah berdiri sejak tahun 1937. Jika Volkswagen ini seorang manusia maka statusnya sudah manula, kemungkinan kulitnya sudah longgar, giginya tinggal dua, dan jalannya mesti pakai kursi roda. Faktanya sebagai perusahaan otomotif, Volkswagen masih beroperasi dan memproduksi jutaan mobil tiap tahunnya. Jika beberapa brand mobil lain memilih menggunakan nama pendirinya –misalnya Toyota yang didirikan oleh Kiichiro Toyoda, Ferrari oleh Enzo Ferrari, dan Lamborghini oleh Ferruccio Lamborghini- Volkswagen ini merupakan bahasa Jerman yang berarti people’s car atau mobil rakyat. Volkswagen memang memproduksi mobil rakyat (baca: murah). Berbeda dengan Mercedes-Benz dan BMW yang menyasar segmen premium, Volkswagen mempoduksi mobil dengan harga yang lebih terjangkau namun dalam jumlah yang lebih besar. Sebagai perbandingan, rentang harga mobil keluaran BMW dan Mercedes Benz di Indonesia adalah 800 juta sampai dengan 6 miliaran rupiah, sedangkan Volkwagen di Indonesia memiliki rentang harga 300 juta sampai 600 jutaan saja. Namun BMW dan Mercedes Benz masing-masing ‘hanya’ menjual 2 jutaan mobil pada tahun 2019 di seluruh planet, bandingkan dengan Volkswagen yang menjual lebih dari 6 juta mobilnya pada tahun yang sama.

Perusahaan Mobil Rakyat yang Jualan Mobil Sultan 3

Volkswagen didirikan oleh Serikat Buruh Jerman (Deutsche Arbeitsfront) bersama dengan Ferdinand Porsche sebagai desainernya atas instruksi Adolf Hitler. Jadi, ya, Perusahaan ini merupakan ‘warisan’ Nazi Jerman. Saat itu mobil merupakan barang mewah yang hanya bisa dibeli orang kaya saja, karena mobil merupakan kegiatan olahraga dan perlambang prestis. Maka dimulailah proyek mobil murah yang rencananya dijual dengan  harga 990 reichsmarks. DAF juga meluncurkan skema tabungan/deposit dimana mobil bisa dimiliki dengan minimal pembayaran 5 reichsmark perpekan. Pembelian mobil itu juga dilakukan dengan skema menabung/deposit sehingga semakin mudah dijangkau masyarakat menengah saat itu dan 336 ribu orang mengikuti skema ini. Hal ini sebenarnya masih jauh dari target yang dicanangkan karena ternyata masih belum bisa dijangkau masyarakat menengah bawah.

Perusahaan Mobil Rakyat yang Jualan Mobil Sultan 4

Itu dulu. Saat ini ternyata perusahaan mobil rakyat ini tidak hanya memproduksi mobil  murah, mereka juga memproduksi dan menjual mobil yang lebih mahal dan lebih ekslusif –bahkan dibandingkan Mercedes-Benz dan BMW yang merupakan pabrikan mobil premium. Volkswagen memproduksi mobil dengan performa super dan penuh kemewahan yang hanya bisa dibeli orang berdompet tebal yang royal menggelontorkan uangnya untuk sebuah mobil, a.k.a kaum sultan. Tidak tanggung-tanggung Volkswagen bahkan memproduksi mobil road legal paling mahal dan paling kencang sedunia fana, yaitu Bugatti Chiron yang harganya sekitar 3 juta dolar dan versi spesialnya Bugatti Chiron Super Sport 300+ yang dibandrol sekitar 4 juta dolar. Wow fantastis!

Nah untuk memberi konteks seberapa mahal mobil mereka ini. Untuk mengatahui harga mobil ini di Indonesia tidak begitu saja dikurskan dengan rupiah. Bugatti Chiron Sport 2019 misalnya, mobil ini dirilis dengan harga 4 juta dolar, jika dikurskan ke rupiah maka nilainya adalah 56,2 miliar rupiah. Namun mobil ini masuk ke Indonesia dengan harga 125 milliar rupiah. Hal ini antara lain beban pajak dan biaya lain-lain yang besarnya lebih 100% dari nilai asal barangnya.

Perusahaan Mobil Rakyat yang Jualan Mobil Sultan 5

Tentu saja mobil sultan bikinan Volkswagen ini tidak memakai badge VW. Volkswagen AG selain produsen mobil juga merupakan parent company dari tidak hanya satu, tapi empat brand mobil sport and luxury yaitu; Bugatti, Lamborghini, Porsche, dan Bentley. Jadi pada dasarnya mereka lah yang memiliki keempat pabrikan mobil sultan ini.

Mengapa Volkswagen menjual mobil-mobil sultan ini, yang sekilas berlawanan dengan visi awal pendiriannya? Well dari beberapa informasi yang saya peroleh, alasannya adalah sebagai berikut;

Pertama, memperluar segmen pasar. Hadirnya segmen sport and luxury di Volkswagen group menciptakan segmen baru yang kecil namun memiliki permintaan yang stabil, segmen ini relatif kebal terhadap kondisi ekonomi. Orang-orang yang berada pada segmen ini lebih peduli pada selera subjektif daripada harga, kepraktisan, efisiensi bahan bakar, dan hal-hal yang pada umumnya menjadi pertimbangan pada pembelian sebuah mobil. Pada dasarnya Volkswagen saat ini menjangkau semua segmen otomotif mulai dari motor dan kendaraan ringan sampai bus dan truk, mulai dari mobil penumpang dan komersial sampai ultra luxury car, dan dari komponen hingga ke financial service.

Cuan. Volkswagen sebagai sebuah grup holding yang membawahi 14 brand mobil dan empat di antaranya bisa dikategorikan sebagai mobil sultan karena harganya yang muahaal serta ekslusifitasnya yaitu; Bugatti, Lamborghini, Porsche, dan Bentley. Dari Porsche dan Bentley saja sudah berperan atas 38 juta euro dari 250 juta euro penjualan mobil  Volkswagen Group pada tahun 2019, belum lagi menghitung pendapatan operasional dan layanan finansial dari dua brand ini. Oh ya dan ini baru dua dari empat brand sultannya Volkswagen, masih ada Bugatti dan Lamborghini.

Penjualan mobil dari keempat brand ini memang tidak banyak, total hanya sekitar 273 ribu dari hampir 11 juta mobil yang dijual pada tahun 2019. Namun segmen mobil sultan ini selain harganya jauh lebih mahal juga memberikan profit margin yang lebih besar. Sebagai perbandingan, Lamborghini mencatat keuntungan 5.200 dolar per mobil, sedangkan Volkswagen ‘hanya’ mendapat 850 dolar per mobil –atau 2,9% margin. Porsche bahkan mencatat laba yang lebih besar yaitu 23.000 dolar per mobil atau 18% margin dan Bentley sedikit lebih rendah 20.000 dolar per mobil.

Pamer teknologi. Masuknya brand mobil sport and luxury ke dalam Volkswagen bertujuan memperkuat penguasaan teknologi dan inovasi. Dengan memproduksi mobil sport berperforma tinggi Volkswagen juga menunjukkan kepada dunia sejauh mana kemajuan teknologi dan inovasi otomotifnya. Hal ini juga penting untuk persepsi publik. Adanya brand mobil sport and luxury di bawah Volkswagen Group juga memunculkan gengsi dan prestis pada segmen mobil kelas menengah Volkswagen, serta meningkatkan persepsi dan penilaian publik terhadap brand Volkswagen.

Keunggulan kompetitif. Semua hal di atas menjadi keunggulan dan modal Volkswagen dalam persaingan di dunia otomotif. Volkswagen hadir di seluruh pasar dunia dan produknya menjangkau semua sektor serta penguasaan teknologi dan layanan finansial yang dimiliki Volkswagen menempatkan Volkswagen sebagai salah satu pemimpin persaingan otomotif dunia.

Nah sementara sampai disini dulu kisah tentang Volkswagen, pabrikan mobil rakyat yang menjual mobil sultan. Menurut kalian apa alasan lain Volkswagen menjual mobil sultan? Silahkan berbagi di kolom komentar. Salam.

-hp-

Sumber gambar:

  • https://interestingengineering.com/the-volkswagen-beetle-you-gotta-love-the-bug
  • https://www.handelsblatt.com/english/companies/handelsblatt-explains-how-vw-rose-so-high-and-fell-so-low/23570650.html?ticket=ST-8538827-dnk2VBkRCCiKVcgh1aXU-ap5
  • https:www.autocar.uk/slideshow/pictures-how-they-make-bugatti-chiron

Referensi

  • From the Beetle to a Global Player. Volkswagen Chronicle. 2015
  • Volkswagen Annual Report 2019
  • motorauthority.com/news/1090892_porsche-makes-more-money-per-car-than-audi-bentley-or-lamborghini
  • Bye, bye, Beetle – Farewell to a design icon (Volkswagen News, youtu.be/nt9Cqsr5DME)
  • Bugatti Chiron Sport 2019 (Otodriver, youtu.be/Br-7GWp77mo)


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Hamzah Prasetyo

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap