[REVIEW ANIME] Gotoubun No Hanayome – Anime Harem Dengan 5 Gadis Kembar


[REVIEW ANIME] Gotoubun No Hanayome - Anime Harem Dengan 5 Gadis Kembar 1

Judul Alternatif: The Quintessential Quintuplets (Si Kembar Lima Terbaik), Skor MAL: 7.64 (#1268), Rilis: Musim Dingin 2019, Tayang: 11 Jan. – 11 Mar. 2019, Sekuel: Gotoubun no Hanayome 2nd Season, Studio: Tezuka Productions, Adaptasi: Manga, Jenis: Animasi TV, Episode: 12 episode (24 men.), Genre:Romance,Comedy, Harem, School, Shounen., Rating : (R+13) Remaja.

Poster : Tezuka Production
Poster : Tezuka Production

Kali ini saya akan ngomongin serial anime Gotoubun no Hanayome Season satunya. Anime adalah anime yang bercerita tentang sebuah kisah komedi romantis dengan lima gadis manis! Ya benar lima gadis manis, bingung kan lo? Mana mereka kembar lagi.

Dan dimana nanti, seorang anak laki-laki lain harus bekerja paruh waktu menjadi guru less bagi mereka untuk membantu kelima saudara perempuan itu belajar sehingga mereka lulus, tetapi mereka berlima ini memiliki satu kesamaan,yaitu benci belajar!

Si kembar lima ini bisa melakukan apa pun selain belajar, sedangkan sang tutor mereka atau guru les mereka hanyalah seorang laki – laki remaja kutu buku yang cerdas, tak lebih daripada itu. Iya hanya itu.

Ia yang bernama Uesugi Fuutarou (Matsuoka Yoshitsugu) rela melakukan semua ini karena Ia membutuhkan uang, namun para gadis ini selalu saja mencari alasan untuk menghindar. Namun jika terus seperti ini, mereka  semua akan sulit untuk lulus, dan Fuutarou tidak akan mendapatkan bayarannya. Dia-pun harus memikirkan rencana yang sesuai dengan karakter mereka, meski ujungnya terasa sia-sia karena mereka berlima berpikir dia hanyalah seorang pecundang!

[REVIEW ANIME] Gotoubun No Hanayome - Anime Harem Dengan 5 Gadis Kembar 3

Storyline

Sepertinya anime Gotoubun no Hanayome yang bergenre harem ini khusus dibuat bagi para fans yang menyukai jalan cerita seperti ini. Sedangkan untuk para penikmat anime reguler, seri ini bukanlah sesuatu yang begitu spesial, entah itu dari ceritanya, animasinya, atau unsur “suara”-nya,. Terkecuali pada karakter 5 saudari kembar ini tentunya, sisanya, jangan terlalu diharapkan.

Ceritanya sangat sederhana, bahkan jika dibandingkan dengan anime harem lain, Anime ini ceritanya terlalu sederhana. Terlalu simpel, menontonnya kadang terasa bosan, kurang menarik, apalagi komedinya sering terasa garing. Terlalu banyak momen romantis yang klise dalam setiap scene romance nya, seperti terlalu dipaksakan, emang sih hal-hal ini akan membuat kita kesengsem, cuman ya melihat hal-hal seperti gak sengaja tidur bareng atau jatuh sampai berpelukan bahkan  salah masuk kamar kan gimana gitu jadinya. Dan eksekusinya ceritanya tampak masih kasar dan berantakan, bikin kurang nyaman menontonnya.

Tapi, meskipun ceritanya seperti ini, saya masih mndapatkan hal yang memuaskan pada anime ini. Dan itu ada pada ending nya yang berhasil memberikan kesimpulan dari 12 episode berjalannya cerita.

[REVIEW ANIME] Gotoubun No Hanayome - Anime Harem Dengan 5 Gadis Kembar 4

Character

Hal yang paling saya sukai dari anime ini adalah dari pengembangan karakternya, sosok karakter utama pria, yaitu Futarou,  dalam memahami hati wanita yang tadinya tidak tahu apa-apa soal wanita berubahmenjadi seseorang yang peka dan dapat diandalkan oleh karakter lain. Karena pada awalnya si Futarou selalu menyendiri. Tapi sayangnya, untuk sebuah anime bergenre harem Futarou kurang memiliki power atau ciri khas yang biasa dimiliki karakter utama pria pada anime harem lain. Futarou gampang dilupakan para fans, karena ia tak mampu mengimbangi sinar dari para karakter wanita kembar lima ini, Futarou tetap berada dibayangan mereka.

Untuk karakter wanitanya, 5 saudari kembar yang sangat cantik dan nyentrik ini menurut saya development mereka cukup bagus untuk sebuah anime dengan jalan cerita seperti ini. Dengan sifat dan karakter mereka berlima yang berbeda-beda  itu membuat kebosanan yang pernah saya singgung tadi sedikit berkurang. Ada yang pemalu, periang, sok tua lah dan sebagainya.intinya dari kelima wanita kembar ini masing-masing mempunyai karakter yang berbeda-beda. Dan hal menarik lainnya adalah melihat bagaimana mereka berlima harus menjaga perasaan satu sama lain ketika berinteraksi dengan karakter utama pria yaitu si Futarou, sehingga saya memberikan nilai lebih kepada penokohan serial anime ini.

[REVIEW ANIME] Gotoubun No Hanayome - Anime Harem Dengan 5 Gadis Kembar 5

Art

Hal lain yang mengganggu kenyamanan menonton anime ini ‘Gotoubun’ adalah perspektif gambarnya masih hancur, sangat disayangkan sekali memang kenapa bisa seperti ini, padahal dari segi design karakter sudah cukup baik, penggambaran lima karakter wanita yang serupa namun tak sama itu sangat mengagumkan. Apa mungkin waktu itu Tezuka Produktions sedang focus pada pengerjaan anime mereka tyang lain yaitu (Dororo) tau gimana ya. Sedikit kecewa rasanya melihat animasi yang kadang terlihat gak proporsional, seperti bentuknya menjadi aneh, atau bahkan posisi arah mata karakter sering salah ketika mereka sedang  melihat ke suatu arah.

Dengan heroine yang cukup banyak, ‘Gotoubun no Hanayome’ memiliki seiyuu yang cukup berkualitas, sebut saja Inori Minase (Rem, Hestia),  Ayana Takekatsu ( Kirigaya Kuzuha, Nakaona Azusa), hingga Kana Hanazawa (Siina Mayuri, Sengoku Nadeko). Lagu Opening yang dinyanyikan oleh kelima seiyuu Nakano bersaudara ini juga bagus. Dan untuk sfx, khususnya ketika adegan kaget ditamvbah dengan animasi yang sedemikian rupa, efek dramatisnya menjadi terlalu lebay, seperti film india.

[REVIEW ANIME] Gotoubun No Hanayome - Anime Harem Dengan 5 Gadis Kembar 6

Kesimpulan

Jika kamu sedang mencari anime bergenre harem tapi minim adegan ecchi, maka ‘Gotoubun’ adalah salah satu alternatif sangat pas. Cerita yang ringan serta ladang hareem seperti pada judul menjadi alasan lain mengapa anime ini “layak” untuk ditonton. Tapi, jika kamu adalah seorang perfeksionis, maka lebih baik menjauh, kualitas animasinya hanya akan membuat kamu naik pitam sangat tidak cocok bagi orang-orang seperti kamu yang mencintai kesempurnaan. Baiklah, langsung saja ke penilaian.

Storyline (6.7), karena kisahnya terlalu klise dan sederhana. Character (7.1), dengan sifat karakter yang sederhana, tapi pengolahan dengan sedemikian rupa membuatnya menarik. Art (6.4), desain karakter cukup bagus. Sound (7.0), ini berkat para seiyuu rule berkualitas. Enjoyment (5.9), karena saya selalu menahan kekecewaan sepanjang menonton anime satu ini. Rata-rata nilai didapatkannya adalah sebesar 6,6. Dan dengan nilai sebesar ini, saya tak begitu menyarankan untuk kamu menontonnya terkecuali seperti uang dikatakan tadi, jika kamu adalah penggemar genre ini. Sekian.

Oiya Season keduanya lagi on going sekarang, dan saya sendiri mulai menyukai anime ini dengan segala kesederhanaannya.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Im Your Nice

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap