Review Film Back to the Outback


Review Film Back to the Outback

Akhir Juni adalah waktu di mana anak-anak liburan semester. Meski para ayah dan ibu karir masih sibuk bekerja, seenggaknya masih ada akhir pekan yang bisa dijadikan waktu bersama keluarga.

Salah satu kegiatan sederhana dan mudah adalah dengan menonton film keluarga.

Yap, kali ini, saya mau coba mengulas, mereview, sekaligus ngasih sedikit sinopsis film yang diluncurkan Netflix sejak Desember 2021 lalu, berjuldul Back to the Outback.

cuplikan film Back to the Outback

Back to the Outback  adalah film yang menceritakan tentang sekelompok hewan mematikan yang ingin meloloskan diri dari kebun binatang di Australia.

Bukan tanpa alasan, mereka ingin kabur dari sana karena lelah dan tidak senang dengan para pengunjung yang menganggap mereka monster.

Tentu saja, Maddie (ular berbisa), Zoe (kadal berduri), Frank (laba-laba berbulu), dan Nigel (kalajengking) adalah beberapa hewan yang kita kenal mematikan.

Namun, di film ini keempat hewan tersebut justru memiliki hati yang hangat dan menyenangkan. Sangat jauh dari kesan monster.

cuplikan film Back to the Outback

Pada usahanya untuk kembali ke habitat, mereka sempat dihalangi oleh Pretty Boy si koala besar kepala yang menggemaskan.

Dia adalah bintangnya kebun binatang yang memiliki banyak penggemar di seluruh dunia.

Dengan segala upaya yang ada, Pretty Boy pun ikut bersama keempat kawannya untuk pergi ke alam bebas.

Tak sampai di sana, kelima hewan yang berusaha kabur ini juga harus menghadapi berbagai rintangan yang tidak terduga. Terutama ketika mereka harus menghadapi Chaz si penjaga kebun binatang.

Sebelum nonton, kamu juga bisa coba dulu liat trailernya.

Menurut saya, film ini sangat cocok untuk dijadikan animasi keluarga.

Selain jalan ceritanya yang menyenangkan dan menantang, film ini juga mengajarkan penonton untuk pantang menyerah dan selalu mencintai diri sendiri bagaimanapun keadaannya.

Belum lagi, terdapat banyak sekali scene lucu dari setiap hewan-hewan yang baru kali pertama melihat dunia tersebut.

Dijamin, kamu dan keluarga gak akan bosen dan bisa menangkap baik pesan yang ingin disampaikan melalui Back to the Outback.