Produktif ditengah Pandemi dengan Bercocok Tanam Cabai

Produktif ditengah Pandemi dengan Bercocok Tanam Cabai 1

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini tentunya membuat sebagian masyarakat jenuh dan bosan. Beberapa dari mereka juga merasa khawatir akan munculnya varian baru dari mutasi virus Corona atau SARS-CoV-2. Saat ini beberapa varian baru yang sudah teridentifikasi antara lain varian Alpha, Beta, Gamma dan Delta.

Melihat keadaan yang terkadang dapat membuat kita merasa stress ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan agar kita tidak jenuh dan tetap produktif. Kegiatan yang dapat kita lakukan salah satunya adalah bercocok tanam. Bercocok tanam tidak harus dilakukan dilahan yang luas, bahkan di rumah kita juga bisa bercocok tanam. 

Niat menjadi kunci utama jika seseorang ingin melakukan kegiatan bercocok tanam, dari mulai kita menanam, merawat tanaman dan memanen semuanya harus dilakukan dengan kondisi hati yang baik dan sabar. 

Tanaman yang dapat kita tanam bisa berupa tanaman hias, sayur dan buah. Hal tersebut sesuai dengan keinginan kita. Salah satu tanaman yang dapat ditanam yaitu Cabai. Cabai merupakan tanaman yang termasuk dalam genus Capsicum. Tanaman cabai dapat tumbuh di dataran tinggi ataupun dataran rendah.

Tanaman Cabai
Tanaman Cabai

Ketika akan menanam cabai kita juga harus memperhatikan keadaan tanahnya dimana cabai sangat menyukai tanah yang kaya akan humus, gembur dan sarang serta tidak tergenang air. Ketika proses penyiraman kita tidak boleh terlalu banyak memberi air. Meskipun tergolong mudah tetapi kita harus merawat tanaman cabai agar tehindar dari organisme pengganggu tanaman salah satunya hama kutu kebul ( Bemicia tabaci ).

Kutu kebul ini nanti dapat menjadi vektor ( penular ) penyakit cabai yaitu virus kuning. Bagian yang biasanya diserang yaitu bagian bawah daun dan batang. Kerusakan yang diakibatkan antara lain membuat tanaman cabai kerdil, susah berbuah dan daunya mengeriting kuning. 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kutu kebul ini yaitu dengan melakukan pengecekan rutin terhadap tanaman cabai, menggosok bagian daun yang ada kutu kebulnya dengan sikat gigi bekas yang diberi air. Selain itu dapat menggunakan insektisida yang diibeli di toko pertanian.

Kita juga dapat melakukan pemupukan pada cabai agar cepat berbuah lebat. Pupuk kompos menjadi alternatif yang bagus untuk tanaman cabai. Pupuk kompos dapat diberikan langsung ke pot/polybag tanaman tersebut.

Setelah beberapa tahapan penanaman, tanaman cabai siap dipanen. Tanaman cabai biasanya dapat dipanen setelah 2 – 3 bulan sejak bibit ditanam. Ketika kita memanen kita tidak boleh sembarangan memetik cabai supaya tidak merusak tanaman tersebut. Panen dapat dilakukan ketika pagi hari dengan memetik batang buah tanaman cabai. Buah yang dipanen adalah buah yang benar-benar tua dengan ciri berwarna merah, hijau kemerahan atau hitam kemerahan.

Cabai setelah dipanen
Cabai setelah dipanen

Bagi pecinta rasa pedas tentu sangat cocok menanam cabai dirumah, selain dapat dikonsumsi sendiri dengan dijadikan bahan baku untuk memasak. Adapun alternatif lain yaitu tanaman cabai ini juga bisa dijual, hal tersebut dapat terlihat dari tingginya minat konsumen yang terkadang membuat harga cabai meroket. Jadi bagaimana menarik bukan bercocok tanam cabai?.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Dian Anggun W