[Puisi] Sampai Bertemu Di Surga


[Puisi] Sampai Bertemu Di Surga 1

Gerimis di penghujung hari

Mentari merangkak kembali ke peraduannya

Derap kaki berlari mengejar waktu

Napas terdengar berat, semakin berat

Suara teriakan histeris melengking

Derap kaki bertambah cepat semakin cepat lalu berhenti

Sudah selesai, sudah terlambat

Terbaring kaku tanpa kata tanpa senyum

Terpaku, terbelalak, lalu sujud bersimpuh,

Kamu? Bangun ! kamu harus bangun! Ayo ! lihat aku, buka matamu!

Berbisik, lalu berteriak, tergagap mengucap kata menahan sesak

Bulir-bulir bening berjatuhan, lalu mengalir tak henti

Mengapa? Mengapa harus kamu?

Dengarkan aku, aku disini, melihatmu, memelukmu, jawab aku

Lihatlah, ini aku, seperti janjiku aku selalu disisimu setiap waktu

Lalu janjimu? Kau tak akan membiarkanku menangis,

Bangun, hapus airmataku, penuhi janjimu

Arghhhhh, kamu jahat………..

Mengapa secepat ini? Ini sakit…

Hampir hilang warasku, aku bingung

Seperti dihujani seribu jarum, hati ini sungguh teramat sakit..

Jantungku seperti akan meledak, aku hancur bersama cinta yang sedang bersemi

Sedangkan kau? Diam, membisu, pucat dan kaku

Cintaku…lihatlah aku, kau lihat airmata ini? Kau lihat wajah ini? Aku tak mampu..

Bagaimana mungkin kau pergi tanpa pamit, sedangkan aku menunggumu datang membawaku pergi

merajut kisah penuh cinta,

Kekasihku..sampai hati kau goreskan luka di relung hatiku yang paling dalam

Mengapa? Mengapa harus sekarang?

Kita bahkan belum saling menatap hari ini

Kita bahkan belum saling bicara hari ini

Kau pergi bersama janjimu, bawa kembali cintamu kepada Sang Pencipta

Aku marah, aku hancur aku bingung

Tak ada lagi yang dapat kulakukan, tinggal terdiam memeluk jiwa menghibur hati

Memutar kembali kenangan di dalam khayalan

Sungguh ini sangat berat, namun aku harus bangkit

Mencintaimu sampai aku tak bisa lagi mengingatmu

Terima kasih untuk sebaris kisah yang kini runtuh,

Merindukanmu sampai aku tak bisa lagi merindu

Sampai bertemu di surga kekasih jiwaku..


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Emilie Beribe

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap