Sekolah Tidak Menjamin Kesuksesan, Tapi…


Sekolah Tidak Menjamin Kesuksesan, Tapi... 1

Banyak orang yang sok mengecam pendidikan, hanya dengan alasan “Sekolah tidak menjamin kita akan menjadi sukses”. Padahal, nyatanya mereka hanya malas untuk bersekolah. Tapi jika bilang begitu, tentu akan terlihat lebih cerdas, bukan?

Sukses adalah sesuatu yang memiliki definisi yang banyak dan berbeda untuk setiap orang. Dijelaskan di salah satu buku berjudul Life by Design karya Darmawan Aji. Disana dijelaskan bahwa definisi sukses untuk setiap orang berbeda.

Sukses itu sendiri dipandang berbeda oleh banyak orang. Ada yang menganggap sukses itu hanya tentang harta, ada juga yang menganggap sukses itu hanya sekadar mencapai target. Namun tak sedikit juga orang yang mengatakan bahwa sukses itu jauh lebih luas dari sekedar harta dan kehidupan. Sukses merupakan kata yang maknanya sangat dalam, memang.

Apapun definisi sukses anda, terserah. Sekolah memang tidak bisa menjamin kesuksesan kita. Kecuali untuk yang ingin sukses di sekolah, itu beda cerita. Tapi sukses disini yang kita maksud adalah sukses dalam hidup. Entah itu tercapainya cita-cita, atau apapun itu.

Sekali lagi, memang benar kesuksesan itu tidak bisa dijamin oleh sekolah. Nilai-nilai, ijazah, bukanlah indikator kecerdasan dan kesuksesan kita di bidang akademik. Mengapa? Karena akademik itu jauh lebih luas dari sekadar belajar, mendengarkan guru, lalu mengerjakan tugas dan ujian. Tidak sebatas itu, tapi lebih jauh lagi.

Lalu untuk apa kita dimasukkan ke sekolah? Semua orang tua berharap kita bisa menjadi orang yang berilmu dan baik. Itulah alasan mengapa kita dimasukkan ke sekolah. Tapi jika melihat zaman sekarang, nampaknya banyak siswa dimasukkan ke sekolah hanya sekadar untuk memenuhi kewajiban menuntut ilmu selama 12 tahun dari SD hingga SMA. 

Disini, omongan bahwa sekolah tidak menjamin kesuksesan memang ada benarnya. Karena saat meraih kesuksesan dalam hidup yang sebenarnya, tentu tidak ada hubungannya dengan apakah seseorang sekolah atau tidak. Hidup tetap akan memberikan ujian yang sama entah dia sekolah atau tidak. Nyawa tetap akan habis, baik dia sekolah tinggi maupun tidak.

Sekolah memang tidak bisa menjamin kita akan sukses atau tidak. Tapi, disinilah poin yang ingin saya tekankan. Di sekolah, kita belajar banyak hal mengenai bagaimana hidup begitu keras. Kita bisa belajar bagaimana kecurangan bisa terjadi dimana-mana. 

Kita bisa belajar bagaimana caranya memilih teman untuk dipercaya. Kita juga bisa merasakan dan memprediksi bagaimana hidup kelak. Kita bisa melihat bagaimana pimpinan sekolah memanipulasi data dan anggaran, bagaimana guru bermasalah, dan bagaimana siswa-siswa merokok, berjudi, dan “minum”. Bukan untuk dicontoh, setidaknya untuk diambil hikmahnya. Dan kalau dihitung, bukankah ini pelajaran yang tidak akan pernah terbayarkan?

Jika tujuan pendidikan masih sama seperti dulu: mengubah tingkah laku. Yang terjadi sekarang sudah sangatlah sesuai. Karena sekolah yang begitu bermasalah, tidak efektif, dan lain-lain, kita jadi tertuntut untuk belajar sendiri. Kita terpaksa harus bisa mengambil pelajaran dan hikmah semuanya sendiri. Sehingga, kita tidak akan mudah tertipu di kemudian hari oleh orang-orang yang kelihatannya baik padahal aslinya curang seperti pimpinan di sekolahmu.

Lalu bagaimana yang ujungnya korupsi? Ya, itu adalah pilihan mereka setelah melihat bagaimana sikap yang dia lihat. Baik itu dari temannya, gurunya, atau siapapun yang memengaruhinya. 

Bagaimana mereka yang sukses tanpa sekolah? Mereka tidak mendapat pendidikan? Bukan begitu. Mereka tetap mendapatkan pendidikan. Tapi, dunialah yang langsung memberikan pendidikan padanya. Dia harus langsung belajar pada alam. Itu jika kamu tidak sekolah. Pada akhirnya, kita memang akan menempuh dunia yang sama. 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

EnamDelapan

   

Sukses hanyalah tentang seberapa beruntung kita. Tuhanlah yang menentukan keberuntungan itu, kita hanya bisa berdoa dan berusaha.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap