Pilkada Serentak di Tengah Pandemi, Bagaimana Pendapatmu?


Pilkada Serentak di Tengah Pandemi, Bagaimana Pendapatmu? 1

Pilkada serentak yang akan tetap digelar pada bulan Desember di tengah pandemi Covid-19 telah mendapat penolakan yang banyak dari masyarakat, dan organisasi keagamaan seperti PBNU dan Muhammadiyah yang tegas menolak pilkada serentak di tengah pandemi.

Akan tetapi, entah mengapa pandemi tetap saja digelar tanpa memperhatikan saran dan masukan dari masyarakat, ahli maupun para ulama yang tergabung dalam PBNU dan Muhammadiyah. Ini jadi preseden buruk tentunya buat pemerintah sehingga kepercayaan publik akan jadi luntur.

Bagaimana pendapat kalian atau anda mengenai pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19 ini?. Apakah setuju atau tidak setuju?. Kalau saya pribadi tidak setuju pilkada digelar pada bulan Desember tahun ini, padahal penyebaran virus Covid-19 masih saja merebak dan mengancam keselamatan.

Masih banyak waktu lain yang bisa digunakan dalam menggelar pilkada agar partisipasi publik makin meningkat sehingga demokrasi kita makin terjaga dan makin berjalan baik. Percuma menggelar pilkada serentak kalau alhasil masyarakat takut untuk mencoblos atau menentukan pilihan. Hal tersebut akan berdampak tingginya angka golput dan pemimpin yang terpilih hanya dipilih oleh sebagian orang saja atau tidak sesuai ekspektasi.

Apalah indahnya sebuah demokrasi kalau hanya sebagian orang saja yang berpartisipasi?. Pilkada serentak adalah pesta demokrasi rakyat, berarti rakyat bersukaria, berpesta dan berbahagia menantikan pemimpin yang dipilih oleh mereka sendiri.

Jika rakyat tidak bisa bersukaria menyambut pemimpin baru maka sama saja pilkada bukanlah pesta demokrasi rakyat tetapi pesta sebagian rakyat. Masyarakat Indonesia sudah menantikan keputusan untuk penundaan pilkada serentak sejenak. Kita menunggu penyebaran virus Covid-19 makin mereda dan menantikan vaksin Covid-19 didapat dan bisa disuntikkan kepada kurang lebih 174 juta masyarakat Indonesia.

Menggelar pilkada serentak di tengah pandemi bukanlah sesuatu yang biasa-biasanya saja tetapi sangat luar biasa dikarenakan selain memilih pemimpinnya, banyaknya aksi kecurangan pilkada seperti politik uang, ada lagi ancaman keselamatan yang harus ditanggung.

Oleh karena itu, suara menuntut pilkada serentak ditunda dulu bukanlah sesuatu yang politis maupun ada kepentingan semata tetapi kepentingan semua rakyat atau umat manusia.

Kesehatan tentu lebih penting dari sekedar politik praktis semata. Kesehatan dan keselamatan sudah kita sepakati diatas segalanya. Maka dari itu, layak bila banyak suara-suara menggema menolak menggelar pilkada di tengah pandemi Covid-19. Bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut?


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Juandi M

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap