Profil Genta KDI 2 Ramai Dicari, Tutup Usia Akibat Komplikasi Diabetes

Puji Rahayu

Profil Genta KDI 2 Ramai Dicari, Tutup Usia Akibat Komplikasi Diabetes

Profil Genta KDI 2 saat ini sedang ramai dicari. Banyak yang merasa penasaran dengan kiprahnya di dunia musik sebelum tutup usia pada 7 Maret 2026. Kepergiannya rupanya karena penyakit yang telah lama ia derita.

Genta mengalami komplikasi diabetes dan dinyatakan meninggal dunia di RSUD Balaraja. Bukan hanya keluarga dan penggemar yang merasa kehilangan, melainkan juga siapapun yang mengenalnya. Terlebih lagi, ia termasuk jebolan KDI yang multitalenta.

Profil Genta KDI 2 2005

Genta itu sendiri memiliki nama lengkap Ahmad Subada Gentar. Ia lahir di tahun 1985. Pada tahun 2005, ia memulai kariernya sebagai salah satu peserta KDI 2.

Selain terkenal sebagai penyanyi dangdut, ternyata Genta juga piawai di berbagai bidang. Mulai dari penulis lagu, guru vokal, produser, penyiar radio, music director, aktor sampai dengan sutradara. Bakat inilah yang membuatnya banyak penggemar maupun rekan.

Perjalanan Karier

Untuk perjalanan kariernya, ia menggunakan ajang KDI 2 sebagai batu loncatan. Di ajang tersebut, profil Genta KDI 2 memang tidak bisa masuk ke 3 besar. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuatnya berkecil hati atau patah semangat. Hal ini karena ia termasuk jajaran penyanyi dangdut populer dalam ajang tersebut.

Tak hanya di musik dangdut, Genta juga aktif bergelut dalam musik pop sampai jazz. Suaranya yang khas membuatnya cocok untuk menyanyikan berbagai genre lagu. Meski lama tak terlihat on air pun, rupanya ia sangat aktif di event off air. Mulai dari acara pernikahan, gathering perusahaan, dan masih banyak lagi.

Penyebab Meninggalnya Genta

Sebagaimana uraian tadi, profil Genta KDI 2 ini tutup usia lantaran komplikasi diabetes. Penyakit tersebut lantas berkembang jadi gagal ginjal. Karena hal itu, ia harus rutin cuci darah 2 kali dalam seminggu.

Sebelum meninggal dunia, pihak keluarga menyebut Genta sudah beberapa kali masuk rumah sakit. Hal ini karena kondisi fisiknya mengalami penurunan. Perawatan intensif pun dilakukan supaya kondisi kesehatannya membaik.

Akan tetapi, Tuhan lebih sayang padanya hingga Genta dijemput pulang ke pangkuan-Nya. Kepergiannya membuat siapa saja terkejut sekaligus merasakan duka yang amat mendalam. Semoga ia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.