Sejarah Indonesia: Kolonialisasi VOC

Sejarah Indonesia: Kolonialisasi VOC

Dari sekitar tahun 1602 suatu kongsi dagang dari Belanda secara bertahap menjadi penguasa di Nusantara yang kini bernama Indonesia dan mengambil keuntungan dari persaingan antara kerajaan-kerajaanl yang sudah ada di Nusantara.

Kerajaan-kerajaan ini mengambil dominasi dengan  menggantikan kekuasaan Majapahit yang sudah runtuh. Belanda memerintah Indonesia selama hampir 350 tahun, dari 1602 hingga 1945. Walaupun, hal ini masih diperdepatkan seberapa lama Belanda menajah Indonesia.  

Baca juga  Mengenang Peristiwa "Geger Pecinan" Kejadian Pembantaian Etnis Tionghoa oleh VOC (1740-1743)

Kongsi dagang dari Belanda tersebut menjadikan daerah Hindia Belanda nama yang mereka berikan untuk menyebut Nusantara sebagai salah satu kekuatan kolonial terkaya di dunia.

Pada abad ke-17 dan ke-18, Hindia Belanda tidak langsung dikuasai  oleh pemerintah Belanda tetapi di bawah kendali perusahaan dagang bernama Dutch East India Company (Bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC).

Baca juga  Sejarah Indonesia: Nasionalisme Menuju Kemerdekaan Indonesia

VOC diberikan hak monopoli atas perdagangan dan kegiatan kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markas besarnya terletak di Batavia, yang sekarang menjadi Jakarta.

Tujuan utama dari VOC adalah mempertahankan segala jenis monopoli perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Ini dicapai melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk pulau-pulau penghasil rempah-rempah dan terhadap orang-orang non-Belanda yang berusaha berbisnis dengan penduduk Nusantara.

Baca juga  Nyi Mas Melati, Dipersimpangan Mitos dan Sejarah

Misalnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala ke pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mengusir hampir seluruh penduduk dan kemudian menetap di pulau itu dengan pelayan atau budak yang bekerja di perkebunan pala.

Selama waktu ini VOC terlibat dalam politik internal Jawa  dan berpartisipasi dalam beberapa perang yang melibatkan para pemimpin Mataram dan Banten.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

sorrydah