Sejarah Bakpia Pathok Khas Jogja Yang Perlu Kamu Tahu


Sejarah Bakpia Pathok Khas Jogja Yang Perlu Kamu Tahu 1

Bakpia Patuk yang sering kita, dan menjadi makanan khas oleh-oleh Yogyakarta memiliki sejarah tersendiri hingga namanya membahana di seantero Indonesia.  Secara historis bakpia sendiri merupakan makanan “impor” dari negara Tiongkok yang diusung oleh sejumlah imigran asal China pada sekitar awal abad ke-20. Bakpia ini ternyata sudah ada sejak tahun 1930 serta dipunyai oleh keluarga-keluarga pedagang asal China yang saat itu banyak menduduki di pusat Kota Yogyakarta.  

Bakpia sendiri merupakan makanan sejenis kue memiliki bentuk bulat dan pipih, lalu didalam bakpia sendiri diisi dengan campuran antara kacang hijau dan hula serta rasanya manis di lidah. Sebenarnya secara historis kue ini bukan asli dari Yogyakarta, namun orang-orang tiongkok lah yang memperkenalkan kue ini, yang bernama asli Tou Luk Pia atau kue Pia yang berarti adalah kue kacang hijau.

Kesulitan ekonomi para warga tionghoa membuat bakpia ini kemudian dijual belikan atau dikomersialkan di yogyakarta. Saat tahun 1930 memang tengah dilanda kesulitan ekonomi Hindia Belanda, para keturunan tionghoa sedang mengalami krisis ekonomi besar-besaran di Yogyakarta, sehingga aktivitas perdangan mulai mereka tekuni.

Seorang warga Tionghoa bernama Goei Gee Oee lalu membuat atau  memproduksi kue bakpia ini yang kemudian dijadikan salah satu home industri  saat tahun 1930. Bakpia ini saat pertama kali didirikan bernama Bakpia Pathuk 55.

Lalu setelah itu warga tionghoa lainnya bernama Liem Yu Yen yang pada saat tahun 1948 kemudian dikasih nama Bakpia Pathuk 75. Hingga tahun 1970, bakpia ini dibuat oleh dua famili ini di daerah Pathuk.

Sewaktu itu bakpia masih diperjual belikan secara ecer di Yogyakarta, ditaruh dalam besek atau wadah dari bambu anyaman, dan konsumennya masih sedikit. Kemudian wadahnya berubah menjadi kertas karton yang disertai label kemasan.

Perubahan terjadi saat warga Yogyakarta bernama Suwarsono, yang pertama kali memulai keahliannya membuat bakpia di Pathok. Dia sendiri adalah pemilik Bakpia 543 Sonder dia merupakan mantan karyawan Bakpia 75, ia memutuskan keluar dari Bakpia 75 tahun 1972. Dia sendiri pelopor berdirinya bakpia Pathok hingga ke seantero Nusantara.

Berawal dari itulah, kemudian beberapa home industri bakpia di Yogyakarta mulai merajalela di Yogyakarta hingga ke seluruh wilayah Pathok tahun 1980 an. Mereka memberikan label sesuai nomor rumah masing-masing dan diberi kemasan.

Kemudian Tan Ria Nio, dia memberikan label Bakpianya bernama Bakpia Pathok 25 yang berarti ia memproduki bakpianya di jalan Pathuk nomor 25. Keberhasilannya membuat bakpia tersebut menjadikan produksinya terkenal pada era 1992.

Letak bakpia patuk sendiri yang dipasarkan dipusat Kota Yogyakarta, membuat bakpia kian terkenal, apalagi bagi para wisatawan yang berkunjung ke wilayah Yogyakarta, mereka tidak akan lupa membeli bakpia sebagai oleh-oleh mereka.

Semakin meluasnya bisnis bakpia ini membuat para produsen harus berinovasi agar kegiatan bisnisnya tetap kontinyu. Salah satunya yakni berbagai inovasi rasa pun menjadi warna bisnis mereka. Mereka menawarkan berbagai aneka rasa agar membedakan dengan lainnya, diantaranya : kacag hijau, kumbu, cokelat, coklat kacang, kurma, durian, nanas, dan berbagai aneka rasa lainnya. Mereka harus berinovasi agar bakpia ini tetap banyak peminat.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Faizal Chandra

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap