Ratu Kalinyamat, Sosok Perempuan Tangguh Asal Jepara

Ratu Kalinyamat, Sosok Perempuan Tangguh Asal Jepara 1

Berbicara soal kota Jepara, siapa yang tidak mengenal sosok ratu terkenal dari Kota Ukir tersebut. Memang Jepara lebih terkenal dengan emansipasinya perempuan, Ibu Kartini, sosok perempuan tangguh pejuang kemerdekaan Indonesia.

Namun sebelum RA Kartini terkenal, seorang perempuan dia sebagai Ratu di Jepara, bernama Ratu Kalinyamat. Namanya dikenal sebagai perempuan tangguh pada saat penjajahan bangsa Portugis di abad ke 16. Lalu bagaimana sejarah Ratu Kalinyamat ini dikenal sampai sekarang?

Kerajaan Jepara memang munculnya tiba-tiba. Munculnya Kota Jepara juga berawal dari kisah Ratu Terkenal Jepara ini. Sejak abad ke 7, babad tanah jawa pernah dikisahkan seorang Raja bermama Raja Sandang Gerna, dia Raja yang menguasai dunia perdagangan.

Raja berasal dari Medang Kamulang. Namun jauh sebelum Ratu Kalinyamat menjadi Ratu Jepara. Munculnya mama Ratu Kalinyamat berawal saat dirinya memggantikan Raja Trenggana dari Kerajaan Demak setelag Raja Tremggana meninggal dunia, Ratu mengambil.alih kekuasaan Kerajaan.

Ratu Kalinyamat putri dari Raja Demak, Sultan Trenggono. Putra Raden Patah ini merupakan penguasa Kesultanan Demak yang ketiga, yang menduduki kursi singgasana Ratu di kerajaan Islam pertama di tanah Jawa itu dalam dua periode, yakni pada  periode tahun 1505-1518 dan 1521-1546

Satu hal yang paling penting dari sosok Ratu Kalinyamat adalah perannya di bidang keamanan, dia menitik beratkan pada mempertanhankan kedaulatan kerajaan dari persaingan antara satu kerajaan dengan kerajaam lainnya. Apalagi saat otu Portugis menguasai daerah Malaya.

Menghadapi serangan bangsa Portugis, Ratu Kalinyamat lebih menitik beratkan pada penguatan armadanya, tak main-main dirinya memiliki kapal sendiri yang dilengkapi dengan senjata, alhasil Portugis dibuat kewelahan saat pasukan Ratu Kalinyamat membuat serangan sebanyak dua kali.

Sultan Johor pada saat itu meminta bantuan Ratu Kalinyamat untuk menghadapi serangan bangsa Portugis yang akan menguasai wilayah Malaka. Jarah 30 tahun kemudian Sultan Aceh mengajak agar Kerajaan menyerahkan wilayah malaka, namun hal itu juga dihadapi Ratu Kalinyamat.

Selain berjuang untuk wilayah Malaka, Ratu Kalinyamat juga pernah melakukan hal yang sama bagi wilayah Maluku, yaitu medistribusikan pasukan perang guna ikut andil  Kerajaan Tanah Hitu, salah satu kerajaan Islam terkenal di Ambon, yang juga sedang terancam oleh kebengisan bangsa Portugis.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.