Polemik RUU Cipta Kerja – Apa Yang Sebenarnya Terjadi Didalam Komunitas Kita

Polemik RUU Cipta Kerja - Apa Yang Sebenarnya Terjadi Didalam Komunitas Kita 1

Masyarakat tidak suka pada perubahan yang tiba-tiba. Masyarakat tidak mau menerima perubahan semudah membalikan telapak tangan. Yang masyarakat ingin ketahui bukanlah efek jangka panjang dari pengesahan RUU, melainkan efek kehidupan yang sedang mereka jalani saat ini.

Ketuk palu sidang pada malam itu telah membuat semuanya turun ke jalan, mulai dari mahasiswa, kaum buruh, bahkan juga beberapa dari mereka melakukan pemogokan. Seruan terjadi di banyak titik di Indonesia, berharap UU kontroversial itu bisa di #JegalSampaiBatal.

Beberapa kepala daerah dengan sigap menampung aspirasi masyarakat di daerahnya dan mengirimkan penolakan kepada pemerintah pusat, akan tetapi sebagian lagi belum ada kejelasan, bahkan ketimpangan ini membuat anarkisme terjadi dibeberapa tempat, mulai dari blokade jalanan, pembakaran fasilitas umum, melempar kaca jendela kantor DPRD dengan batu, bahkan ketimpangan ini juga menarik anak sekolahan untuk turun ke jalanan. Bagaikan sebuah besi panas yang dicelupkan pada air es, pikiran masyarakat kita baru saja meluap-luap dengan perubahan kondisi yang tidak biasanya.

Setiap sentakan yang diberikan pemerintah akan memicu rakyatnya. Pemerintah tidak bisa menyangkal bahwa apa yang mereka lakukan akan membuat orang-orang turun ke jalan. Pemberitaan di seluruh negeri mengabarkan hal ini dan menjadi Headline News di setiap stasiun TV.

Tapi apa yang mereka lakukan ?,

 Mereka tetap mengesahkannya dengan harapan bahwa yang telah disetujui diam-diam akan diterima dan kemudian paham. Semua menginginkan kebaikan bagi negeri ini dan semuanya akan membela apapun yang mereka anggap benar dan dalam mencapai semua itu, tujuan kita semua sama dengan cara pandang yang berbeda.

Tanpa kita sadari semuanya memang harus berubah, karena zaman menuntut kita untuk segera menjalani hidup lebih cepat. Yang tidak sanggup akan ditinggal dan hal ini memainkan peranan penting dalam masyarakat kita yang notabene masih negara berkembang dengan kehidupan penduduk dari golongan kecil, menengah kebawah.

Perubaha itu sendiri kadang harus dipaksakan, untuk menuju kehidupan yang lebih baik, akan tetapi terkadang ekpektasi pemerintah tidak sesuai dengan realita yang ada, semuanya tidak berjalan apa adanya. Pemerintah luput menanggapi bahwa diperjalanan perubahan ini akan banyak penyelewengan, eksploitasi tenaga kerja, pengrusakan lingkungan, walaupun semuanya dari hal positif dan negatif itu berjalan beriringan.

Resiko yang dihadapi akan terlalu besar dan dampaknya akan lambat dirasakan oleh kaum pengusaha dan kaum berjois lainnya. Justru rakyat kecil adalah akar yang menerima semua peerubahan ini terlebih dahulu. Semuanya meresap dari bawah.

Akankah pemerintah menjadi bunga yang mekar dan bermandikan sinar matahari ? membiarkan rakyatnya bagaikan akar yang hidup dan membusuk di kegelapan ? (qns).

Begitulah yang sedang terjadi didalam komunitas kita hari ini, semua kecewa pada perubahan yang manfaatnya lama untuk dirasakan, dan hanya menyisakan kepedihan luka dihati setiap orang-orang kecil yang hidup dijalanan. Orang-orang kecil yang paling mendapatkan dampak buruk dari UU Cipta Kerja ini akan menjadi golongan masyarakat pertama yang terlunta-lunta dengan kerasnya hidup di jalanan. Golongan bawah menjadi semakin hidup tanpa kejelasan dan kepastian.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.