Sebagai OJOL, Ada Hikmah ‘ANYEP’ nya Ketika Masa Pandemik

Sebagai OJOL, Ada Hikmah 'ANYEP' nya Ketika Masa Pandemik 1

Sudah lebih dari 6 bulan ini masyarakat Indonesia bersahabat dengan virus Corona atau Covid 19, dan selama itu pula banyak sektor yang ketar-ketir menjalankan usahanya atau perputaran bisnisnya yang hamsyong. Tidak hanya bisnis besar saja yang diterpa badai dari efek Corona, tapi banyak juga pekerjaan yang paling mudah dikerjaakan (sebut saja ngojek) terkena dampak yang sangat sangat sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Kenapa  kata-kata ‘sangat’ nya saya ulang hingga 3 kali? Karena dampak anyep nya orderan para ojol memang sangat luar biasa.

Dulu ketika kehidupan masih berjalan normal, saya mulai onbid sekitar pukul 05.00 WIB ba’da subuh, dan bisa mendapatkan orderan 5-6 dijam sibuk, paling tidak sampai jam 07.00 WIB. Selesai nyocol orderan ketika magrib tiba, setidaknya saya bisa mendapatkan paling sedikit 10 orderan per-hari, tapi ketika  Covid 19 ini datang boro-boro 5 orderan, dapat 2 saja sudah Alhamdulillah, dan itu bukan dalam 1 atau 2 jam narik ya, tetapi dalam 1 hari. Hal tersebut membuat saya sebagai driver ojol harus agak sedikit kreatif dalam mencari orderan, caranya ialah dengan tidak banyak berkeliling mencari orderan, demi menghemat bensin, lalu ikut bergabung di basecamp kelompok ojol yang sudah ada.

Ya, saya ikut bergabung di basecamp kelompok ojol. Pada akhirnya memang harus ikut membaur dan nongkrong bersama dengan orang-orang seperjuangan dan senasib. Sebenarnya, saya driver ojol single fighter yang selalu sendiri tanpa punya kelompok dan tidak pernah nongkrong bersama dengan para ojol lain, kenapa begitu? Karena setiap kali kumpul bersama, persentase mendapatkan orderan itu sangat kecil, justru yang ketiban rejeki adalah driver yang tidak ikut berkumpul, contoh, di satu perumahan terdapat 10 orang driver yang sedang kumpul, tidak jauh dari situ ada 1 orang driver juga yang menyendiri menunggu orderan, dan ketika ada orderan masuk, bukan 10 orang yang dapat justru driver yang menyendiri itulah yang mendapatkannya, dan yang sedihnya lagi, orang yang memesan jasa ojol tersebut lokasinya berada didekat 10 orang driver yang sedang berkumpul dan hal itu sering terjadi, ini berdasarkan yang saya rasakan.

Sebagai OJOL, Ada Hikmah 'ANYEP' nya Ketika Masa Pandemik 3
illustrasi basecamp gojek via @InfoMrRaya

Dari pengalaman itulah saya tidak pernah berkumpul ketika menunggu orderan di satu tempat, dan idealisme saya untuk tidak berbaur ketika onbid terbukti ampuh, kadang ketika ngetime di satu sekolah untuk menunggu jam pulang, saya bisa mendapatkan hingga 4 kali tarikan (jarak dekat) di satu sekolah tersebut, dan saat-saat itulah saya yang menjadi tontonan driver ojol lain, yang pasti selain ditonton, saya juga menjadi bahan pergibahan, tapi gibah dengan guyon.

Sebelum masa pandemik ini, mendapatkan orderan kesatu tempat dan kembali lagi ke titik awal, biasanya akun driver yang gacor akan selalu diberi orderan selama perjalanan pulang, Alhamdulillah walaupun akun saya semi gacor, saya kerap juga diberi orderan oleh server, entah arah pulang atau terlempar lebih jauh lagi, dan terkadang kalau sudah lelah saya kerap offbid agar tidak terpental lebih jauh. Kalau sekarang boro-boro offbid, onbid dari pagi hingga lewat magrib saja hampir tidak pernah dapat. Hal inilah yang menjadikan saya untuk terus memutar otak, bahkan hingga memerasnya sampai kepala pusing agar dapur keluarga bisa tetap mengebul, iuran BPJS terbayarkan dan masih mampu beli kuota.

Setelah dipikir dan ditimbang, ada hikmah yang saya rasakan selama pandemik ini, yang pasti menambah teman dan saudara sesama pencari nafkah dijalanan berlapis aspal, walaupun kadang masih jadi penonton, menonton beberapa rekan yang selalu mendapatkan orderan tidak ada henti-hentinya. Dan, pada akhirnya harus kembali dipasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena rezeki sudah diatur dan tidak akan tertukar.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Adit Pramudyo