Provinsi Aceh Beserta Keistimewaannya


Provinsi Aceh Beserta Keistimewaannya 1

Provinsi Aceh, pertama dikenal dengan nama aceh Darussalam pada tahun 1511-1945 provinsi yang dibentuk pada tahun 1956 dnegan nama Aceh. Mengalami perubahan nama pada tahun 1959-2001 menjadi Daerah Istimewa Aceh, pada tahun 2001-2009 diubah lagi menjadi Nanggroe Aceh Darussalam, dan kembali lagi menjadi Aceh sejak tahun 2009.

  • Nama Provinsi : Aceh
  • Ibu kota : Banda Aceh
  • Jumlah penduduk : ± 5. 281.891 jiwa
  • Batas : Utara – Teluk Benggala, Barat – samudera       Hindia, Timur – selat malaka, Selatan dan tenggara – Sumatra utara.
  • Sumber Daya Alam : Minyak bumi & gas alam
  • Luas wilayah : 57,956 Km2 (22,600/sq mi)
  • Suku bangsa : Aceh, Jawa, Gayo, Batak, Alas, Simeulue, aneuk jamee, Melayu tamiang, Singkil, Minangkabau, Tionghoa Aceh.
  • Bahasa : Indonesia, Aceh, Melayu, Gayo, Alas, Aneuk jamee, Devayan, Singkil, Kluet, Tamiang, Lekon, Sigulai, Haloban.
  • Lagu Daerah : bungong jeumpa
  • Rumah Adat : Rumoh Aceh, Umah Pitu Ruang
  • Senjata tradisional : Rencong
  • Flora : Bunga Jeumpa, Fauna : Cicempala Kuneng.
  • Makanan khas Aceh : Timphan, Gulai Bebek, Kari Kambing yang lezat, Gulai Pliek U dan Meuseukat, dan lainnya

Provinsi Aceh Beserta Keistimewaannya 3

Keistimewaan kota Aceh:

1. Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh

Salah satu masjid terindah yang ada di Indonesia terletak dijalan Moh. Jam No.1, Kp. Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Masjid Raya Baiturrahman ini adalah bangunan yang selamat dari bencana tsunami pada 26 Desember 2006 silam.

2. Aturan khusus dan hukum cambuk

Aceh adalah daerah Istemewa yang memiliki aturan khusus, sehingga daerah ini memiliki keistimewaan membuat hukum sendiri yaitu Qanun (peraturan Perundang-undangan sejenis Peraturan Daerah yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di Provinsi Aceh). Provinsi aceh membuat peraturan hukum sendiri yang berdasarkan dari islam. Dengan landasan hukum dari agama islam Aceh menerapkan hukum cambuk bagi mereka yan melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti mencuri, berjudi, dan bagi pelaku zina.

3. Museum tsunami dan makam tsunami massal

Museum tsunami yang ada di Aceh ini adalah satu-satunya museum didunia yang mengusung tema tsunami. Museum ini dibangun bertujuan untuk mengenang para korban tragedy tsunami yang terjadi pada 24 Desember 2006. Kuburan massal yang ada di Aceh merupakan kuburan bagi korban jiwa tsunami yang terjadi pada 2006 lalu.

4. Surga pecinta kopi

Bagi para pecinta kopi pasti sudah tidak asing lagi khasnya aroma dan cita rasa dari kopi yang ada di Aceh. Banyak sekali kopi yang memiliki cita rasa yang khas di aceh, contohnya adalah kopi Gayo. Kopi gayo sudah terkenal diseluruh penjuru dunia. produksi kopi dari Aceh tepatnya tanah gayo merupakan yan terbesar di Asia

5. Wanita dengan mahar termahal kedua

Harga mahar termahal kedua setelah suku sasak yang berada di NTB. Mahar pernikahan untuk perempuan di Aceh mengggunakan hitungan mayam dimana 1mayam emas yang setara dengan 3,3gram emas. Dengan kadar emas murni 24 karat dengan harga berkisar 550 ribu rupiah per gramnya. Jika dihitung dengan biaya pembuatannya maka 1Mayam emas mencapai harga sekisar 1.832.000.

6. Mamiliki 2 warisan dunia non benda dari UNESCO

Pada bulan Juli 2004, UNESCO menetapkan Hutan Hujan Tropis Sumatera sebagai warisan dunia non benda menyertakan Taman Nasional Gunung Leuser yang 70 persen luas hutannya berada di provinsi Aceh.

Taman nasional gunung leuser merupakan wilayah konservaasi yang penting dimuka bumi. Taman naisonal gunung leuser merupakan tempat ttinggal dari badak, orang utan, harimau Sumatra dan gajah liar.

Pada tahun 2011 tari saman yang merupakan tarian khas dari daerah Aceh diakui menjadi warisan dunia non benda.

7. Pahlawan Wanita terbanyak di Dunia

Aceh dikenal memiliki pahlawan wanita terbanya didunia. 2 pejuang wanita Aceh masuk dalam 7 World Women In The Lord Mereka Adalah Laksamana Keumalahayati dan Commander Cut Nyak Dhien. Kedua jendral wnaita tersebut masuk dalam jajaran 10 Best Female Warrior at All Time dan Women Warrior In South East Asia

Kemudian yang terakhir, Aceh dikenal memiliki pahlawan yang terbanyak di dunia. Bahkan, 2 pejuang wanita di Aceh masuk dalam 7 Warlord Women in The Lord yakni Laksamana Keumalahayati dan Commander Cut Nyak Dhien. Kemudian, kedua jenderal tersebut masuk dalam jajaran 10 Best Female Warrior at All Time dan Women Warrior in South East Asia.

Dalam sejarah Indonesia mencatat setidaknya ada 11 orang wanita aceh yang berjuang mulai dari era Kesultanan Samudra Pasai hingga zaman kolonial Belanda. Nama perempuan tersebut diantaranya adalah Ratu Nahrisyah, Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Syah, Sri Sultan Nurul-Alam Naqiatuddin Syah, Sultanah Inayat Zakiatuddin Syah, Ratu Kamalat Zainatuddin Syah.

Kemudian Laksamana Malahayati atau ‘Keumalahayati’, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Pocut Baren, Pocut Meurah Intan, dan terakhir seorang ulama besar wanita bernama Teungku Fakinah.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

MISSE

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap