Sejarah Terciptanya SENDAL JEPITTTT, Sendalku, Sendalmu, Sendal Kita Semua

Sejarah Terciptanya SENDAL JEPITTTT, Sendalku, Sendalmu, Sendal Kita Semua 1

Anda orang Indonesia? Bukan? Maf saya tanya yang lokal saja.Ya, Anda. Pasti kita semua tidak asing dengan salah satu jenis alas kaki yang merakyat ini. Baik dari segi harga dan fungsinya yang begitu bermanfaat meskipun dengan bentuk yang sederhana.

Sumber gambar : pinterest.com
Sumber gambar : pinterest.com

Perlu kalian tahu, betapa besar manfaat dari sandal jepit selama manusia hidup di muka bumi ini. Tanpanya, kaki kita bisa apa? Ya bisa jalan lah. Apanya yang susah? Eh. Maksudnya, dengan adanya sandal jepit ini, kaki kita lebih bisa terlindungi dari paparan panas sinar matahari yang menempel di aspal jalanan dan jalanan yang tak beraspal. Dari duri, pecahan beling gelas, pecahan beling piring, pecahan beling kaca jendela rumah tetangga, pecahan beling botol milik keluarga, atau pecahan beling atap kaca milik rumah orang-orang. Atau, agar kaki kita ini tidak lecet dan membawa pulang kotoran hewan-hewan di luar sana. Sebab itu semua bukan milik kita. Sudahlah.

Lantas, apakah sesekali kita tidak merasa penasaran dengan sejarah dari sendal jepit yang sering kita jumpai itu ? Tidak? Baik mari simak penjelasan saya berikut ini.

Sendal jepit rupanya sudah ada sejak 4000 tahun SM (baca : Sebelum Masehi) semenjak era Mesir kuno. Sendal jepit paling tua terbuat dari bahan papirus dan berhasil diabadikan dalam pajangan di British Museum dari waktu 1500 SM.  Di Sumeria sendiri, sendal jepit mulai ada sejak kisaran tahun 6000 SM dan terbuat dari kulit hewan.  

Hem, memang, daun palem serta papirus adalah bahan yang umum atau sering dipakai di Mesir Kuno. Kalau di India, sandal biaasanya terbuat dari bahan kayu.

sumber gambar : pinterest.com
sumber gambar : pinterest.com

Sedangkan dari Babylonia kuno, kira-kira pada 600 SM silam ada sandal yang teruat dari kayu. Antara ibu jari serta jari telunjuk pada kaki terdapat pembatas alias penjepit agar sandal tidak lepas. Tak hanya begitu saja, sandal ini pun biasanya ditemukan dengan adanya hiasan batu-abtuan yang disusun secara estetik. Biasanya digunakan para bangsawan untuk mengunjungi tempat tetentu. Beda lagi dengan di Persia, sandal biasanya boleh dipakai oleh para prajurit, bangsawan, hingga pemimpin agama. Dan lebih khusus bai para prajurit, sandal mereka memiliki tambahan pelindung dari logam serupa kuningan.

Seiring berjalannya waktu, tentunya sandal jepit mengalami perkembangan dan perubahan yang lebih menarik. Seperti orang Amerika misalnya, yang merancang sandal jepit setelah era perang dengan warna terang dan dimodifikasi menyesuaikan kenyamanan bagi para pemakainya. Maka, pada tahun 1960-an, masyarakat yang mengenakan sendal jepit ini dikenal sebagai gaya hidup atau life style-nya daerah pesisir pantai kasual California.

Adapun di tahun 1862 di negara Brazil terciptanya sendal jepit oleh merk Havainas yang terkenal serta klasik.

Nah, bagaimana para pembaca Digstraksi sekalian? Apakah sandal jepit masih menjadi alas  kaki favorit kalian? Kalau saya sih iyes wkwkwk. Selain simpel, enteng, dan tidak menyiksa kaki, sandal jepit memang bisa membuat para pemakainya nyaman. Harganya yang terjangkau juga mengirit dompet kita sehari-hari. Awet pula. Tunggu apa lagi, yuk buruan beli ehehe. Tapi jangan asal comot sandal orang waktu Jum’atan di masjid ya, eh.

Referensi :

  • https://republika.co.id/berita/senggang/unik/19/01/23/pls7q7349-ternyata-begini-awal-mula-dibuatnya-sandal-jepit
  • https://historia.id/asal-usul/articles/melacak-sejarah-sandal-vVe0p/page/2


Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.