PPKM Ala Kapel Twitter

PPKM Ala Kapel Twitter 1

Pasangan? Couple? Kapel ajalah ya nyebutnya. Adalah sebuah hubungan yang diresmikan dengan sebuah pengungkapan dan persetujuan antara pihak cowok dan cewek. Kapel ini pada dasarnya sudah kodrat sebagai manusia, dimana ketika ia diciptakan pasti punya kapelnya masing-masing, entah dalam proses nemuinnya cepat atau lambat.

Kapel kalau kita mau identikkan lagi, tersebar dimana-mana. Dari dunia nyata hingga dunia virtual, kadang kapel ini menampakkan eksistensinya hingga membuat para jomblo agak salty. Ups… Maaf hehehe!

Kalau di dunia nyata, kita pasti tahu lah ya para kapel melakukan interaksi dan proses komunikasi dengan cara dan gaya seperti apa. Semua punya keunikan masing-masing.

Tapi, dengan datangnya si COVID-19 yang menyerang seluruh dunia hingga menyebabkan pandemi, membuat interaksi dan komunikasi kita di dunia nyata menjadi hilang hampir 60%. Semuanya dilakukan melalui virtual, mulai dari aktivitas belajar, mengajar, cari tambahan cuan, sampai silaturahmi hari raya.

Bukan tanpa sebab, hal ini juga dikarenakan adanya kebijakan untuk lockdown atau (yang diplesetin sama pemerintah) jadi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) . Kalau sekarang sih yang lagi populer PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), bahkan ada konsep next levelnya loh, jangan salah!

Lantas, gimana nasib para kapel-kapel ini? Ya interaksi dan komunikasinya virtual juga, dong! Paling sesekali doang ketemuan langsung, itupun pada saat kalau vaksinasinya di hari yang sama. Berasa dipingit, ya!

Kita semua pasti pernah mendengar pepatah “Semakin susah keadaan, maka membuat kita semakin kuat”. Begitupun para kapel zaman now. Keadaan yang semakin terbatas pun membuat mereka menjadi semakin kreatif dan berinovasi dalam menjalin aktivitas membucin sebagai bentuk untuk mengungkapkan kasih sayang. Dari mulai chatting dengan gaya sweet, saling bertukar kabar, video call secara online, dan sebagainya.

Ada satu aktivitas para kapel yang sedang ramai di jagat dunia virtual baru-baru ini, utamanya di Twitter. Sebagai ketaatan pada kebijakan pemerintah yang meghasilkan kreativitas, mereka menerapkan PPKM sebagai bentuk interaksi dan komunikasinya kepada kapel masing-masing. Iya, PPKM. Tapi PPKM ala mereka punya arti “Pasang Profil Kapel Mu”.

PPKM Ala Kapel Twitter 3

Hah? Gimana maksudnya? Itukan sudah hal biasa yang sering dilakuin sama para kapel bahkan sebelum pandemi. Wait oke, jangan demo dulu atau buru-buru bikin petisi atas dasar keambiguan PPKM dari sudut pandang para kapel ini.

Jadi, mereka menggunakan foto profil, yang mana foto profil tadi adalah wajah mereka sendiri yang sudah dipasang dan diedit menggunakan twibbon-twibbon yang tersedia di Twitter. Masih bingung? Oke mari kita simak beberapa tahapan yang perlu dilalui untuk realisasi PPKM ala kapel agar bentuk ungkapan kasih sayang ke kapelnya dapat tersampaikan, sembari membaca beberapa penjelasan berikut:

1. Memastikan Kapelnya sedang Online di Twitter

Kita semua tahu kalau generasi sekarang suka banget ngikutin trend yang lagi viral. Kalau sudah habis masa waktu viralnya, yaudah skip aja. Dengan memastikan kapel mereka masing-masing sedang online di Twitter, maka mereka merasa bisa mengikuti arus trend pada timing yang tepat. Bahasa gampangnya, biar gak basi aja gitu.

2. Memilih Twibbon yang Disukai

Konteks foto profil kapel yang sedang trend di Twitter sekarang ini bukan tentang memakai foto yang sama, bukan. Tapi, tetap memakai wajah masing-masing di akun sendiri, tapi diedit menggunakan twibbon yang sama dengan kapelnya.

PPKM Ala Kapel Twitter 4

Ungkapan “netizen itu jahat” tidak sepenuhnya berlaku sebenarnya jika kita mengulik lebih dalam. Pasti masih ada netizen baik di dunia virtual, salah satu contohnya ada aja nih netizen yang menyediakan twibbon-twibbon yang bisa dipakai gratis oleh siapa aja. Ada banyak pilihannya, mulai dari kapel dinosaurus yang sedang narik ekor, kapel beruang yang sedang iseng, kapel kembar bersaudara, kapel monster yang lempar-lemparan api, banyak pokoknya.

3. Memasang Wajah Masing-masing pada Twibbon

Kalau sudah melalui tahap kesepakatan bersama dengan dasar musyawarah untuk pemilihan twibbon yang mau dipakai, sekarang saatnya meng-klik link yang tertera pada twibbon yang ada. Tinggal pilih foto wajah sendiri, pasang pada twibbon, dan klik ‘unduh foto’ agar foto yang sudah dipasang twibbon dapat tersimpan pada galeri pribadi.

4. Pasang Menjadi Profil Twitter

Of course, ini adalah tahapan krusial sebagai langkah pembuktian cinta, maupun kasih sayang. Para kapel akan memasang foto profil dari hasil pemasangan twibbon. Nantinya, twibbon kapel yang terbagi dua ini seolah-olah punya makna kalau foto mereka dijadikan satu, akan terbentuk foto yang sedang melakukan sebuah aktivitas, seperti sedang narik ekor kapelnya, bermain lempar-lemparan api, dan sebagainya.

PPKM Ala Kapel Twitter 5

Pertanyaan yang sedikit mengganjal mungkin adalah, “Apakah para jomblo berpartisipasi dalam trend PPKM ini juga?” Oh, tentu saja mereka ikut berpartisipasi dalam selebrasinya. Yaa… Walaupun di plesetin sedikit dengan mengajak sesama jomblo lainnya, entah teman atau saudaranya.

PPKM Ala Kapel Twitter 6

Dalam pelaksanaan PPKM, alias “Pasang Profil Kapel Mu” di Twitter ini memang unik. Kita menjadi tahu bahwa untuk mengungkapkan kasih sayang dan kepedulian kepada kapel kita tidak memiliki batasan. Hanya dengan hal kecil seperti melaksanakan PPKM, dapat menjadi kenangan tersendiri bersama kapel. Meskipun hanya menjadi trend dan viral sementara yang nantinya akan lekang oleh waktu, tidak ada salahnya mencoba trend ini. Karena bahagia tidak ada yang sia-sia.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Putri Ay