Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan?

Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan?

saat ini menjadi perhatian seluruh dunia. Di sendiri menghasilkan 175 ribu ton per hari dan menjadi negara penyumbang terbesar ke-2 yang ada di sampai-sampai tersebut sudah bikin benua nya sendiri. cenderung memiliki reputasi yang buruk dari pecinta , itu berkaitan dengan fakta bahwa hanya 9 persen yang di . Menggunakan lebih sedikit merupakan tujuan nomor 1 untuk membantu planet ini.

Berbeda dengan , tidak akan kehilangan kualitasnya meskipun sudah berkali-kali di . Mari kita lihat siapa yang paling merusak , atau ?

Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan?

merupakan salah satu bahan yang paling populer untuk mengurangi , tapi apakah lebih baik dari ?

Untuk membuat , kita memerlukan pasir, iya pasir. Pasir yang digunakan pun bukan pasir sembarangan, bukan pasir dari gurun melainkan pasir dari dasar dan sungai. Mengambil pasir dari alam juga akan mengganggu ekosistem mengingat banyak mikroorganisme yang hidup di dasar yang juga merupakan makanan bagi biota . Selain itu, membuat pantai rentan terhadap banjir dan erosi.

Baca juga  Sampah Kecantikanmu Jangan Langsung Dibuang! Wajib Bawa Kesini!

Setiap tahun, 50 miliar ton pasir dikeruk untuk dibuat . Jumlah tersebut dua kali lipat lebih banyak dari jumlah pasir yang dihasilkan di sungai seluruh dunia. Pasir-pasir tadi diangkut dan dibawa untuk diperiksa lalu dileburkan di suhu 2600 hingga 2800 derajat Fahrenheit. Proses ini memakan banyak waktu, tenaga, dan sumber daya. Selain itu, untuk meleburkan pasir-pasir tadi juga menggunakan bahan bakar fosil, sehingga menimbulkan banyak polusi.

Rata-rata, untuk membuat 1 kg wadah membutuhkan energi sebesar 1,25 MJ. MJ (MegaJoule) adalah satuan energi yang setara dengan 1 juta joule

lebih berat dibanding dan mudah pecah, itu berarti jauh lebih banyak menghasilkan dari kendaraan mulai dari mengangkut bahan mentah hingga menjadi botol kaca dan membutuhkan lebih banyak biaya.

Kaca juga memiliki keunggulan dalam dan produksi kemasan, namun karena perbedaan berat yang sangat besar, dampak kaca terhadap jauh lebih besar terutama pada fase pengangkutan dan juga kaca membutuhkan waktu satu juta tahun untuk terurai dilingkungan. Kaca memiliki siklus yang panjang dan kaca tidak melepaskan zat kimia apapun, tidak keropos, tidak berinteraksi atau bercampur dengan yang ada didalamnya sehingga tidak mengubah rasa, aroma, dan kualitas. Jadi, sebaiknya gunakan kembali berulang kali dan pikirkan sebelum membuangnya.

Baca juga  Atasi Limbah dengan Tanaman Fitoremediasi & Prosesnya

Plastik

Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan?
Botol plastik kosong

Plastik memiliki reputasi yang buruk di mata banyak orang, meskipun memerlukan waktu untuk mengurangi pemakaian kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari. tapi seberapa buruk dampak dari plastik tersebut?

Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan?

Pertama, sebagian besar plastik berbahan dasar minyak bumi, sehingga bahan tersebut tidak bisa diperbarui. Selain itu, pengeboran minyak telah menimbulkan banyak masalah, mulai mengganggu ekosistem darat hingga . Minyak cenderung mengakibatkan tumpahan minyak yang mencemari tanah dan air.

Kedua, plastik juga mengeluarkan karbon dioksida saat pembuatan nya. Fakta nya, yang dihasilkan dari plastik pada tahun 2015 setara dengan 1,8 miliar metrik ton CO2. Sebagian pabrik yang memproduksi plastik juga menggunakan bahan bakar fosil.

Tidak seperti kaca yang saat didaur ulang tidak menurunkan kualitasnya, plastik justru saat didaur ulang akan menurunkan kualitasnya (downcycling). Downcycling adalah istilah yang digunakan untuk yang secara struktual tidak sekuat bahan aslinya, contohnya mendaur ulang plastik menjadi hiasan, karpet, dan lain-lain. Tapi, hal tersebut bisa dijadikan sebagai peluang usaha dan memiliki nilai ekonomi.

Baca juga  Zero Waste, Solusi Atasi Tumpukan Sampah Sejak Dari Rumah

Fakta lainnya adalah, kemasan plastik yang benar-benar didaur ulang kembali sangat sedikit. Di AS contohnya, hanya 9% plastik yang didaur ulang kembali. Padahal, kita telah menghasilkan 8,5 miliar ton plastik sejak produksi dalam skala besar. Sudah terbayang bagaimana dampak bagi ?

Plastik juga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Satu botol plastik membutuhkan 450 tahun lebih untuk terurai dilingkungan. Memang lebih singkat dibandingkan kaca, tapi plastik melepaskan bahan kimia beracun yang dapat merusak di sekitarnya, tidak seperti kaca yang tidak mengeluarkan zat kimia apapun.

Kesimpulan:

Kaca dan plastik sama-sama memiliki dampak bagi , hal yang bisa kita lakukan adalah berusaha mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan yang hanya sekali pakai. Memakai lalu membuangnya di tempat tidak lagi membantu, cobalah untuk memakai bahan yang bisa dipakai berulang kali. Bagaimana menurutmu, siapakah yang lebih baik bagi ? tulis dikolom komentar ya!

Sumber Referensi:

1. https://www.oberk.com/packaging-crash…
2. https://www.goingzerowaste.com/blog/which-is-better-for…
3. https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/me…
4. https://www.google.com/amp/s/nasional.o…
5. https://ecochain.com/story/case-st…
6. https://www.treehugger.com/glass-vs-pla…
7. https://www.google.com/amp/s/www….
8. https://tappwater.co/us/footprint-of-gl…

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Fathurrahman Al-Rasyid

   

Memikirkan kamu saja sudah berat, apalagi memikirkan hidup #bukanmain *lah kok jadi iklan rokok?