Sama-Sama Dibungkus Daun Pisang, Kenali Perbedaan Lemper, Arem-Arem, dan Lontong

Sama-Sama Dibungkus Daun Pisang, Kenali Perbedaan Lemper, Arem-Arem, dan Lontong

Jajanan pasar atau jajanan tradisonal merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia. , , dan merupakan beberapa contoh jajanan tradisional yang cukup terkenal, mudah ditemukan, dan banyak penggemarnya. Ketiga tersebut memiliki tampilan yang hampir sama karena sama-sama dikemas dalam balutan . Tidak sedikit pula yang sering keliru membedakan mana yang , mana yang , atau mana yang .

Nah, supaya tidak keliru lagi, yuk simak beragam perbedaan antara , , dan berikut.

1. Bahan Dasar

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Perbedaan dasar antara , , dan adalah bahan dasar yang digunakan. terbuat dari beras ketan putih yang dimasak bersama santan, sehingga akan memberikan tekstur yang lengket dan cita rasa yang gurih. Berbeda dengan

Baca juga  Jajanan SD Berbahan Dasar Aci yang Mungkin Kamu Rindukan
, terbuat dari beras putih biasa yang dimasak bersama santan hingga pulen.  Sama dengan , juga terbuat dari bahan dasar beras putih.

2. Isian

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Selain bahan dasar, , , dan memiliki isian yang berbeda. Pada dasarnya, memiliki isian berupa serundeng atau abon sapi. Namun, isian kini mulai beragam dan bervariasi. Agar terkesan lebih mewah, abon sebagai isian diganti dengan cincangan atau suwiran daging ayam. memiliki isian berupa sambal goreng.

Sambal goreng yang digunakan sebagai isian pun beragam, seperti sambal goreng tempe, kentang, daging ayam, hingga hati ayam. Berbeda dengan lemper dan , tidak memiliki isian. umumnya disajikan dengan menu pendamping lain, seperti sate, gado-gado, hingga opor,  sehingga pun tidak memiliki isian seperti lemper tau .

Baca juga  Kreasi Masakan Balado, Dijamin Nagih!

3. Kegunaan Penyajian

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Lemper biasa disajikan dalam acara hajatan. Tekstur lemper yang lengket karena terbuat dari beras ketan putih dan santan dipercaya dapat merekatkan dan menyatukan hubungan dan rezeki si pemilik hajatan. Tidak heran, lemper sering kita temukan dalam snack box di antara kue-kue tradisional lain dalam acara hajatan yang kita kunjungi. Jika lemper biasa kita temukan dalam acara hajatan, arem-arem lebih populer sebagai makanan untuk sarapan.

Nasi pulen dengan isian sambal goreng sangat mengenyangkan sebagai menu sarapan. Selain itu, karbohidrat, protein, dan aneka gizi lain yang terkandung dalam arem-arem sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan gizi harian sebelum melakukan banyak aktivitas. biasa digunakan sebagai pengganti nasi dalam hidangan-hidangan tertentu. Opor, sate, gado-gado, hingga ketoprak umumnya disajikan dengan daripada nasi.

Baca juga  Makanan Khas Yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung Ke Kota Kembang Bandung

4. Tekstur dan Cita Rasa

Dari segi tekstur, lemper memiliki tekstur yang kenyal dan agak lengket karena terbuat dari beras ketan. Berbeda dengan lemper, arem-arem memiliki tekstur yang pulen dan lembut layaknya nasi, begitu pula dengan lontong. Dari segi cita rasa, lemper memiliki cita rasa yang asin dan gurih yang berasal dari campuran santan pada ketan dan abon atau suwiran daging pada isiannya. 

Arem-arem memiliki perpaduan cita rasa yang gurih dan . Rasa gurih pada arem-arem berasal dari santan yang dicampurkan pada nasi, sedangkan rasa pedasnya berasal dari isian sambal goreng. Cita rasa yang dimiliki lontong adalah gurih, tapi tidak segurih lemper. Rasa dari lontong tidak begitu kaya karena cita rasa yang dihasilkan justru dari hidangan pelengkap yang disajikan bersama lontong.

Itulah beberapa perbedaan antara lemper, arem-arem, dan lontong. Sekarang kamu sudah dapat membedakannya, bukan?

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

inayakh