Rio Dewanto ungkap pengalaman spiritual yang tak terlupakan ketika membintangi film horor terbaru bertajuk Kuyank. Keterlibatannya dalam proyek kali ini tak hanya membawanya ke layar lebar, namun juga jadi pengalaman pertama menginjakkan kaki di tanah Kalimantan, terutama wilayah Banjar.
Rio Dewanto Ungkap Pengalaman Spiritual Syuting Film Kuyank
Rio Dewanto mengungkap adanya pengalaman spiritual selama menjalani proses syuting. Rio mengatakan bahwa dirinya banyak belajar tentang budaya maupun tradisi setempat selama syuting berlangsung. Aktor tampan tersebut pun mengamati seperti apa karakter dari masyarakat Banjar sendiri yang mayoritas beragama Islam dan sangat menjunjung tinggi adat turun-temurun.
Rio mengaku bahwa perjalanan spiritualnya saat syuting di Banjar sangat menyenangkan. Ia juga berkata bahwa jika tidak terlibat dalam proyek film Kuyank ini, dirinya tak akan pernah datang langsung ke Kalimantan.
Suami dari artis cantik Atiqah Hasiholan ini juga membeberkan akan keramahan penduduk lokal. Rio Dewanto menyatakan kalau semua orang ramah. Ia juga menemui berbagai hal unik lainnya di sana.
Momen Unik dan Tantangan
Bukan hanya syuting biasa, proyek layar lebarnya kali ini juga menciptakan momen berharga sebab pelaksanaanya berada di salah satu kampung kru film Kuyank. Ada beragam aktifitas lokal para pemain dan awak kru coba, salah satunya memancing. Sayangnya, pengalaman tersebut tak sesuai harapan. Rio tidak mendapatkan sepeser pun ikan di sana.
Jadwal Tayang & Jajaran Pemain
Meski demikian, seluruh proses syuting terasa lengkap dan menyenangkan bagi seluruh pemain maupun tim. Hal tersbeut menjadi salah satu kebanggaan yang dirasakan sebab film horor ini akan menggelar pemutaran perdana di Banjar langsung.
Berikut deretan para pemain film:
- Putri Intan Kasela
- Jolene Marie
- Ochi Rosdiana
- Ananda George
- Dayu Wijanto
- Barry Prima
- Hazman Al Idrus
- Elizabeth Christine
- Betari Ayu
Bagi penggemar film horor, penayangan kisahnya serentak dijadwalkan di bioskop mulai tanggal 29 Januari mendatang. Mengingat selama proses pembuatannya, bukan sekadar jadi keseruan yang dirasakan para pemain dan kru. Dalam proyeknya ini, pengalaman berharga mampu membuat Rio Dewanto ungkap pengalaman spiritual ketika ia kembali ke ibu kota.



















