Resensi Film Nussa, Persahabatan, Meraih Mimpi, Hingga Sentilan untuk Orang tua

Resensi Film Nussa, Persahabatan, Meraih Mimpi, Hingga Sentilan untuk Orang tua 1

Film Nussa yang mulai tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai 14 Oktober 2021 sedang menjadi perbincangan publik. Sejumlah lini masa media sosial dipenuhi oleh obrolan mengenai kesan setelah melihat film yang bulan Juli 2021 lalu tayang di sebuah acara yang berlangsung di Korea Selatan yaitu Bucheon Internasional Fantastic Film.

Film Nussa diadaptasi dari serial animasi yang yang menggambarkan kehidupan sehari-hari yaitu yang berjudul Nussa dan Rarra. Selain digemari oleh anak-anak, serial tersebut juga digemari oleh para orang tua karena dinilai sangat mendidik, terutama untuk anak-anak. Lalu bagaimanakah setelah diangkat ke layar lebar, apakah masih digemari atau sebaliknya? Simak resensinya berikut ini, ya!

1. Identitas film

instagram @nussaofficial
instagram @nussaofficial

Berikut adalah hal-hal yang menjadi identitas film yang masuk kategori semua umur ini. Ada nama-nama artis senior, lho di bagian pengisi suara.

  • Judul : Nussa
  • Prosuder Film : Anggia Kharisma dan Ricky Manoppo
  • Sutradar Film : Boni Wirasmono

Pemain film : Muzzaki Ramdhan sebagai Nussa, Aysha Razaana Ocean Fajar sebagai Rarra, Fenita Arie sebagai Umma, Alex Abbad sebagai Abba, Ali Fikry sebagai Jonni, Malka Hayfa Asy’ari sebagai Abdul, Widuri Putri sebagai Syifa, Maudy Koesnasi sebagai Mama Jonni, Imam Darto sebagai Papa Joni, Raisa Andriana sebagai Ibu Anggi, Dewi Sandra sebagai Tante Dewi, Asri Welas sebagai Bibi Mur, Hamka Devita Siregar sebagai Pak Ucok, Opie Kumis sebagai Babe Jaelani,

  • Durasi Film : 107 menit
  • Ide Cerita : Bony Wirasmoro dan Chrisnawan Matantio
  • Penulis Naskah : M. Irfan Ramli, Anggia Kharisma
  • Penulis Skenario : Muhammad Nurman Wardi dan Widya Arifianti
  • Produksi : The Little Giantz dan Visinema Pictures

2. Sinopsis

instagram @nussaofficial
instagram @nussaofficial

Film Nussa menceritakan tentang kisah Nussa yang ingin meraih mimpinya yaitu menjadi juara di acara Ramadhan Science Fair. Jalan yang ditempuh Nussa untuk meraih mimpinya tersebut tidaklah mudah. Banyak sekali rintangan yang membuat Nussa sempat putus asa dan tidak ingin melanjutkan melangkah meraih mimpunya tersebut. Rintangan tersebut antara lain adanya rival baru ,yaitu Jonni. Jonni yang merupakan anak baru di sekolah Nusantara mempunyai roket dengan teknologi canggih.

Hal ini membuat Jonni menjadi juara di Lomba Science tingkat sekolah, menggeser Nussa yang tiap tahunnya selalu menjadi juara 1.Pada akhirnya, keduanya mewakili sekolah untuk mengikuti Ramadhan Science fair. Melihat kecanggihan roket Jonni, Nussa sempat merasa minder terlebih ketika teman-teman disekolahnya membubarkan diri setelah merasa kecewa melihat roket Nussa yang gagal terbang. Kemudian, keterbatasan sarana dalam membuat roket, kekecewaan Nussa kepada Abba yang tidak menepati janji, dan kecemburuannya pada Jonni karena 2 sahabatnya yaitu Syifa dan Abdul mulai tertarik dengan roket Jonni juga membuat Nussa sempat memutuskan untuk tidak ikut Ramadhan Science Fair.

Abba yang meski sedang bekerja di luar negeri selalu memberikan motivasi, semangat dan masukan positif untuk Nussa. Umma yang lemah lembut menangis sedih karena Nussa sempat sangat marah dengan semua rintangan itu. Hal itu ternyata membuat Nussa justru bersemangat kembali untuk meraih mimpinya.

Karena semangat telah kembali bangkit maka selalu ada jalan dan cara yang ditemui Nussa untuk memodifikasi roket miliknya yang terbuat dari barang-barang bekas. Bahkan ia akhirnya bisa berteman baik dengan  Jonni karena adanya insiden terkunci di laboratorium sekolah.

Hari yang ditunggu-tunggu tiba yaitu Ramadhan Science Fair. Nussa dan Jonni merasa sudah maksimal menyiapkan rocketnya untuk dilombakan namun, beberapa saat menjelang naik ke panggung. dinamo roket Jonni tidak berfungsi. Jonni menangis. Tak disangka, ternyata Nussa mengelurkan dinamo dari roket miliknya lalu memasukan ke roket Jonni. Bahkan, Nussa mengambil skrup di kaki palsunya untuk membetulkan roket Jonni. Roket Jonni pun bisa berfungsi kembali. Nussa memilih mundur dan meminta Jonni saja yang ikut lomba.

Jonni yang mewakili sekolah Nusantara akhirnya menjadi juara 1. Ia sadar, ia menang karena dibantu oleh Nussa maka Ia meminta Nussa naik ke panggung untuk mengangkat piala kemenangan secara bersama-sama.

3. Ulasan Film

Film Nussa
Film Nussa

Kelebihan

Film Nussa yang menggambarkan perjalanan seorang anak meraih mimpi ini vibes-nya sangat positif, lho. Dengan muatan cerita yang bagus, realistis, dan animasi yang lumayan detail membuat film ini seperti oase di tengah gersangnya dunia perfilman di Indonesia yang kering akan film-film mendidik.

Bagus karena film ini mengajarkan nilai-nilai positif untuk semua kalangan, baik anak atau pun orang tua. Tolong menolong, pantang menyerah, berusaha keras, menjadi pribadi yang solutif, hingga tawakal adalah beberapa nilai yang bisa kita ambil.

Realistis karena menggambarkan Nussa seperti anak pada umumnya meski Ia mempunyai pengetahuan agama yang baik. Ia marah karena keinginannya tidak dituruti, ia juga kesal karena Abba tidak menepati janji. Andikan Nussa tidak marah karena keinginannya tidak dituruti atau bersabar ketika Abba tidak menepati janji maka film ini justru jauh dari realitas.

Untuk animasinya bagus, kok meski tidak sebagus film animasi luar negeri. Kita harus bangga, dong dengan karya anak negri, terlebih muatannya positif dan mendidik.

Tema persahabatan memang sangat erat dengan anak-anak,begitu pula di film Nussa ini. Persahabatan Nussa, Syifa, dan Abdul membuat penonton terharu meski terkadang tertawa lucu. Syifa dan Abdul selalu membantu Nussa dalam hal meraih mimpinya meski diwarnai pertengkaran sebagaimana anak-anak pada umumnya.

Film ini juga sangat ngena banget untuk para orang tua. Orang tua, terutama di perkotaan sering disibukkan oleh pekerjaan hingga abai dengan anak. Orang tua sering kali tidak bisa membagi waktu dengan baik hingga terkesan mementingkan pekerjaan daripada menghujani anaknya dengan kasih sayang dan membersamai di setiap tumbuh kembangnya, Adegan Jonni yang mengiba untuk diperhatikan oleh kedua orang tuanya yang sibuk sangat menguras air mata. Lalu, Nussa yang marah karena Abba tidak menepati janji juga memberikan pelajaran kepada orang tua agar jangan mudah berjanji kepada anak. Anak -anak umumnya sangat senang dijanjikan sesuatu oleh orang tuanya maka ketika janji tersebut tidak ditepati akan meninggalkan luka tersendiri di hati anak.

Kehadiran Pak Ucok, Babe Jaelani, dan Bik Mur membuat lengkap film ini. Ketiga orang ini kebagian peran yang mengocok perut penonton. 

Kekurangan

Kekuranganya hanya sedikit, kok lebih banyak kelebihannya. Kekurangan film ini ada pada perubahan orangtua Jonni yang semula cuek dengan Jonni karena sibuk bekerja lalu tiba-tiba berubah drastis menjadi peduli. Hal ini kurang realistis. Trigger yang membuat ornagtua Jonni berubah drastis tidak dijelaskan dengan adegan kecuali Jonni menginap di rumah Nussa.

Lalu, di akhir cerita di mana Nussa mengeluarkan dinamo dari rocketnya lalu memasukkan ke roket Jonni. Hal itu membuat Ia menyerahkan kesempatan berlomba kepada Jonni.  Pada bagian ini twist plot-nya kurang realtis karena Nussa adalah anak kecil yang hampir mustahil untuk bertindak sedewasa itu.

4. Kesimpulan

instagram @nussaofficial
instagram @nussaofficial

Film ini berkategori SU (Semua Umur) jadi direkomendasikan untuk dilihat oleh anak-anak hingga orang dewasa, terlebih muatan nilainya yang positif ,baik untuk anak-anak atau pun untuk orang tua.

Meski berlatar belakang keluarga muslim namun nilai-nilai yang dimunculkan oleh film ini universal maka film ini layak ditonton oleh semua golongan, lho. Dengan demikian film ini layak ditonton oleh siapa saja tanpa dan berapa pun usianya. 

5. Dukung karya anak bangsa

instagram @nussaofficial
instagram @nussaofficial

Pembuatan film yang animasinya digarap oleh 130 animator Indonesia dan berlangsung kurang lebih 2 tahun. Tentu kerja keras mereka harus kita hargai, terlebih film yang digarap oleh mereka sangat mengedukasi karena mengandung nilai-nilai positif.

Kita harus memberi apresiasi positif kepada mereka, salah satunya jangan membajak karya mereka. Tontonlah film Nussa yang resmi, bukan yang bajakan. Jangan pula merekam atau mengcopy lalu menyebarkan demi keuntungan pribadi. Akan sangat percuma nilai-nilai positif yang terkadaung di film Nussa kalau kita menontonnya dengan cara yang tidak dibenarkan.

Selamat menonton!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

A Yahya Hastuti