Sejarah Perayaan Hari Valentine & Santo Valentinus, Santo Pelindung Penderita Epilepsi


Sejarah Perayaan Hari Valentine & Santo Valentinus, Santo Pelindung Penderita Epilepsi 1

Santo Valentinus dan Hari Valentine

Kemungkinan pembaca sudah sedikit-banyak tahu tentang sosok Santo Valentinus dan keterkaitannya dengan Hari Valentine atau yang sering disebut juga dengan Hari Kasih Sayang. Tokoh ini diperkirakan lahir di kota Terni, sekitar tahun 226 dan meninggal di kota Roma, sekitar tahun 270 tanggal 14 Februari. Baik Terni dan Roma, waktu itu berada dalam kekuasaan Romawi.

Identitas Santo Valentine sesungguhnya sendiri tidak dapat dipastikan. Menurut Ensiklopedia Katolik dan sumber hagiografi (karya biografi dari para tokoh-tokoh yang dikuduskan) lainnya, diperkirakan identitas Santo Valentine kemungkinan merupakan salah satu dari tiga orang martir, antara lain:

Sementara, menurut Martyrologium Romanum atau daftar resmi Gereja Katolik untuk orang-orang kudus yang diakui, pada tanggal 14 Februari hanya ada satu Santo Valentine: seorang martir yang meninggal di Via Flaminia. Via Flaminia adalah sebuah jalan Romawi kuno yang membentang dari Pegunungan Apennine, Roma sampai Ariminum. Ariminum kini disebut Rimini, sebuah kota yang terletak di pesisir Laut Adriatik.

Salah satu sumber hagiografis yang mencatat profil Santo Valentine adalah Nuremberg Chronicle. Nuremberg Chronicle, yang oleh para akademisi Latin disebut Liber Chronicarum dan dalam bahasa Jerman disebut Die Schedelsche Weltchronik merupakan sebuah karya penulis Jerman bernama Hartmann Schedel yang dipublikasikan pada tahun 1493. Buku tersebut adalah buku ensiklopedia bergambar yang menuliskan catatan sejarah dunia dan kisah-kisah yang diceritakan melalui parafrase Alkitab.

Salah satu halaman dari Nuremberg Chronicle, yang menampilkan deskripsi dan ilustrasi kota Konstantinopel. Sumber gambar: wikimedia.org
Salah satu halaman dari Nuremberg Chronicle, yang menampilkan deskripsi dan ilustrasi kota Konstantinopel. Sumber gambar: wikimedia.org

Salah satu ilustrasi yang ada di Nuremberg Chronicle adalah potret ukiran kayu Santo Valentine. Ilustrasi potret Santo Valentine tersebut disertai dengan keterangan teks, yang menyatakan bahwa Santo Valentinus adalah seorang agamawan Romawi yang menjadi martir pada masa pemerintahan kaisar Romawi Claudius II atau Claudius Gothicus (214-270). Kaisar bernama lengkap Marcus Aurelius Claudius tersebut mendapat julukan “Gothicus” yang berarti “penakluk Goth” karena kepemimpinannya yang membuat Romawi menang menghadapi bangsa Goth. Karena kemenangan itu pula, Claudius Gothicus menjadi salah satu pahlawan dalam tradisi Latin Romawi dan diangkat menjadi dewa oleh Senat Romawi.

Koin emas yang menampilkan Kaisar Romawi Claudius Gotihicus. Sumber gambar: wikimedia.org
Koin emas yang menampilkan Kaisar Romawi Claudius Gotihicus. Sumber gambar: wikimedia.org

Kembali ke pembahasan Santo Valentinus: Menurut Nuremberg Chronicle, tokoh tersebut ditangkap dan dipenjarakan karena ketahuan menikahkan pasangan Kristen dan juga membantu orang Kristen yang pada saat itu dipersekusi oleh Claudius di Roma. Namun, ketika Santo Valentinus mencoba mempengaruhi Kaisar berpindah agama, ia dijatuhi hukuman mati. Santo Valentinus dipukuli dengan gada dan batu. Ketika hukuman itu belum bisa membunuh Santo Valentinus, ia dipenggal di luar Gerbang Flaminian. Tercatat ada berbagai tanggal peristiwa kemartiran tersebut: 269, 270, atau 273.

Santo Valentinus dalam Nuremberg Chronicle. Sumber gambar: katakombe.org
Santo Valentinus dalam Nuremberg Chronicle. Sumber gambar: katakombe.org

Sumber hagiografi lainnya misalnya The Golden Legend atau Legenda Emas. The Golden Legend, atau yang dalam bahasa Latin disebut dengan Legenda aurea atau Legenda sanctorum, dibuat pada sekiter tahun 1260-an. Menurut sumber itu, Santo Valentine dihukum mati pada tahun 270 karena menolak perintah Kaisar Claudius Gothicus untuk meninggalkan agamanya.

Peringatan untuk Santo Valentine dimulai oleh Paus Gelasius I pada tahun 496 tanggal 14 Februari. Bermula dari sekitar abad 14-15, Hari Valentine berkembang menjadi hari yang memiliki keterkaitan dengan cinta dan romantisme. Di Inggris pada sekitar abad 18, Hari Valentine menjadi kesempatan bagi para pasangan untuk mengungkapkan cinta dengan memberikan bunga, kembang gula, atau mengirimkan kartu ucapan Valentine.

Santo Pelindung Penderita Epilepsi

Selain berkaitan dengan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang, tahukah bahwa Santo Valentine merupakan santo pelindung bagi para penderita epilepsi? Pada sumber yang tadi telah disebut, The Nuremberg Chronicle, terdapat ilustrasi yang menampilkan Santo Valentine yang sedang menderita kejang-kejang, salah satu gejala epilepsi.

Santo Valentinus dan seorang penderita epilepsi. Sumber Gambar: katakombe.org
Santo Valentinus dan seorang penderita epilepsi. Sumber Gambar: katakombe.org

Epilepsi, atau yang dalam bahasa Indonesia disebut juga sebagai penyakit ayan, terjadi akibat adanya gangguan ketika aktivitas sel saraf di otak terganggu, yang menyebabkan terjadinya kejang-kejang. Dikutip dari situs halodoc, salah satu gejala epilepsi adalah kejang atonik, kondisi ketika otot tubuh tiba-tiba menjadi rileks, sehingga penderita bisa jatuh tanpa kendali. Dalam bahasa Inggris, epilepsi disebut juga sebagai “falling sickness”.

Informasi tentang asal mula hubungan St. Valentine dengan epilepsi berbeda-beda. Beberapa sumber menyebut Santo Valentine berkaitan dengan penderita epilepsi karena nama Valentine mirip dengan kata Jerman untuk “fallen atau “jatuh”. Sumber lain menyatakan bahwa ada seorang uskup abad ke-3 bernama Valentine von Terni menolong putra seorang orator Romawi dari serangan epilepsi. Ada juga cerita tentang Santo Valentine yang menyembuhkan seorang wanita yang akan menikah yang ketika itu menderita epilepsi.

Epilog

> Santo Valentine sendiri bukanlah satu-satunya santo pelindung penderita epilepsi. Beberapa santo lain yang terkait dengan penderita epilepsi adalah Santo Giles, Santo Anthony, Santa Dymphna.

> Claudius Gothicus bukan satu-satunya Kaisar Romawi yang diangkat menjadi dewa oleh Senat Romawi. Salah satu Kaisar Romawi lainnya yang didewakan adalah Kaisar penganut Stoisisme, Marcus Aurelius (161-180).


Sumber-Sumber Referensi:

catholicsaintmedals.com

epilepsy.com

epilepsy.org.uk

epilepsysociety.org.uk

– halodoc.com

history.com

katakombe.org

projects.mcah.columbia.edu

saints.sqpn.com

surinenglish.com

*Baca juga artikel dan karya RK Awan lainnya di sini*  


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

RK Awan

   

Tertarik bekerja sama membuat konten dengan saya? Bisa kirim DM ke akun twitter @RKAwan_47 atau kirim email ke kreasi.rk.awan@gmail.com.

Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap