Queen Elizabeth I, sang ratu yang mati akibat keracunan kosmetik


Queen Elizabeth I, sang ratu yang mati akibat keracunan kosmetik 1

Elizabeth hidup selama 69 tahun antara tahun 1533 sampai 1603. Walaupun menjadi anak yang tidak diharapkan oleh ayah kandungnya sendiri, Henry VIII, namun ia tetap tumbuh menjadi anak perempuan yang cerdas, terbukti mampu menguasai lebih dari 4 bahasa yaitu: Perancis, Italia, Spanyol, Latin. Ia menjadi wanita tercerdas di generasinya.

Lalu mengapa wanita cerdas seperti Elizabeth bisa mati gara-gara keracunan kosmetik?

Kematian orang tuanya mengakibatkan ia harus tinggal bersama orang tua tiri yang memiliki penyimpangan kasih sayang, masa-masa itulah Elizabeth mengalami krisis emosional yang mempengaruhi hidupnya sampai akhir hayat.

Ia naik tahta pada umur 25 tahun, tuntutan tampil sempurna mulai merasuki kepribadiannya, namun sayang 5 tahun kemudian penyakit variola atau cacar menyerang daratan Eurasia. Pada masa itu belum ada vaksin seperti sekarang. Virus Varicella Zoster penyebab cacar selalu muncul bersama demam tinggi dan infeksi kulit berupa ruam kemerahan sampai bintil bernanah. Elizabeth berhasil selamat dari wabah, namun… sebagian wajahnya rusak akibat infeksi kulit yang kemudian meninggalkan bekas berupa jaringan parut/kulit kasar dan keriput, dan tidak ada satupun teknologi medis yang bisa memulihkan cacat di wajahnya.

Elizabet mulai terobsesi menutupi cacat di wajahnya. Ia menghendaki kulit putih, licin dan berkilau bak porcelin, kemudian seleranya diangkat sebagai standar status sosial seorang wanita bangsawan. Para ilmuwan sampai detik ini belum bisa memastikan zat kimia yang meracuni sang ratu karena pihak pemerintah Inggris melarang pembongkaran kembali kuburan Elizabeth I.

Namun kita tetap bisa menelusuri jejak tren make up kala itu secara ilmiah.

Dari zaman klasik, atau sebelum masehi, pertambangan timbal sudah dibuka di daerah Britania, mineral satu ini sangat populer karena bisa dipakai untuk banyak hal, seperti pembuatan pipa, cat, peluru bahkan uang logam. Mungkin Sang Ratu Elizabeth mendapatkan banyak informasi dari spy agent – nya, yang ia rekrut cukup banyak selama kepemimpinannya. Sang ratu bisa diyakinkan bahwa timbal bila dicampur dengan cuka akan menghasilkan senyawa kristalin yang berkilauan transparan atau putih, kala itu dikenal dengan nama Ceruse, senyawa ini dipastikan mampu menyembunyikan cacat di wajahnya. Maka dibuatlah senyawa beracun itu.

Reaksi kimianya seperti ini: Pb2+(aq) + 2 CH3COO−(aq) → Pb(CH3COO)2(aq)
timbal         cuka

Parahnya hasil samping reaksi kimia menghasilkan bau tak sedap, maaf seperti bau kentut!

Tidak cukup itu saja, Elizabeth I juga memulaskan mineral bernama Cinnabar yang mengandung pigmen merah Vermillion. Bagaimana proses pembuatan Cinnabar?  Yaitu dengan mereaksikan antara belerang dengan merkuri, hasilnya disebut merkuri sulfida atau Cinnabar. Di dataran China Cinnabar hanya dipakai sebagai cat tembok atau lukisan, tapi ratu Inggris memakainya untuk memoles bibir.

Hal penting lain yang perlu kita ketahui, bahwa di jaman itu para wanita belum mengenal membersihkan wajah setiap malam, jadi membiarkan make up tebal itu selama berhari-hari sampai meresap di pori-pori dan menyumbat sirkulasi cairan tubuh. Bahkan ketika hari membersihkan make up tiba, bahan yang digunakan adalah kulit telor, tawas, dan merkuri lagi, kenapa merkuri? Yah karena bahan ini efektif sekali untuk mengikis partikel lain.

Merkuri dan timbal yang dipakai terus menerus oleh Elizabeth I membuat kulit wajahnya terkikis sedikit demi sedikit, makin tipis dan sekering kerupuk. Ia harus mendempul wajah lebih tebal lagi dengan Ceruse dan Cinnabar selama 45 tahun menjadi ratu.

Endapan racun berlebihan dalam tubuh mulai menunjukkan aksinya. Tahun 1588 setelah mengalahkan armada laut Spayol, pemerintahan Elizabeth mulai diguncang isu pelengseran dirinya dari tahta karena tidak memiliki keturunan dan bersikeras tidak menunjuk calon pewaris tahta dengan alasan menjaga stabilitas bangsa. Ia menderita depresi hebat karena racun dalam tubuhnya sudah merusak otak, membuatnya susah berpikir, mengingat, bahkan bicara.

Merkuri menyebabkan rambutnya mengalami kerontokan hebat, hingga ia selalu terobsesi memakai rambut palsu berukuran besar. Semua orang dilarang membicarakan dan melukis kondisi ratu saat itu, para pelukis dipaksa melebih-lebihkan gambaran mereka tentang kecantikan ratu. Para dokter dan uskup gereja dilarang memasuki kamarnya. Dan para pejabat kerajaan hanya bertemu beberapa tahun sekali untuk membicarakan masalah pengumpulan pajak negara.

Queen Elizabeth I, sang ratu yang mati akibat keracunan kosmetik 3

Di akhir musim gugur 1602 pejabat kerajaan mengabarkan kesehatan sang ratu baik-baik saja sampai ia mendapati satu-persatu teman dekatnya meninggal. Tanggal 24 Maret 1603, di saat udara dingin sisa musim salju masih terasa dan matahari bertahta lebih lama dari biasanya, Elizabet I meninggal di Istana Richmond pada pukul 3 dini hari.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Nana Hadinata

   

Setiap detik kehidupan untuk menghidupi hidup.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments