Sekilas Tentang Kopi Indonesia


Sekilas Tentang Kopi Indonesia 1

Ada dua versi sejarah penemuan biji kopi. Yang pertama menyebut ditemukan pertama kali pada sekira tahun 800 SM, dan satunya lagi berpendapat ditemukan pada tahun 850 M di wilayah Afrika.

Penikmat kopi di Indonesia terhitung sangat banyak. Buktinya, nyaris di setiap kota dan desa terdapat kedai yang khusus menyajikan minuman pahit ini. Banyaknya kedai kopi ini bisa dibilang setara dengan banyaknya jumlah penikmat kopi.

Adapun minuman ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1690. Ketika itu, Belanda mendistribusikan dan membudidayakannya di tanah Jawa. Yang menarik, saat ini kopi di Indonesia memiliki catatan lain yang patut dicermati.

Penikmat kopi di Indonesia terhitung sangat banyak. Buktinya, nyaris di setiap kota dan desa terdapat kedai yang khusus menyajikan minuman pahit ini. Banyaknya kedai kopi ini bisa dibilang setara dengan banyaknya jumlah penikmat kopi.Bahkan, sejumlah data menyebutkan bahwa tingkat konsumsi kopi di Indonesia terus meningkat, seperti yang dicatat International Coffee Organization bahwa pertumbuhan tingkat konsumsi kopi di Indonesia mencapai 5 juta bushel (satuan 60 kg karung kopi) pada tahun 2020.

Data riset Toffin dan Majalah Mix menunjukkan bahwa pada Agustus 2019 terdapat 2.950 kedai kopi yang tersebar di Indonesia, atau meningkat tiga kali lipat dibanding pada tahun 2016 yang hanya sebanyak 1.000 kedai.

Tak hanya tingkat konsumsinya yang luar biasa. Indonesia juga merupakan salah satu negara penghasil dan eksportir kopi terbesar di dunia, dengan cita rasa yang berbeda-beda sesuai letak geografisnya. Makanya wajar jika biji kopi menjadi komoditas favorit untuk ditransaksikan dalam perdagangan berjangka, selain emas.

Sekarang ini, kopi di Indonesia juga seakan menjadi minuman favorit untuk sekadar menemani diskusi ringan hingga berat masyarakat. Seakan diskusi terasa kurang tanpa adanya kopi di meja.

Produksi kopi bisa didapati mulai dari Gayo, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Timur, Toraja, Kotamobagu, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua, dengan citarasanya masing-masing. Hal ini pun sudah sejak lama dikenal luas di dunia internasional.

Beragamnya cita rasa kopi dari setiap daerah itu pun sekaligus membuat penamaannya jadi ikut berbeda, disesuaikan dengan asal daerah budidayanya. Kopi yang dibudidayakan di Toraja disebut Kopi Toraja, dan sebagainya.

Lahan yang ditanami biji kopi pun sangat luas. Tercatat, areal kopi nasional tahun 2018 seluas 1,23 juta hektare dengan produksi sebanyak 717,9 ribu ton. Kepemilikannya 96 persen perkebunan rakyat, sisanya sebesar 4 persen milik swasta dan PTPN.

Sementara luas areal perkebunan kopi terbesar di Indonesia terdapat di Sumatera Selatan dengan luas 21.027 ha. Menurut data Badan Pusat Statistik yang diolah Kemendag, Indonesia mengekspor 379 ribu ton dengan nilai USD 821 juta pada 2020.

Nah, tingginya produksi dan konsumsi kopi di Indonesia ini, seharusnya mampu menjadikan para petani kopi sejahtera dalam aspek ekonomi. Atau bisa juga dijadikan sebagai solusi alternatif selama masa pandemi Covid-19.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Sahril Kadir

   

Tulisanku membuatku tetap hidup, meski saat ku tiada nanti

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap