Review Buku The Last 72 Hours

Review Buku The Last 72 Hours 1

Pernahkah terfikirkan oleh kita kalau kita diberi waktu hidup 72 jam lagi untuk hidup? Apa yang akan dilakukan jika hal itu terjadi pada hidup kita? Apakah kita akan menghabiskan waktu untuk merenung, bersenang-senang, atau malah menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan sesudah kita mati.

Kali ini saya akan mereview satu buku yang berjudul The last 72 Hours yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Swara. Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang disusun oleh Mustafa Tabanli dan ditulis oleh oleh 31 penulis yang dipilih dari hasil lomba menulis “72 jam terkahir” yang diselenggarakan oleh majalah Fountain dan Everest Production.           

Cerpen yang ditulis adalah cerpen yang nyata jika hal itu terjadi pada penulis, karena dalam lomba sudah di tentukan aturan dan syarat untuk menuliskan cerita-cerita tersebut.              

1. Penulis cerpen

Penulis cerpen yang disajikan sangat beragam dengan background keluarga dan budaya yang berbeda-beda. Sehingga menambah wawasan pembaca tentang background budaya yang dituliskan penulis.

2. Tokoh

Tokoh tokoh yang ikut serta dalam cerita merupakan tokoh terdekat dari penulis. Sehingga memungkinkan pembaca merasakan keintiman dari cerita yang disajikan dan cerita tersebut mudah masuk dalam imajinasi penulis.

3. Latar tempat

Latar tempat yang dipakai oleh 31 penulis rata-rata menggunakan latar tempat di luar negeri terutama di kota Amerika Serikat. Dari satu kota ke kota lainnya memungkinkan pembaca ikut menjalani kehidupan sehari-hari penulis. Mulai dari mengikuti pekerjaan sebagai pengusaha, sebagai ibu rumah tangga, sebagai pekerja kantoran, sebagai anak, dan lainnya.

4. Isi cerita

Isi cerita yang disajikan sangat beragam. Ada yang menginginkan 72 jam terakhir dihabiskan bersama keluarga, ada yang 72 jam terakhir hidupnya untuk memberikan manfaat untuk kehidupan orang lain, ada yang 72 jam terakhir dihabiskan untuk mengunjungi tempat yang belum pernah ia kunjungi, ada yang ingin menghabiskan 72 jam terakhirnya untuk meminta maaf pada keluarga, saudara dan kerabat dengan mengirimkan surat satu persatu, dan ada pula 72 jam terakhir yang dihabiskan untuk berdo’a dan meminta ampun atas segala salah dan dosa yang sudah dilakukan.

5. Kekurangan

Dari 31 cerita yang saya baca, kekurangannya adalah ada pada isi cerita yang hampir sama anatara satu penulis dengan penulis lainnya. Isinya mengambil tema tentang keluarga dibandingkan dengan tema lain. Sehingga pembaca sudah dapat menebak di awal apa yang penulis tulis di halaman selanjutnya.

6. Kelebihan

Adapun kelebihan dari buku ini adalah memberikan kita masukan untuk memikirkan tentang kematian, mengingat semua orang di dunia termasuk kita akan mati dan meninggalkan dunia ini. Sehingga dengan buku yang ditulis ini bisa memberikan nilai kepada pembaca untuk menyiapkan apa-apa yang harus dilakukan untuk menutup usia dengan cara yang baik meskipun kita tidak pernah tau kapan waktu itu akan datang.            

Itu dia review singkat mengenai kumpulan cerpen 72 jam terakhir. Semoga dengan review yang ditulis dapat memberikan kebaikan untuk kita mempersiapkan akhir kehidupan dengan baik.           

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurul Hidayah