Selamat hari jati ke-72, 1984


Selamat hari jati ke-72, 1984 1

Tahukah kamu, ketika George Orwell, sang penulis 1984, mulanya memberi judul karyanya ini “The Last Man in Europe”?  1984 kini sudah mencapai 72 tahun sejak publikasi pertamanya pada 8 Juni 1949.

Sumber: www.twitter.com
Sumber: www.twitter.com

Setelah sukses dengan Animal Farm, Orwell membeli sebuah rumah peristirahatan di Barnhill, Jura, sebuah pulau kecil di Skotlandia. Kepindahannya sesuai saran dokter agar dia beristirahat dari kesibukannya sebagai jurnalis dan memulihkan kesehatan akibat tuberkulosis yang diidapnya. 

Banyak peristiwa politis dan personal yang kemudian menjadi latar belakang Orwell menulis karya terakhirnya ini sehingga terkesan familiar.  Di tengah Perang Dunia II, Konferensi Teheran yang dihadiri Franklin Delano Roosevelt, Winston Churchill juga Joseph Stalin membahas hubungan ketiga negara itu dan konsensus untuk melakukan serangan kedua  terhadap Jerman. 

Ketiga negara tersebut dipercaya adalah Oceania dalam dunia 1984. Sementara Eastasia merujuk kepada beberapa negara di Asia,dan Eurasia merujuk kepada bagian utara Eropa.

Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet selama 44 tahun (1945-1989) terjadi dimana satu sama lain tidak menyerukan peperangan namun ketegangan tetap terasa. Kondisi itu serupa dengan hubungan internasional antara Oceania, Eastasia dan Eurasia. Slogan “war is peace” dapat diinterpretasikan pada kondisi tersebut.

Sumber: www.tumblr.com
Sumber: www.tumblr.com

“War is peace; Freedom is slavery; Ignorance is strength” adalah slogan The Party, Ingsoc atau English Socialist Party, yang menjadi penguasa di Oceania. Dengan slogan ini, penduduk Oceania dibuat berpikir bahwa semua baik-baik saja dan mereka tidak perlu berpikir. Freedom is slavery dimaksudkan bahwa kebebasan adalah satu hal yang membawa petaka sehingga mereka hanya dapat mengikuti perintah saja tanpa perlu mempertanyakan apapun. 

Winston menyadari bahwa informasi yang disampaikan dan setiap hal yang terjadi di Oceania tidak disadari atau justru diabaikan oleh semua orang. Anak-anak di Oceania bahkan terlibat dalam Spies yang berperan untuk memata-matai orang dewasa yang menyimpang dan melaporkannya pada The Big Brother. Realita ini jelas menunjukkan penduduk Oceania menerapkan slogan Ignorance is strength.

Sosok Big Brother sendiri tidak pernah diketahui identitasnya sebab ia bukanlah seseorang melainkan sebuah organisasi yang kekuasaannya semakin kuat dengan membuat semua orang takut dan patuh. Itu sebabnya slogan ini diperkenalkan pertama kali di bab pertama novel 1984.

Bagi mereka yang menyimpang, mereka akan dihukum di Room 101 dengan berbagai siksaan psikologis. Mereka akan dihadapkan pada mimpi terburuk dalam hidupnya dengan tujuan agar mereka goyah dan memilih untuk kembali patuh pada perintah Big Brother.

Winston pun harus mengalami hal sama setelah dikhianati sahabatnya sendiri, O’Brien. Winston dan kekasihnya, Julia, dihukum bersamaan di Room 101. Mereka dituntut untuk dapat menyelamatkan diri sendiri dengan membebankan hukuman untuk dirinya kepada orang lain. 

Di dalam ruangan ini pula Winston menyadari bahwa hilangnya kebebasan secara fisik lebih mudah daripada kehilangan kebebasan untuk berpikir sebagai seorang individu. Dalam kehidupan nyata, room 101 ini adalah sebuah ruang konferensi di kantor BBC dimana Orwell harus terlibat dalam pertemuan-pertemuan, yang menurutnya, membosankan. 

Karena Winston adalah satu-satunya tokoh yang menyadari semua realita tersebut, Orwell menamai novelnya “The Last Man in Europe”. Namun akhirnya, Orwell menyerahkan naskah novel itu diubah menjadi Nineteen Eighty-four (1984) seperti yang kita kenal sekarang.

Dirgahayu, 1984.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nenden Rikma

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap