RIP, Mimpi Tentang Kedamaiaan


RIP, Mimpi Tentang Kedamaiaan 1

Kita mungkin tidak asing lagi dengan kalimat “Rest In Peace” atau yang biasa di singkat RIP bahkan bisa dibilang singkatan ini menjadi trend masa kini. Kalimat atau singkatan ini sering diucapkan sebagai bentuk doa bagi orang yang telah meninggal dunia.

Ucapan RIP atau R.I.P yang secara umum dipahami sebagai akronim rest in peace adalah sebuah istilah yang berakar dari bahasa latin “requiescat in pace” yang memiliki arti yang sama yakni “beristirahatlah dalam kedamaiaan”. Ada kerinduan akan kedamaian yang terkandung di balik makna ucapan ini. Dari sini kita bisa lihat bahwa sebetulnya manusia adalah makhluk yang merindukan adanya suasana yang jauh dari persoalan dan konflik yang tidak lain adalah kedamaian itu sendiri. RIP menjadi sebuah bukti nyata bagaimana manusia merindukan kedamaiaan itu.

Meskipun demikian, tak bisa disangkal bahwa mengucapkan kalimat ini bisa dipicu oleh kebiasaan atau spontanitas tanpa adanya dorongan empati atau emosi yang benar untuk mendoakan seseorang atau mungkin hanya ingin mengikuti trend. Yah itu kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi tetapi bahwa munculnya kalimat ini dan bisa sampai trend sebetulnya juga menjadi bukti nyata bahwa manusia merindukan adanya kedamaian bukan hanya untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain. Menyebutkan RIP berarti memohon kedamaian untuk orang lain. Kalimat ini jika diucapkan dengan penuh kesadaran akan benar-benar menjadi doa yang jauh dari campur tangan ego.

Namun, sayangnya kebanyakan orang memahami dan mengharapkan kedamaian hanya untuk di kehidupan setelah kematian. Kedamaian hanya menjadi sesuatu yang diharapkan untuk orang yang sudah meninggal. Lihatlah betapa kacaunya dunia ini. konflik yang terjadi kian meningkat, diskriminasi, rasisme hingga tindakan intoleransi. Semuanya menjadi cerminan bagaimana manusia lupa akan kedamaian. Dan parahnya lagi kericuhan di dunia tidak jarang dilatarbelakangi olah kerinduan akan kedamaian di akhirat. Padahal seharusnya kedamaian itu tidak terbatas oleh waktu dan ruang ia dapat diwujudkan kapan saja dan dimana saja.

Kedamaian untuk orang lain yang kita harapkan dalam kalimat RIP menjadi tidak berarti jika kita kembali melihat perilaku kita di dunia. Ego meraja dan kita dengan mudahnya menyebutkan RIP.

Dengan trend kalimat RIP dan meningkatnya konflik di negeri ini, saya jadi berpikir mungkin banyak orang yang menilai kedamaian hanya bisa dicapai setelah kematian. Tapi apakah mungkin mencapai kedamaian dengan berperilaku tidak damai? Bisakah kita menjadi bersih setelah mandi di kubangan berlumpur? Bukankah ini sama dengan kita mengaharapkan tidak ada pencuri setelah kita menjadi pencuri?

Baiklah bahwa manusia dengan beragam temperamen dan keunikan masing-masing tentunya tak dapat dipungkiri dan bahwa perbedaan-perbedaan itu menjadi bibit sengketa satu sama lain juga tak dapat dipungkiri. Harus juga diakui bahwa ada manusia berusaha kuat untuk menjadikan masyarakat menjadi sama dan selaras. Mengapa? Karena ada yang berpikir bahwa damai hanya bisa dicapai jika kita selaras. Tapi apakah itu mungkin?

RIP, Mimpi Tentang Kedamaiaan 3

Berusaha untuk menjadi selaras antara satu dengan yang lain dengan tujuan menciptakan suatu lingkungan yang damai harus diakui ini baik tetapi hal ini tak akan berujung baik selain menciptakan konflik yang baru. maka satu-satunya jalan untuk menciptakan kedamaian adalah saling menerima perbedaan atau yang disebut toleransi.

Jika kita bisa dan mudah mengucapkan Rest In Peace

Bukankah juga kita juga bisa mewujudkan Live In Peace?


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rinto Kaleka

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap