Sejarah Perkembangan Cerpen Periode 2000

Sejarah Perkembangan Cerpen Periode 2000

Cerpen merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa berisi karangan fiktif dan hanya memiliki satu alur saja.

Cerpen banyak dikenal sebagai cerita yang dapat dibaca dalam sekali duduk sekitar dua jam, bahkan setengah jam pun selesai.

Awal mula munculnya cerpen di Indonesia terjadi pada periodisasi kesusastraan Indonesia, salah satunya cerpen di koran dan majalah.

Cerita pendek berasal dari tradisi lisan ke lisan yang menghasilkan berbagai kisah-kisah menarik.

Cerpen pada umumnya menceritakan tentang kisah kehidupan manusia melalui tulisan pendek, singkat, dan hanya berfokus pada satu tokoh tertentu saja.

Cerpenis Indonesia Periode Reformasi - Sekarang (Sumber: Dokumen Pribadi)
Cerpenis Indonesia Periode Reformasi – Sekarang (Sumber: Dokumen Pribadi)

Saya menulis topik “Sejarah Perkembangan Cerpen Periode 2000” ini untuk memberikan wawasan mengenai sejarah perkembangan cerpen.

Tujuan saya menulis topik ini untuk memberikan edukasi dan informasi mengenai sejarah perkembangan cerpen dan semoga dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Baca juga  5 Destinasi Wisata Bawah Tanah Yang Wajib Kamu Kunjungi, Semuanya Ada di Indonesia Loh

Sejarah perkembangan cerpen bermula dari cerita lisan yang menghasilkan kisah-kisah melalui media puisi yang berirama.

Irama tersebut memiliki fungsi agar pembaca cerpen mengingat cerita tersebut. Perkembangan cerpen mengalami angka perkembangan yang signifikan, mulai dari munculnya cerita fabel.

Fabel umumnya berupa cerita yang memiliki pesan moral yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fabel diartikan sebagai cerita tentang binatang sebagai tokoh utama. Contoh cerita fabel yang populer misalnya Kisah Si Kancil.

Perkembangan cerpen berlanjut dengan hadirnya cerita mite, legenda dan sage.

Cerita mite atau mitos merupakan cerita yang memilki keterkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat mengenai sesuatu hal, contohnya cerita Nyi Roro Kidul.

Cerita sage yaitu cerita mengenai kepahlawanan yang menceritakan tentang sosok pahlawan dan jasanya.

Sedangkan, cerita legenda berkaitan dengan asal mula terjadinya suatu tempat, contohnya Legenda Tangkuban Perahu.

Baca juga  Beberapa Contoh Orang - Orang Yang Mudah Tertipu Dengan Berita Yang Tidak Benar

Karya cerpen bersifat fiktif dan cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel.

Ciri-ciri cerpen yaitu bersifat padat, singkat, dan hanya terdapat satu alur saja.

Penokohan digambarkan secara singkat, memiliki jumlah kata kurang dari 10. 000 kata dan mampu dibaca dalam sekali duduk.

Dunia kesusastraan Indonesia tidak pernah sepi dari karya-karya cerpen yang disajikan di koran atau di majalah.

Perkembangan cerpen pada periode 2000 ini sangat pesat dibandingkan dengan puisi dan novel karena besarnya peluang kesempatan masyarakat untuk menghasilkan karya cerpen.

Cerpen tidak hanya sebagai kegiatan yang hanya bisa dilakukan di waktu senggang bagi pembaca, namun pada periode tersebut cerpen sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Perkembangan cerpen juga mempengaruhi aktivitas dan kegiatan masyarakat, seperti diadakannya lomba menulis cerpen yang diselenggarakan diberbagai lembaga, salah satunya diselenggarakan oleh pusat bahasa setempat.

Baca juga  10 Bisnis yang Terancam Punah

Para penulis cerpen di Indonesia masih tetap didominasi oleh cerpenis sebelum era reformasi, yaitu:

1. Chairil Gibran Ramadhan

Beliau lahir di Jakarta, 11 September 1972. Cerpen beliau dimuat dalam media cetak maupun media online.

Salah karyanya yang terkenal adalah Sebelum Colen di Malam Lebaran.

2. Hamsad Rangkuti

Beliau memiliki karya cerpen yang melegenda, yaitu Bibir Dalam Pispot, Sumpah Bulan Desember, Lukisan Perkawinan, dan lainnya.

3. Putu Wijaya

Karya cerpen beliau tidak terhitung berapa cerpen yang dihasilkan. Cerpen beliau sudah mencapai ribuan.

Beberapa karya beliau, yaitu Bom, Es Campur, Gres, dan lainnya.

Selain menulis cerpen, beliau juga aktif menulis novel, skenario sinetron, skenario film, dan naskah drama.

Terdapat banyak tokoh lain yang memiliki karya yang terkenal dan melegenda seperti, Bapak A. S. Laksana, Bapak Triyanto Tiwikromo, Bapak A.A. Navis Dan Bapak Danarto.

Perkembangan cerpen melesat seiring dengan perjuangan para cerpenis untuk menghasilkan karya tersebut.

Kita sebagai generasi muda harus bersyukur dan bangga atas karya-karya yang telah dihasilkan.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Regita Oktiana Rahmadani