Seni Dalam Cinta Menurut Erich Fromm


Seni Dalam Cinta Menurut Erich Fromm 1

Berbicara tentang cinta, merupakan salah satu tema seksi yang tidak ada habisnya. Cinta sendiri bahkan memiliki devinisi umum. Namun siapa sangka devinisi umum hanyalah menjadi devinisi umum, siapa juga yang saat ini menggunakan devinisi umum. Jika dipahami lebih lanjut cinta itu berada dalam diri individual, maka dari itu setiap orang mempunyai dan mencoba membuat devinisi sendiri. Dari sisi tersebut cinta menjadi tampak menjadi devinisi yang merdeka dan bebas tergantung si subyeknya.

membahas cinta identik dengan kata  yang indah, berapi-api dan pilu dan banyak lagi bahkan ada juga keindahanya tak bisa diwakili oleh kata-kata yang sudah ada. Setiap orang saat ini terjebak pada devinisi cinta, dengan membungkusnya dengan kata-kata langit, menenangkan dan menyenangkan. tanpa disadari mereka hanyalah sekumpulan orang berkotbah yang hanya berputar di dataran luar tak sampai kepada inti dasarnya.

Devinisi-devinisi itu membuat cinta sendiri menjadi pasif dan hanya tinggal nama dan konsepsi yang tak seberapa. Bahkan orang serringkali keblingerdalam penerapanya. Seperti bunuh diri karna cinta, itu semua kan berasal dari devinisi yang bebas dan pemahaman yang dangkal.

From menjelaskan bahwa cinta yang benar itu selalu menganggap cinta sebagai seni, seorang pecinta harus tau teori, latihan dan praktek dari cinta itu sendiri. Cinta bukan rasa suka pada sesuatu jika seseorang mencintai karna suka maka orang tersebut terjebak dalam sifat egoistik. Seseorang seharusnya tidak berokus pada apa yang kamu cintai tapi harus berfokus pada cara kamu mencintai dengan baik dan benar. Cinta ini bukan masalah kamu cinta pada siapa tapi cinta adalah masalah bagaimana caramu mencintai. Dengan seperti itu bahkan siapapun menjadi layak untuk di cintai.

Berbicara tentang cinta, from memfokuskan pada cara. Hal itu memperlihatkan bahwa cinta itu bukan pasif tapi aktif. Siapapun, apapun dan sebagus apapun yang kamu cintai, jika kamu tidak tahu bagamana cara mencintai segala sesuatu itu akan rusak. Bahkan mungkin kamu sendiri yang mungkin akan merusaknya atau bahkan yang kamu cintai itu sendiri bisa merusak dirinya. Maka dari itu jangan jatuh cinta tapi berusahalah membangun cita.

Seorang pecinta harus peduli dan membangun sesuatu yang dicintainya, mendukung dengan segala kebaikan. Bekerja sama dan saling mendirikan cinta bukan mengeksploitasi. Seorang pecinta yang gagal adalah seorang pecinta yang sangat egoistik, selalu mendahulukan hasrat dan kepuasan. 

Dengan pendapat from kita dapat tarik dalam realitas hari ini, dimana banyak orang sibuk mendevinisikan cinta lalu menjualnya pada telinga telinga kaum yang suka dengan kata-kata indah dan berakhir palsu. Salain itu  beberapa pecinta hari ini lupa dengan cara mencintai, sehingga apa yang dia maksud dengan cinta melenceng dari prakteknya. Kata-kata cinta hari ini sudah seperti makan sehari  – hari, namun dalam prakteknya masih banyak ekploitasi yang  terjadi. 

Eksploitasi yang terjadi, hari ini cukup marak. seperti contohnya banyaknya pecinta mengalami  patah hati, banyaknya korban hamil diluar nikah, banyaknya pembohong mengatasnamakan cinta, banyak keributa mengatasnamakan cinta dan bahkan bolos  sekolah itu merupakan bukti  bahwa ada banyak orang yang tidak mengerti bagaimana cara mencintai.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

pengendara bajai

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap