Resep Rahasia Sukses Leani Ratri Oktila: Dari Pantang Menyerah Hingga Rasa Nasionalisme

Resep Rahasia Sukses Leani Ratri Oktila: Dari Pantang Menyerah Hingga Rasa Nasionalisme 1

Nama Indonesia kembali harum di salah satu ajang kompetisi bergengsi dunia. Lewat tangan emas Leani Ratri Oktila, kontingen Indonesia berhasil memboyong 2 medali emas dan 1 medali perak di cabang olahraga badminton di nomor ganda putri, ganda campuran, serta tunggal putri.

Dengan keberhasilan Ratri, menjadikan ia didapuk sebagai ratu badminton. Lantas apa sih yang menjadi resep rahasia sukses wanita kelahiran Kampar, Riau ini? Yuk mari bahas satu per satu.

1. Pantang Menyerah

Resep pertama adalah pantang menyerah. Seperti dikutip dari Kemenpora, Ratri awalnya terlahir normal. Ia pun telah mulai menempa kemampuannya di badminton dengan fisik yang normal sejak umur 7 tahun.

Namun naas, di tahun 2011 ia mengalami kecelakaan. Kaki dan tangan kirinya patah. Itulah sebabnya kaki kirinya terlihat lebih kecil dibanding kaki kanannya.

Dengan keadaan fisik yang tidak lagi sempurna, tidak menghalangi Ratri untuk terus menggeluti cabang olahraga ini. Ia memutuskan untuk terus mengejar mimpinya dengan bergabung ke Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC) di tahun 2013.

Dari seorang Ratri kita bisa mengambil pelajaran, bahwa selama tidak memutuskan untuk menyerah, maka selama itu pasti ada jalan.

2. Semangat Juang Tinggi

Seperti yang kita saksikan dalam tiap pertandingannya, Ratri memiliki semangat juang yang tinggi. Bahkan sebelum resmi turun berlaga di ajang Paralimpiade, ia berani menargetkan 3 medali emas dalam tiap nomor cabang olahraga badminton yang ia wakili.

3. Beri Yang Terbaik

Ratri juga selalu mengupayakan persembahan yang terbaik yang ia bisa. Dengan sikapnya itu menjadikan Ratri dianugerahi gelar atlet parabadminton putri terbaik 2 tahun berturut-turut yaitu di tahun 2018 dan 2019.

Awal mula prestasinya ia torehkan lewat Perparnas atau Pekan Paralimpiade Nasional tahun 2012, dimana ia berhasil memboyong medali emas dan perak. Sementara dalam ajang dunia, ia berhasil meraih emas ganda campuran di Korea tahun 2017, emas tunggal putri dan emas ganda campuran di Swiss 2019 pada kejuaraan dunia BWF.

Di Asian Paragames ia berhasil  menyabet medali emas untuk ganda campuran di Incheon 2014, emas ganda putri dan ganda campuran di Jakarta 2018. Sementara dalam laga ASEAN Paragames ia sukses meraih emas di nomor tunggal putri dan ganda putri di Singapura 2015, serta emas ganda putri dan ganda campuran di Kuala Lumpur 2017.

Tidak cukup hanya itu, Ratri juga menambah deretan prestasinya dengan 7 emas di turnamen internasional, 2 perak di Indonesia Para-Badminton International pada tahun 2014 dan 2016 , 5 emas di Thailand Para Badminton International 2017 dan 2018, dan 3 emas serta 1 perak di Australia Para Badminton International 2018. 5 emas dan 3 perak di Dubai Para Badminton International 2019, 6 emas di Canada Para Badminton International 2019, dan 2 emas serta 1 perak di Brazil Para Badminton International 2020. Wow luar biasa keren ya Ratri.

4. Rasa Nasionalisme

Diketahui Ratri punya kebiasaan unik, dimana ia kerap kali membawa bendera merah putih dalam tas bertandingnya. Ia menjelaskan alasannya melakukan itu sebagai motivasi agar ia bisa mengibarkan bendera kebanggaan rakyat Indonesia di podium tertinggi dalam tiap pertandingannya.

Tak heran pula dengan menjaga rasa nasionalisme yang tinggi, terus memotivasinya untuk memberikan yang terbaik untuk ibu pertiwi.

Nah itulah 4 resep rahasia sukses ala Leani Ratri Oktila. Semoga kita bisa mencontohinya.

Sumber:

  • https://www.kemenpora.go.id/detail/953/profil-dan-prestasi-leani-ratri-oktila-peraih-tiga-medali-di-paralimpiade-2020
  • https://www.kemenpora.go.id/detail/950/leani-ratri-ratu-para-badminton-indonesia-yang-selalu-membawa-bendera-merah-putih-di-tas-dalam-setiap-bertanding
  • https://www.paralympic.org/leani-ratri-oktila

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nur Fadilla Suaib