Pra-Piala Asia 2023: Harapan Besar Indonesia Memupus Yordania


Pra-Piala Asia 2023: Harapan Besar Indonesia Memupus Yordania

Tim nasional Indonesia menghadapi Yordania dalam kualifikasi Piala Asia 2023.

Harapan besar kini diemban skuad Shin Tae-yong (STY) untuk mengulangi kemenangan.

Pasukan Garuda sebelumnya mengalahkan tuan rumah Kuwait 2-1 di pertandingan pertama, Rabu (8/6).

Laga kedua kembali dipanggungkan di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Kuwait City, Minggu (12/6) dini hari WIB.

Pasukan Garuda menantang tim terkuat di Grup A berperingkat 91 FIFA.

Rekor pertemuan kedua tim mengunggulkan Yordania, yang menang terus dari empat laga.

Namun, Indonesia dikalahkan dengan defisit gol 2-12 semuanya bukan di kompetisi resmi, hanya pertandingan uji coba.

Yordania terakhir tampil di kompetisi resmi hanya tujuh bulan silam, di perempatfinal Arab Cup, versus Mesir dan kalah 1-3, pada 11 Desember 2021.

Sementara itu, tujuh bulan terakhir, perfoma Garuda cukup perkasa. Asnawi Mangkualam dkk 13 kali tanpa terkalahkan kecuali lawan Thailand di leg pertama final Piala AFF 2020 pada 29 Desember 2021.

Di tangan dingin STY, Indonesia mencatat 9 kemenangan, 4 seri, dan 4 kalah.

Sedangkan dilatih Adnan Hamad, Yordania hanya 4 kali menang di ajang resmi dan menderita 5 kekalahan, tak pernah bermain seri.

Tulang punggung Yordania mayoritas bermain di liga asing sebanyak 12 nama atau 52,2 persen ketimbang Indonesia yang lebih mengandalkan produk domestik dengan hanya lima pemain berkiprah di luar negeri.

Sebaliknya stamina Indonesia jelas lebih kuat terlihat dari rerata usia pemain 23,6 dibandingkan Yordania 28,2 tahun.

Bukan tanpa kelemahan, Yordania hanya menang 2-0 atas tim terlemah, Nepal. Taktiknya lebih banyak bertumpu pada alur serangan yang dikreasi Baha’ Abdel-Rahman.

Kapten kesebelasan, 35 tahun, itu bermain di Selangor FC, klub Malaysia.

Berposisi sebagai gelandang serang, gaya main Baha’ mirip kapten Kuwait Bader Al-Mutawa.

Seperti Kuwait juga, tempo permainan yang dikembangkan Yordania tampak lambat seirama dengan stamina uzur Baha’.

Baha’ lebih sering menyalurkan umpan melebar ke sayap kanan daripada ke sayap kiri, sehingga banyak berfungsi menjadi gelandang serang di sisi kanan.

Yordania memainkan skema 4-2-3-1 dengan menipu Nepal.

Perintah khusus di pertandingan pertama terlihat memanfaatkan keunggulan postur tubuh mereka.

Umpan bola-bola silang melambung tinggi mendominasi cara Yordania menguasai permainan.

Musa Al-Taamari, kartu As yang memperkuat klub Belgia OH Leuven, ditempatkan lebih ke dalam.

Dari pelbagai variasi serangan yang ditunjukkan saat melawan Nepal, Musa dan Baha’ selalu berkombinasi, bertukar posisi, lari keluar-masuk, untuk mengacaukan konsentrasi barisan pertahanan lawan.

Di sayap kiri, kombinasi Ahmed Samir dan Yazan Al Naimat mengerjakan pola yang sama, walaupun kurang lancar.

Hanya setelah striker seken Mohammed Abu Zreik diganti Mahmoud Al Mardi di menit ke-61, Yordania berhasil membongkar gawang Nepal.

Tim berjuluk Chivalrous cukup sabar menyerang kendati baru mencetak gol di menit ke-67.

Barisan pertahanan Indonesia harus bisa mengantisipasi skema serangan sayap Yordania yang selalu berulang itu-itu melulu.

STY tetap bisa memasang skema 5-3-2 mengulang strateginya ketika membekap Kuwait.

Namun, Elkan Baggot perlu ditugasi ekstra buat mengawasi gerakan tanpa bola penyerang Yordania yang masuk dari lini kedua.

Aliran serangan yang akan lebih banyak mengancam gawang Nadeo Argawinata seperti teknik “bola ketiga” dalam bermain pingpong

Pemain pertama Yordania seolah-olah melakukan servis berbentuk umpan melebar pendek atau panjang, kemudian bola dikembalikan oleh pemain kedua.

Gambarannya seakan serangan itu batal menusuk karena guliran bola mundur lagi.

Tapi sampai di sini, siapapun pemain Indonesia yang berjaga di zona paling dekat dengan bola hendaknya jangan lengah.

Bola kembalian itu akhirnya mereka manfaatkan menjadi umpan mematikan ke garis belakang.

Pengumpannya terkadang pemain pertama tadi atau pemain ketiga yang muncul tiba-tiba.

Resep tim Merah-Putih untuk mengimbangi Yordania dapat berupa umpan-umpan variatif pendek-pendek, sesekali panjang.

Bola perlu banyak dialirkan lewat ruang tengah karena kebanyakan pemain lawan berposisi di sisi-sisi luar lapangan.

Mereka akan merapatkan barisan seperti teknik payung kuncup, mengepung secara serentak.

Dua-tiga pemain sekaligus bergerak ke tengah lapangan, mengurung lawan, di mana pun bola yang hilang dari penguasaan mereka.

Saddil Ramdani jelas memainkan peranan kunci. Kemampuannya mendribel, menahan bola lama di kakinya, akan memberi rekan-rekan setimnya waktu jeda untuk mengambil napas mengatur stamina di tengah sengatan cuaca panas 40 derajat Celcius di stadion.

Timnas Indonesia akan melakoni laga kontra Yordania pada gelaran AFC Asian Cup Qualifiers 2023. Foto: Instagram PSSI

Kecepatan Irfan Jaya pasti menyulitkan pertahanan Yordania seandainya umpan-umpan matang dia terima.

Stefano Lilipaly sebagai striker palsu sudah bermain tulus, mau berbagi, dan tidak egois di pertandingan sebelumnya.

Koneksi trio Saddil-Lilipaly-Irfan harus stabil dalam mode berlari kencang secara acak sejak menit pertama.

Pasalnya, start Yordania terhitung lamban. Fans Garuda kemungkinan dapat menyaksikan gol cepat diciptakan Indonesia duluan.

Kemenangan akan memastikan langkah timnas ke putaran final Piala Asia 2023. Prediksi skor Indonesia versus Yordania 3-1.