Platonic Relationship: Pertemanan Lawan Jenis Tanpa Perasaan Romantis, Mungkinkah?

Platonic Relationship: Pertemanan Lawan Jenis Tanpa Perasaan Romantis, Mungkinkah? 1

Ray dan Reina sudah berteman sejak SD kelas 4 hingga kuliah di semester 8 saat ini. Teman-teman mereka mengira mereka lebih dari teman alias pacaran karena keduanya sering berjumpa, pergi bersama, dan sangat dekat. Tetapi keduanya menyangkal adanya hubungan romantis diantara mereka dan hanya berteman saja.

Setelah membaca cerita di atas, mungkin anda bertanya dalam hati,

Tidak mungkin tidak ada perasaan romantis di antara mereka berdua.

Perdebatan ini sering sekali kita temui, di mana kebanyakan orang mengartikan ketika dua orang lawan jenis yang berteman pasti salah satunya menaruh perasaan romantis. Tetapi tidak jarang juga orang-orang yang mengakui bahwa hubungan mereka tidak lebih dari teman dan tidak menghubungkannya dengan perasaan romantis.

Platonic Relationship: Pertemanan Lawan Jenis Tanpa Perasaan Romantis, Mungkinkah? 3

Menurut Guerrero dan Chauez (2005) dalam jurnal yang berjudul “Relational Maintenance in Cross-sex Friendship Characterized by Different Types of Romantic Intent: An Exploratory Study.” mengemukakan salah satu pertemanan lawan jenis berdasarkan intensi romantis ialah Strictly Platonic atau Platonic yang kuat yang merupakan jenis relasi atau hubungan dimana seorang individu yang terlibat tidak ingin mengubah hubungan pertemanan menjadi hubungan romantis dan percaya bahwa individu yang lainnya juga tidak menginginkan hubungan romantis.

Ciri-Ciri Platonic Relationship

Nah, apa aja sih ciri-ciri atau karakterisik dari Platonic Relationship? Yuk, simak penjelasan di bawah ini ya!

1. Punya Batasan (Boundaries)

Platonic Relationship: Pertemanan Lawan Jenis Tanpa Perasaan Romantis, Mungkinkah? 4

Setiap hubungan biasanya punya batasan, termasuk Platonic Relationship. Dengan adanya batasan yang dibicarakan dan didiskusikan pada suatu hubungan pertemanan lawan jenis, menghindari timbulnya perasaan romantis karena sudah saling mengetahui batasan sebelumnya. Dengan adanya batasan ini membuat kedua pihak saling menghargai satu sama lain, mengerti bagaimana harus memberi respon interaksi yang terjadi diantara keduanya, serta sadar akan status hubungan mereka berdua. Bila batasan-batasan itu dilanggar, itu menandakan jenis hubungan tersebut bukanlah Platonic Relationship.

2. Kejujuran (Honesty)

Jenis hubungan ini didasari oleh motivasi yang jujur dari awal pertemanan bukan nafsu (lust). Berbagi pengalaman dan perjalanan hidup serta saling mempercayai membuat hubungan ini mampu saling jujur satu sama lain tentang sesuatu dan membuat hubungan pertemanan lebih sehat. Kejujuran ini jugalah yang mampu membuat hubungan seperti ini awet dan jauh dari konflik atau drama. Nah, bila hubungan ini didasari oleh lust (nafsu) dari salah satu pihak atau keduanya, hubungan ini bukanlah Platonic Relationship.

3. Saling Menerima

Platonic Relationship: Pertemanan Lawan Jenis Tanpa Perasaan Romantis, Mungkinkah? 5

Dengan adanya kejujuran tadi, hubungan ini membuat kedua pihak saling menerima dan tidak enggan menunjukkan jati diri masing-masing. Baik kelemahan dan kelebihan. Sehingga tidak ada paksaan atau tekanan dalam hubungan ini. Maka tidak heran bila keduanya pun menunjukkan hal-hal yang konyol saat bersama. Keduanya juga tidak akan segan-segan untuk memita tolong atau berbagi apapun kisah mereka masing-masing.

Jadi Platonic Relationship mungkin dan bisa terjadi pada pertemanan lawan jenis dengan syarat memiliki ciri-ciri di atas. Platonic Relationship yang terjadi pada hubungan lawan jenis ini memiliki kemungkinan berubah menjadi Romantic Relationship bila keduanya sepakat atau setuju menentang batasan yang mereka berdua sepakati saat dalam Platonic Relationship.

Setelah mengerti apa itu Platonic Relationship, bagaimana menurut kamu? Apakah kamu pernah mengetahui teman atau kerabatmu yang memiliki hubungan seperi ini? Atau apakah kamu sendiri pernah mengalami atau sedang berada dalam hubungan sejenis ini?

Terima kasih sudah membaca artikel ini, sampai jumpa di artikel selanjutnya!

 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

selviwrites