Self-healing untuk Wanita Pekerja

Self-healing untuk Wanita Pekerja

Self-healing bagi wanita pekerja sangat dibutuhkan. Apalagi jika anda adalah salah seorang wanita pekerja yang setiap sore berebutan keluar dari kantor-kantor dan perusahaan memenuhi jalan raya.

 Seorang wanita pekerja yang tampilannya jauh berbeda antara pulang kantor dengan saat berangkat pada pagi hari.

Saat pagi, keluar dari rumah dalam keadaan cantik, wangi, dan rapi. Make up masih lengkap dan air muka masih cerah. Kemudian seiring berjalan waktu, seharian di tempat kerja, sedikit demi sedikit make up luntur dan air muka menjadi keruh. Itu adalah kondisi dalam waktu satu hari.

Self-healing untuk Wanita Pekerja

Bayangkan jika bertumpuk dalam jangka waktu lama. Terulang rutinitas dari bangun pagi, berangkat kerja, hingga pulang lagi. Libur hanya sehari dalam sepekan, itupun untuk mengurus rumah yang terbengkelai karena ditinggal kerja seminggu.

Dalam kondisi seperti itu tidak heran, banyak wanita yang mengeluh capek, stress, dan galau saat mereka pulang kerja. Ditambah kerjaan rumah menumpuk, bagi yang tidak punya asisten rumah tangga. Duh, dunia serasa kiamat dan kebahagiaan menjadi sirna.

Baca juga  Self-Healing Melalui Journaling Routine

Bagi wanita dengan kantong tebal, hal ini tidak menjadi masalah. Mereka bisa menghibur diri dengan shoping atau kulineran. Liburan saat libur dan tidak perlu repot-repot dengan kerjaan rumah karena ada ART. Nah, apa kabar para wanita yang tidak bergelimang harta?

Don’t worry be happy. Masih banyak jalan menuju Roma. Ingat kan, tidak semua hal butuh uang. Para wanita dengan beban kerja ganda ini hanya perlu self-healing untuk meringankan masalah dengan kondisi uang pas-pasan. Caranya?

Self-healing untuk Wanita Pekerja

Pertama, sempatkan merawat diri tapi nggak boros. Salah satu cara sederhana adalah dengan menikmati waktu mandi. Tidak terburu-buru, fokus pada acara membersihkan diri di bawah guyuran air yang bisa merefresh tubuh penat.

Baca juga  Selama Pandemi, Menulis Adalah Self Healing Terbaik

Bersihkan dengan seksama setiap permukaan kulit dan ujung kaki hingga ujung kepala. Jangan pikirkan hal lain dan jangan melakukannya dalam kondisi terburu-buru karena sudah akan terlambat.

Cara lainnya adalah selalu membersihkan muka sepulang kerja, dengan sabun wajah atau produk lain yang cocok. Wajah yang terlalu sering ditempel make up akan cepat lelah. Wangi sabun dan percikan air akan meringankannya kembali.

Semprotkan wewangian saat habis mandi sepulang kerja. Aroma terapi ini juga akan mengurangi stress dan sedikit membuat rileks.

Kedua, tetaplah berinteraksi atau curhat tapi nggak asal. Bagi yang sudah berumah tangga, tentunya yang paling tepat adalah curhat kepada suami. Pillow talk atau perbincangan menjelang tidur bisa menjadi saat yang paling bagus untuk bercerita.

Baca juga  Wanita Punya Penghasilan, perlukah?

Konon wanita memang butuh banyak bicara. Nah, keluarkan semua uneg-uneg pada suami. Bukan pada orang lain yang belum tentu berniat menutup aib kita.

Bagi yang belum berkeluarga? Berbicara dengan ornag tua atau saudara kandung itu akan lebih baik juga. Karena banyak kasus, curhat pada teman dekat malah menjadi boomerang karena disebarluaskan dan dijadikan bahan gossip. Ini bukannya sel-healing malah akan menambah masalah.

Apalagi jika malahan curhat di media sosial. Bukannya mencari solusi tetapi bisa jadi bahan hinaan atau celaan orang-orang yang tidak suka. Jadi berabe, kan?

Cari hiburan mengurai beban tapi nggak terlarut. Misalnya suka nonton video dari dumay atau baca novel, lakukan saja sesekali.

Sekedar untuk mengurai penat di hati. Hanya saja kadang-kadang ada beberapa orang yang terlena. Terlalu mencari hiburan hingga lupa pada urusan yang wajib dan penting.

Jika pandai mensiasati segala masalah, wanita pekerja pun akan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan wanita yang bukan bekerja. Tetap bersinar dan bahagia menjalani hari-harinya. 

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Tri Astuti Ari Winarti