Sastra di Kalangan Masyarakat Desa

Sastra di Kalangan Masyarakat Desa

merupakan sebuah ungkapan dari ekspresi manusia terhadap perasaan, pemikiran, pengalaman dan pengetahuan yang terjadi pada kehidupan pengarangnya, yang dibuat menjadi suatu karya yang bersifat imajinatif. Hal ini membuktikan bahwa pengarang karya merupakan makhluk sosial yang membutuhkan keberadaan makhluk lainnya untuk dapat menemukan ide-ide yang tercantum dalam karya yang dikarangnya. Dengan begitu, pengarang membutuhkan interaksi antara dirinya dan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Membahas mengenai lingkungan sekitar, tidak jauh dari yang namanya masyarakat. Tanpa adanya masyarakat, maka tidak akan ada seorang pengarang. Lingkungan sekitar berperan sangat penting dalam terbentuknya suatu karya . Hal ini sejalan dengan apa yang telah dikemukakan oleh Jabrohim (2012) bahwa bukanlah suatu otonom, berdiri sendiri, melainkan suatu yang terikat erat dengan situasi dan kondisi lingkungan tempat karya itu dilahirkan.

Suatu karya tidak akan jauh berbeda dengan kehidupan yang terjadi di kalangan masyarakat . Sejalan dengan pemikiran Susanto (2016:8) yang menyebutkan bahwa karya selalu berhubungan dengan pengarang, pembaca, dan dunia sosial ataupun dunia yang nyata. Nah, dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu karya dapat dianalisis menggunakan teori sosiologi , yang mana kajiannya akan memfokuskan pada keadaan sosial yang terjadi dalam suatu karya .

Baca juga  Selamat Hari Kasih Sayang

Penyebaran sastra di masyarakat

Karya sastra yang ada bentuknya tidak jauh dari sastra lisan dan tulisan. Biasanya, penyebaran sastra di masyarakat terjadi secara lisan ke lisan dan itu pun hanya sebagian masyarakat yang melek terhadap sastra. Menurut penulis, sastra di kalangan masyarakat ini belum terlalu membumi dikarenakan sastra belum menjadi sebuah keharusan dan bukan menjadi sebuah budaya yang ada. Karena karya yang berbentuk sastra di kalangan masyarakat masih hanya sebatas slogan atau tulisan-tulisan yang berada di tempat-tempat tertentu, itu pun belum tersebar secara luas, dan sifatnya dapat dikatakan tidak kompleks dan lebih menjurus kepada kata-kata atau quotes-quotes yang tidak memiliki nilai sastra secara mendalam.

Adapun jenis-jenis karya sastra seperti , novel, cerpen, drama dan yang lain sebagainya, penulis merasa masih sangat kurang dan bahkan mungkin tidak ada yang dibudayakan di sebuah . Maka dari itu, peran mahasiswa yang ada di jurusan dan sastra serta para penggerak sastra perlu mensosialisasikan manfaat dari suatu karya sastra baik itu membuat dan membudayakan karya sastra. Karena banyak sekali kekurangan yang terjadi di kalangan masyarakat dalam hal penyebaran sastra. Jadi, ketika suatu masyarakat kurang dalam hal sastra, itu akan berpengaruh terhadap kebahasaan dan penulisan yang kurang baik.

Baca juga  Sastra Koran dan Sastra Cyber, Mana yang Paling Nyastra?

Jika kita melihat dari keadaan atau fenomena yang terjadi di sosial media, masih banyak orang-orang yang sama sekali belum tersentuh oleh adanya suatu sastra. Karena biasanya orang-orang seperti itu dalam penulisan dan kebahasaannya pun masih kurang baik dan sulit dimengerti. Itu yang menjadi pengaruh dan menjadi masalah apabila kurangnya penyebaran sastra di masyarakat . Maka dari itu, hal tersebut menjadikan sosialisasi sastra di kalangan masyarakat ini menjadi sangat penting.

Cara penyebaran sastra di kalangan masyarakat

Sebagai masyarakat yang paham akan sastra, sudah seharusnya kita ikut serta dalam menyebarluaskan suatu karya sastra, agar tidak terjadi hal-hal seperti kurang meleknya masyarakat terhadap sastra. Ada banyak cara dalam menyebarluaskan atau mensosialisasikan sastra tersebut. Kita bisa mengawalinya dengan penyebaran terhadap kalangan muda atau anak-anak dan remaja. Karena pada usia-usia tersebut masih mudah dipengaruhi pemikirannya oleh sastra, dengan cara memberi dan mengenalkan bahan bacaan sastra, seperti , novel, cerpen dan drama.

Adapun cara penyebaran sastra di kalangan tua yaitu dengan mengajak . Meskipun kebanyakan orang pada usia tersebut mungkin sudah tidak mau lagi belajar dengan alasan lain hal. Namun, sastra tersebut sangat dibutuhkan untuk menambah pengetahuan tentang komunikasi yang baik, kemampuan menulis yang baik dan yang paling penting adalah menambah kemampuan yang baik. ini sangat penting adanya terutama informasi, karena di masyarakat sendiri pasti akan selalu banyak penyebaran informasi-informasi yang belum terbukti kebenarannya. Nah, dengan ini, maka masyarakat akan lebih kritis terhadap segala sesuatu atau nilai-nilai yang datang, seperti isu-isu yang sering terjadi di masyarakat. Dengan begitu, penyebaran sastra ini dibuat dan dirancang sedemikian rupa untuk dapat masuk ke ranah itu.

Baca juga  Transformasi Desa Ponggok, dari Yang Termiskin Menjadi Desa Terkaya di Klaten

Langkah awal yang dapat dilakukan untuk penyebaran ini terjadi adalah dengan mengadakan pementasan, seperti pembacaan , dramatisasi , musikalisasi , atau pementasan drama dan teater, yang mana gaya bahasa yang dipakai bisa dimasukkan dengan gaya bahasa rasa sastra. Nah, dari situ kita bisa membuat komunitas sastra untuk langkah-langkah berikutnya. Bisa juga disebarkan lewat karang taruna yang ada di desa. Namun, masalahnya banyak karang taruna di desa-desa yang sifatnya lebih mementingkan kegiatan-kegiatan yang menuntut keuntungan dari apa yang sudah dilakukan, seperti keuntungan yang dapat menghasilkan uang atau material. Jarang terlihat dari mereka yang mau mendapatkan keuntungan yang sifatnya imaterial, seperti kecerdasan dari masyarakat itu sendiri dan lain sebagainya.

Kita bisa mengadakan perpustakaan keliling yang dapat memicu perhatian masyarakat atau dengan penyebaran melalui obrolan-obrolan yang mengarah kepada sastra yang dapat memicu timbulnya ketertarikan dan membuka wawasan masyarakat terhadap terhadap sastra. Maka dari itu, begitu pentingnya yang harus dilakukan dalam penyebaran sastra terhadap usia-usia yang masih rentan mudah untuk dipengaruhi atau dimasuki pikirannya dengan sastra. Dengan begitu, sastra akan semakin dikenal masyarakat dan akan semakin tersebar luas.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rezatama Fauzan Rafiqi