Saat Semuanya Terasa Berat


Saat Semuanya Terasa Berat 1

Saat semuanya terasa berat, tak apa. Bukan salahmu jika pada satu waktu kau merasakannya. Setiap orang punya titik di mana mereka merasa hidupnya seakan berhenti. Tak ada satupun langkah yang tepat dijalani, tak satupun muncul solusi.

Sangat dipahami jika pikiranmu tak bisa menemukan jalan keluar. Tubuhmu terasa berat untuk sekadar bertahan. Ada bongkahan besar dalam hatimu yang membuatmu merasa sesak. Semuanya dapat dipahami, sepenuhnya.

Saat semuanya yang kau inginkan hanya menangis, saat tidurmu justru membuatmu semakin merasa lelah, semakin kau berusaha menguburnya dan yang kau dapat hanya kepala yang sakitnya luar biasa, yang tak jarang berujung pada perlakuan keras untuk diri sendiri.

Saat tak satupun orang yang kau rasa benar-benar mengerti keadaanmu, bahkan kau tak rela setetes pun air matamu terlihat oleh mereka. Saat kau merasa tak ada jalan meskipun sebenarnya kau tak butuh saran. Benar-benar tak apa. Kau sepenuhnya tahu apa yang sebaiknya kau lakukan, kau hanya butuh waktu untuk menguatkan jiwamu agar mampu kembali berdiri dan berusaha yang terbaik.

Saat tak satupun kata mampu kau ucapkan, saat dalam sekejap kau menjadi tegar di hadapan semua orang, selalu memperlihatkan betapa kuatnya dirimu saat tak pernah jatuh seumur hidup, namun semuanya justru semakin membuatmu merasa kosong, aku mohon beristirahatlah. Lepas topengmu sejenak, dan hiruplah udara segar dengan bebas. Aku yakin, kau akan menyukainya.

Tak apa dirimu lelah. Manusiawi saat semua membutuhkan rehat. Lama atau sebentar, tak ada yang salah. Setiap manusia punya waktunya masing-masing. Bukan tentang singkat atau lamanya beristirahat, melainkan kesiapan untuk kembali berjalan.

Tak apa jika di luar sana ada yang tidak menyukaimu. Percayalah, bukan karena kau yang tak sempurna, mereka hanya memilih jalan yang berbeda untuk memperhatikanmu. Kau tak perlu berlari untuk mengerti, yang kau butuhkan adalah pelan-pelan memahami.

Jika pada saatnya kau merasa maksud mereka adalah memperbaikimu dan kau mampu menerima untuk melakukan hal yang sama, kuyakin mereka akan mengubah bentuk perhatian yang mereka berikan padamu. Namun, saat kau merasa segala yang kau upayakan adalah yang terbaik dan mereka masih tidak menyukaimu, sungguh, bukan lagi menjadi kewajibanmu membuat mereka bahagia.

Tak apa jika kau terlalu lelah mendengar kata maaf dari seseorang yang kau cinta. Kalian telah sama-sama berusaha yang terbaik, hanya memang sedang waktunya. Benar-benar tak masalah jika datang perasaan ingin menyerah dan mengakhiri semuanya. Kumohon, tahanlah sebentar. Pikirkan lagi saat hatimu tenang. Karena kuyakin ketika kalian masih ada cinta, semuanya akan baik-baik saja.

Menangislah jika ingin menangis. Asal beban yang kau pikul tak kau bawa sampai terlelap. Semua hanya untuk kebaikanmu, bukan yang lain. Percayalah, Tuhan punya maksud untuk memberikan jangka waktu dalam kehidupanmu. Dirimu adalah pertama dibandingkan yang lain. Bertahanlah, temukan alasan—sekecil apapun itu untuk tetap memaknai hidup.

Kau tak sendiri, ada aku di sini. Kita bersama, berpegang tangan, menguatkan hati.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Annisa Istika

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap