Pesan Moral Dalam Serial Naruto Shippuden


Pesan Moral Dalam Serial Naruto Shippuden 1

Sudah hampir 4 tahun semenjak serial anime Naruto terakhir di rilis. Namun hingga saat ini pembicaraan mengenai serial ini masih ramai di sana-sini. Salah satu sebab utamanya adalah serial ini tidak hanya memberi para penggemarnya sebuah tontonan saja. Melainkan banyak pesan moral yang sangat berkesan di hati para penggemarnya.

Serial Naruto ini mengisahkan tentang perjalanan seorang anak di desa ninja bernama Konoha. Ia bercita-cita untuk menjadi pemimpin desa meski dengan berbagai keterbatasannya. Pada akhirnya Naruto berhasil mendapatkan apa yang ia mimpikan semenjak kecil.

Dan dalam perjalanan Naruto dalam menggapai cita-citanya tersebut tentu banyak pesan-pesan moral yang sangat menarik dan berkesan di hati para penggemarnya. Pesan moral apa sajakah yang bisa kita ambil hikmahnya? Mari kita ulas satu persatu dibawah ini!

1. Setiap orang membutuhkan pengakuan

Pesan Moral Dalam Serial Naruto Shippuden 3

Banyak pesan moral mengenai pengakuan dari orang lain tersebut. Kita bisa melihat dalam berbagai karakter dalam serial ini. Ambil saja contoh karakter utamanya, yakni Naruto sendiri. Pada mulanya ia merupakan orang yang dibenci oleh seluruh penduduk karena ada monster yang tersegel dalam tubuhnya. Ia juga merupakan anak yang terkenal bodoh dan nakal.

Sifat-sifat tersebut kemudian menumbuhkan rasa bahwa ia juga butuh pengakuan dari orang lain. Ia juga ingin dianggap sebagai orang yang kuat, orang yang mampu berbuat bagi banyak penduduk desa. Sifat semacam tentu sangat alamiah sekali sebagai seorang manusia dalam dunia nyata. Konon sifat pengakuan ini karena pencipta Naruto, Masashi Khisimoto yang juga ingin mendapat pengakuan di dunia sebagai seorang mangaka yang ulung. Artinya ia menyampaikan pesan dirinya sendiri melalui karyannya.

2. Sahabat sejati adalah mereka yang mau berbagi dan berkorban

Pesan Moral Dalam Serial Naruto Shippuden 4

Cerita tentang persahabatan juga sangat kental dalam serial ini. Kisah persahabatan Naruto dan Sasuke, Ino dan Sakura, Gaara dan Naruto, Jiraiya dengan Orochimaru, atau bahkan antara Hashirama dengan Uchiha Madara. 

Meskipun mereka kemudian berbeda pendapat dan bermusuhan, namun kemudian mereka tersadarkan oleh aura persahabatan yang mereka miliki. Bahkan Uchiha Madara yang sepanjang hidupnya membuat kekacauan pun pada akhirnya sadar jika Hashirama merupakan sahabat terbaiknya. Bahkan di akhir hayatnya, Madara berjanji untuk minum teh bersama di alam baka.

3. Cinta itu memang buta

Pesan Moral Dalam Serial Naruto Shippuden 5

Hinata yang memiliki wajah rupawan mencintai Naruto yang bodoh, nakal dan ditakuti banyak orang. Ia memilih memperhatikan Naruto yang memiliki kesan tersendiri untuknya. Ia memilih berbeda dengan tak memperhatikan Sasuke yang waktu itu menjadi idola gadis-gadis lain seumurannya.

Cinta memang begitu adanya, bahkan didunia nyata sekalipun banyak terjadi hal yang sama. Seseorang bisa timbul rasa cintanya bahkan hanya dengan sebab yang kadang tak masuk akal. Kadang memang tidak bisa dinilai dengan logika dan akal sehat. Anda tentu merasakannya juga bukan?

4. Kasih orang tua takkan hilang sampai kapanpun juga

Pesan Moral Dalam Serial Naruto Shippuden 6

Kisah orang tua Naruto, Kushina dan Minato tentunya menjadi contoh paling mudah untuk kita ingat. Kedua orang tua ini rela mengorbankan nyawanya demi anaknya yang baru lahir. Mereka rela meninggalkan dunia dengan cita-cita besarnya dan mempercayakan kepada anak yang bahkan baru bisa menangis.

Rasa-rasanya menganggap orang tua kita pun tak jauh dari penggalan cerita tersebut. Meski kita takkan pernah tahu bagaimana perasaan orang tua kita jika telah meninggal. Namun berbagai bukti memang membenarkan perasaan kasih mereka tersebut. Meski ada sikap-sikap mereka yang kurang baik, itu mungkin karena mereka memiliki suatu alasan yang tak kita ketahui.

5. Setiap perjuangan yang tak mengenal lelah akan membuahkan hasil

Pesan Moral Dalam Serial Naruto Shippuden 7

Berjuang! Berjuang! dan Berjuang, itulah yang dilakukan Naruto untuk menggapai cita-citanya. Seorang anak yang pada masa kecilnya menjadi paling bodoh di kelas dan kemudian menjadi paling kuat di dunia tentu telah melalui perjuangan yang tak ringan. Dan itu dilakukan oleh Naruto.

Meski hanya sebuah cerita, namun pesan itu sangatlah dalam dan tentunya tidak jauh berbeda dengan apa yang ada di dunia nyata. Berjuang sekuat tenaga meski dengan berbagai keterbatasan kelak akan membuahkan hasil yang maksimal. Memang tak ada sesuatu yang instan, namun dengan melalui proses yang panjang dan perjuangan pantang menyerah, tidak ada yang tidak mungkin terjadi.

Nah itulah 5 pesan moral yang bisa kita ambil sebagai pelajaran di dunia nyata. Selain pesan-pesan diatas, serial Naruto ini jika diperhatikan dengan seksama masih meninggalkan berbagai pesan lain yang bisa kita ambil hikmahnya. 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Elang

   

Semenjak lama suka menulis, kemudian mencoba untuk menuangkannya melalui media sosial atau blog. Sekarang sedang merawat blog di http://tanimillenial.com

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap