Review Nanatsu No Taizai Season 4

Review Nanatsu No Taizai Season 4 1

Nanatsu no Taizai merupakan salah satu anime dengan genre action supernatural yang terkenal. Belum lama ini season ke 4 dari anime ini baru saja tamat. Nah, bagaimana penampilan season ke 4 dari anime ini setelah season3 nya bisa di katakan tidak memuaskan?

Meliodas, Elizabeth and Hawk
Meliodas, Elizabeth and Hawk

Alur cerita Nanatsu no Taizai Season 4

Pada musim ke 4, anime ini melanjutkan kisah dari season 3 di mana Meliodas memutuskan untuk menjadi Raja Iblis demi mencabut kutukan yang diberikan pada dirinya dan Elisabeth. Meliodas akhirnya bergabung dengan Zeldris, adiknya yang selama ini tampak memusuhinya. 

Sementara Meliodas sedang bermetamorfosis menjadi Raja Iblis, Ban hampir kehilangan akal sehatnya di neraka untuk mencari emosi dari Meliodas yang diyakini bahwa jika emosi Meliodas kembali ke tubuhnya, Meliodas akan berubah pikiran dan tidak mau lagi menjadi Raja Iblis. 

Di tempat lain, Malaikat Agung Ludociel bangkit dengan merasuki kekasih tercinta Gilthunder, Margareth, dan melakukan konfrontasi pada Meliodas dan Zeldris bersama Merlin, Escanor, Gilthunder dan Hendrickson. Pertarungan tak terelakan terjadi.

Identitas Estarossa yang menculik Elisabeth akhirnya terungkap sesaat setelah Meliodas mengatakan pada Raja Iblis kalau Estarossa adalah adiknya yang lemah dan tidak bisa membunuh satu lalat pun. Orang-orang yang dekat dengan Estarossa mendapatkan perasaan sakit dan terkejut disaat yang bersamaan setelah mendapatkan kembali ingatan tentang Estarossa yang ternyata bukanlah saudara Meliodas dan Zeldris, melainkan saudara Ludociel sang Malaikat Agung.

Zeldris dikalahkan oleh Escanor dan Merlin berhasil menghentikan waktu dalam kepompong Meliodas, namun hal itu tidak berarti apapun karena Meliodas yang ternyata di rasuki Raja Iblis sudah bangkit menjadi Raja Iblis 100 persen. Pertarungan terjadi lagi, namun kali ini Zeldris ikut membantu karena merasa tertipu.

Di tempat lain, Elisabeth, Sariel dan Tarmiel berarung melawan Estarossa yang baru mendapat kembali ingatannya dan ternyata bernama Mael. Pertarungan dimenangkan oleh Elisabeth dkk dengan cara membuat Mael insyaf.

Setelahnya mereka pergi ke tempat Meliodas dan bertarung lagi untuk menghentikan sang Raja Iblis. Lagi-lagi pertarungan dimenangkan oleh Meliodas cs dan berhasil mengusir Raja Iblis dari tubuh Meliodas. Mereka pun berlibur untuk waktu yang sangat singkat.

Raja Iblis kemudian merasuki tubuh Zeldris dan menantang Nanatsu no Taizai untuk bertarung. Namun Meliodas memilih untuk pergi hanya berdua dengan Elisabeth. Bagaimanapun, akhirna anggota lain Nanatsu no Taizai menyusul dan membantu untuk melawan Raja Iblis dalam Tubuh Zeldris. Untuk kedua kalinya Raja Iblis diusir paksa oleh anaknya untuk keluar dari tubuhnya. Akhirnya Raja Iblis mengambil tanah kerajaan Liones untuk menjadi tubuhnya dan melawan anak-anaknya. Yang sayang sekali, ia mati dengan menyedihkan. Yang juga diikuti oleh kematian Escanor setelah memaksakan tubuhnya untuk menggunakan kekuatannya.

Zeldris jadi Raja Iblis
Zeldris jadi Raja Iblis

Arc ini selesai dengan Meliodas akhirnya mencabut kutukan mereka dan melepaskan kekuatan Raja Iblis yang ada dalam tubuhnya. Setelah beristirahat sebentar dengan berpesta di Kerajaan Lioness, Merlin membangkitkan Arthur Pendragon dengan kekuatan misterius bernama Kekacauan. Arc ini berlangsung sangat pendek. 

Anime ini berakhir dengan happy ending dimana akhirnya mereka para pasangan menikah dan memiliki anak masing-masing.

Review

Mari kita lewatkan review soal kualitas gambar.

Review ini akan dilakukan berdasarkan alur cerita. Jujur saja saya sendiri tidak membaca manga dari anime satu ini. Namun terdapat beberapa bagian yang membuat saya sedikit merasa kecewa pada anime ini.

1. Adegan bawang yang kurang bawang. 

Adegan Terakhir Escanor
Adegan Terakhir Escanor

Kematian Escanor kurang terasa menyedihkan. Rasanya seperti tanggung. Belum air mata keluar, adegannya sudah selesai dan diganti dengan sebuah pesta besar.

2. Alasan terjadinya perang 3000 tahun lalu.

Baiklah, ini yang membuat plot twist nya jadi kurang berdampak. Kenyataan bahwa alasan terjadinya perang 3000 tahun lalu secara implisit adalah karena Mael menyukai Elizabeth namun Elizabeth menyukai Meliodas yang ternyata adalah seorang Iblis. 

3. Alasan Merlin tidak bisa menerima cinta Escanor

Lagi-lagi plot twist yang juga kurang berdampak. Tiba-tiba Putri Danau menceritakan bahwa Merlin sebenarnya menyukai Meliodas sejak 3000 tahun lalu. Namun karena Meliodas sudah terlanjur jatuh hati pada Elizabeth, ia memilih ilmu pengetahuan sebagai pelarian yang kemudian membuatnya menjadi wanita tanpa hati.

4. Arthur Pendragon

Merlin membangkitkan Arthur dengan kekuatan aneh bernama Kekacauan dengan alasan seperti yang sudah di jelaskan pada nomor 3. Jujur saja saya merasa bahwa arc nya Arthur harusnya bisa lebih panjang dan lebih epic dengan berbagai macam musuh yang mengincar dia karena kekuatan Kekacauan tersebut.

5. Ending

Happy ending memang hal yang diharapkan semua orang. Sayang sekali, pada anime ini happy ending yang benar-benar kita lihat hanya dari sudut pandang Meliodas dan Elizabeth. Ending setelah arc Arthur benar-benar terasa terburu-buru, padahal pihak studio bisa memberikan service pada penonton dengan memperlihatkan sedikit tentang bagaimana bahagianya pernikahan Ban dan Elaine serta King dan Diane.

Sekian untuk keluhan-keluhan seputar anime ini. Bagaimanapun, anime ini cukup menghibur. Dari website anime kesayangan kita MAL, anime ini hanya mendapat rating 6.6 karena para penonton lagi-lagi mempermasalahkan grafik dari anime ini yang dinilai tidak lebih baik dari season 3 nya. Juga ending yang hanya berupa slide show, sebuah kesalahan yang juga dilakukan di ending Yakusoku No Neverland. 

Untuk para pembaca manga, bagaimana menurut kalian perbedaan antara anime dan manga dari series ini?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Lauren