Potensi Pasar Modal Indonesia Di Era Pandemi

Potensi Pasar Modal Indonesia Di Era Pandemi 1

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) terjadi pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Pada tanggal 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan bahwa terjadi kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya. Kemudian, di tanggal 7 Januari 2020, China mengidentifikasi kasus tersebut sebagai jenis baru Coronavirus. Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.

Akibat pandemi banyak perubahan yang terjadi seperti larangan untuk berkumpul dengan banyak orang, aturan untuk memakai masker, dan harus menjaga jarak satu dengan yang lain. Pemerintah juga memberi perintah agar semua kegiatan seperti sekolah hingga perkantoran menerapkan sistem online serta anjuran untuk stay at home.

Kebijakan untuk di rumah saja membuat masyarakat merasa jenuh sehingga mendorong mereka mulai mencari kegiatan atau hobi baru untuk mengisi waktu, salah satunya yang sedang trend saat ini adalah industri pasar modal. Pandemi seakan menjadi momentum tersendiri bagi dunia pasar modal Indonesia, hingga muncullah istilah “Investor angkatan Covid- 19”.

Eksistensi pasar modal semakin melejit terutama di masa pandemi. Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah single investor identification (SID) mengalami peningkatan 31,11 persen dari posisi akhir 2020 yakni mencapai mencapai 5.088.093 investor. DI Indonesia setiap harinya tercatat rata-rata nilai transaksi saham sekitar 13 triliun. Sebanyak 47,57% investor didominasi dari kalangan generasi milenial atau berusia di bawah 30 tahun.

Selain itu, pada kamis (14/10) Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,36% menjadi 6.626. Ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda. Angka tersebut bahkan mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Dari fakta-fakta diatas membuktikan bahwa potensi pasar modal di Indonesia pasca pandemi akan masih sangat besar. Lewat investasi di produk pasar modal kita mengambil bagian membantu perekonomian negara dan salah satu cara terhindar dari inflasi. Berinvestasi di produk pasar modal akan membuat uang bekerja untuk kita. Artinya kita tidak perlu menghabiskan waktu bekerja seumur hidup karena kita telah mempersiapkan aset untuk masa tua.

Sayangnya walaupun memiliki banyak manfaat, investasi di produk pasar modal masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat indonesia. Banyak yang menafsirkan bahwa produk pasar modal seperti saham sama dengan judi, riba dan haram. Padahal secara sederhana saham dapat didefinisikan sebagai bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan artinya saham tidak sama dengan judi.

Kemampuan literasi keuangan yang tidak baik menjadi pemicu kekeliruan persepsi publik. Padahal, Informasi mengenai pasar modal mudah didapatkan. mulai dari banyak akun media sosial yang fokus membahas produk-produk pasar modal hingga kursus-kursus online yang dibimbing langsung oleh para mentor ahli di industri pasar modal.

Proses pembuatan akun sekuritas pun dapat dilakukan secara online. Nasabah hanya perlu menyediakan KTP dan NPWP jika ada. Bahkan, di beberapa aplikasi sekuritas minimum investasinya hanya Rp. 1.

Penulis sebagai kaum muda berpendapat bahwa persoalan tentang perspektif masyarakat yang salah haruslah segera dibenahi dengan cara peningkatan literasi keuangan, bisa melalui sosialisasi secara langsung atau mulai memasukan materi pasar modal ke dalam mata pelajaran sekolah.

Jika di perhatikan pendidikan Indonesia saat ini belum fokus untuk memberikan edukasi betapa pentingnya sebuah investasi di bidang keuangan, untuk itu sudah seharusnya mulai dari sekolah dasar hingga perkuliahan di bekali ilmu tentang keuangan terutama di produk pasar modal sehingga generasi mendatang terutama di pasca pandemi Covid -19 mulai melek dunia pasar modal Indonesia agar mencetak lebih banyak investor lokal terutama di kalangan generasi muda.

Membeli produk pasar modal memang beresiko besar untuk jangka pendek, namun tidak membeli produk pasar modal beresiko besar untuk jangka panjang. Maka dari itu, marilah kita sama-sama mengambil bagian dalam memajukan pasar modal Indonesia.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Edelin