Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan?


Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan? 1

Sampah saat ini menjadi perhatian seluruh dunia. Di Indonesia sendiri menghasilkan 175 ribu ton sampah per hari dan menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar ke-2 yang ada di laut sampai-sampai sampah plastik tersebut sudah bikin benua nya sendiri. Plastik cenderung memiliki reputasi yang buruk dari pecinta lingkungan, itu berkaitan dengan fakta bahwa hanya 9 persen sampah plastik yang di daur ulang. Menggunakan lebih sedikit plastik merupakan tujuan nomor 1 untuk membantu planet ini.

Berbeda dengan plastik, kaca tidak akan kehilangan kualitasnya meskipun sudah berkali-kali di daur ulang. Mari kita lihat siapa yang paling merusak lingkungan, Plastik atau Kaca?

Kaca

Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan? 3

Kaca merupakan salah satu bahan yang paling populer untuk mengurangi sampah plastik, tapi apakah kaca lebih baik dari plastik?

Untuk membuat kaca, kita memerlukan pasir, iya pasir. Pasir yang digunakan pun bukan pasir sembarangan, bukan pasir dari gurun melainkan pasir dari dasar laut dan sungai. Mengambil pasir dari lingkungan alam juga akan mengganggu ekosistem mengingat banyak mikroorganisme yang hidup di dasar laut yang juga merupakan makanan bagi biota laut. Selain itu, membuat lingkungan pantai rentan terhadap banjir dan erosi.

Setiap tahun, 50 miliar ton pasir dikeruk untuk dibuat kaca. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih banyak dari jumlah pasir yang dihasilkan di sungai seluruh dunia. Pasir-pasir tadi diangkut dan dibawa untuk diperiksa lalu dileburkan di suhu 2600 hingga 2800 derajat Fahrenheit. Proses ini memakan banyak waktu, tenaga, dan sumber daya. Selain itu, untuk meleburkan pasir-pasir tadi juga menggunakan bahan bakar fosil, sehingga menimbulkan banyak polusi.

Rata-rata, untuk membuat 1 kg wadah kaca membutuhkan energi sebesar 1,25 MJ. MJ (MegaJoule) adalah satuan energi yang setara dengan 1 juta joule

Kaca lebih berat dibanding plastik dan mudah pecah, itu berarti kaca jauh lebih banyak menghasilkan emisi dari kendaraan mulai dari mengangkut bahan mentah hingga menjadi botol kaca dan membutuhkan lebih banyak biaya.

Kaca juga memiliki keunggulan dalam daur ulang dan produksi kemasan, namun karena perbedaan berat yang sangat besar, dampak kaca terhadap lingkungan jauh lebih besar terutama pada fase pengangkutan dan juga kaca membutuhkan waktu satu juta tahun untuk terurai dilingkungan. Kaca memiliki siklus yang panjang dan kaca tidak melepaskan zat kimia apapun, tidak keropos, tidak berinteraksi atau bercampur dengan produk yang ada didalamnya sehingga tidak mengubah rasa, aroma, dan kualitas. Jadi, sebaiknya gunakan kembali berulang kali dan pikirkan sebelum membuangnya.

Plastik

Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan? 4
Botol plastik kosong

Plastik memiliki reputasi yang buruk di mata banyak orang, meskipun memerlukan waktu untuk mengurangi pemakaian kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari. tapi seberapa buruk dampak dari plastik tersebut?

Plastik Vs Kaca : Siapa Mana Paling Berdampak Pada Lingkungan? 5

Pertama, sebagian besar plastik berbahan dasar minyak bumi, sehingga bahan tersebut tidak bisa diperbarui. Selain itu, pengeboran minyak telah menimbulkan banyak masalah, mulai mengganggu ekosistem darat hingga laut. Minyak cenderung mengakibatkan tumpahan minyak yang mencemari tanah dan air.

Kedua, plastik juga mengeluarkan karbon dioksida saat pembuatan nya. Fakta nya, emisi yang dihasilkan dari plastik pada tahun 2015 setara dengan 1,8 miliar metrik ton CO2. Sebagian pabrik yang memproduksi plastik juga menggunakan bahan bakar fosil.

Tidak seperti kaca yang saat didaur ulang tidak menurunkan kualitasnya, sampah plastik justru saat didaur ulang akan menurunkan kualitasnya (downcycling). Downcycling adalah istilah yang digunakan untuk produk daur ulang yang secara struktual tidak sekuat bahan aslinya, contohnya mendaur ulang plastik menjadi hiasan, karpet, dan lain-lain. Tapi, hal tersebut bisa dijadikan sebagai peluang usaha dan memiliki nilai ekonomi.

Fakta lainnya adalah, kemasan plastik yang benar-benar didaur ulang kembali sangat sedikit. Di AS contohnya, hanya 9% plastik yang didaur ulang kembali. Padahal, kita telah menghasilkan 8,5 miliar ton plastik sejak produksi dalam skala besar. Sudah terbayang bagaimana dampak bagi lingkungan?

Plastik juga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Satu botol plastik membutuhkan 450 tahun lebih untuk terurai dilingkungan. Memang lebih singkat dibandingkan kaca, tapi plastik melepaskan bahan kimia beracun yang dapat merusak lingkungan di sekitarnya, tidak seperti kaca yang tidak mengeluarkan zat kimia apapun.

Kesimpulan:

Kaca dan plastik sama-sama memiliki dampak bagi lingkungan, hal yang bisa kita lakukan adalah berusaha mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan yang hanya sekali pakai. Memakai lalu membuangnya di tempat sampah daur ulang tidak lagi membantu, cobalah untuk memakai bahan yang bisa dipakai berulang kali. Bagaimana menurutmu, siapakah yang lebih baik bagi lingkungan? tulis dikolom komentar ya!

Sumber Referensi:

1. https://www.oberk.com/packaging-crash…
2. https://www.goingzerowaste.com/blog/which-is-better-for…
3. https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/me…
4. https://www.google.com/amp/s/nasional.o…
5. https://ecochain.com/story/case-st…
6. https://www.treehugger.com/glass-vs-pla…
7. https://www.google.com/amp/s/www….
8. https://tappwater.co/us/footprint-of-gl…


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Fathurrahman Al-Rasyid

   

Memikirkan kamu saja sudah berat, apalagi memikirkan hidup #bukanmain *lah kok jadi iklan rokok?

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap