Seringkali Ditimpa Stigma, Berikut Adalah Hal-hal Positif di Dalam Sosok Aktivis Gerakan Sosial

Seringkali Ditimpa Stigma, Berikut Adalah Hal-hal Positif di Dalam Sosok Aktivis Gerakan Sosial 1

Kondisi sosial yang terus berkelanjutan dan dengan segala dinamikanya menjadikan setiap kejadian tidak bisa didiamkan dan bahkan jangan sampai menjadi stagnan. Begitu pula yang sedang dialami di dalam suatu sistem ekonomi, sosial, budaya di suatu negara. Suatu negara seperti halnya Indonesia yang mengilhami konsep demokrasi mengharuskan keterlibatan publik atas setiap kebijakan yang sedang dijalankan. Demokrasi digadang menjadi paru-paru atas kehidupan berbangsa dan bernegara di sini. Oleh sebab itulah maka tidak heran jika publik dari segi individu maupun komunitas secara aktif dan berkelanjutan memperhatikan setiap langkah dan perjalanan sistem yang sedang berlangsung. Dalam hal ini kemudian diperlukan aspirasi konkrit dari berbagai pihak, salah satunya adalah mengetahui pentingnya kehadiran para aktivis gerakan sosial. Kendati demikian, namun sayangnya aktivitas publik yang aktif tersebut malah justru sering menjadi ajang menaruh stigma. Beginilah yang sering dirasakan oleh para aktivis gerakan. 

Sikap empati dan peduli yang dibalut dengan pemikiran kritis setiap insan aktivis yang tergabung dalam gerakan seringkali tidak mendapat apresiasi dan justru malah mendapat represi. Seseorang atau golongan tertentu yang tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu tentang nilai-nilai aktivisme yang diperjuangkan oleh para aktivis ini kemudian berdampak buruk terhadap munculnya miskonsepsi serta tumpang tindih yang berbalut stigma.

Dari sinilah kemudian diperlukan sebuah pengetahuan bahwa terdapat sisi-sisi positif yang perlu diketahui dari seorang aktivis gerakan. Berikut adalah beberapa hal tersebut.

1. Para Aktivis yang Sesungguhnya Memiliki Sikap Simpati, Empati, dan Peduli yang Luar Biasa

Kendati seringkali mendapat stigma misalnya “pembangkang”, “perusuh”, dan atau lainnya yang selalu disematkan dalam benak aktivis, namun perlu diketahui juga bahwa sebelum maju dalam sebuah pergerakan sosial, mereka mempunyai landasan moral berupa simpati, empati, dan kepedulian yang tinggi. Landasan inilah yang kemudian menjadi pendorong positif untuk maju bergerak membantu mengadvokasikan tentang suatu isu yang diangkat untuk diperjuangkan.

2. Memperjuangkan Nilai-nilai Demokrasi Agar Tidak Padam

Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh negara memang sudah sewajarnya jika mendapat kritik dari publik secara luas termasuk diantaranya adalah dari para aktivis. Sikap peduli dan kritis dalam sebuah aktivisme yang dilakukan oleh para aktivis inilah yang menjadi salah satu poin penting dalam mempertahankan sebuah sistem sosial yang demokratis. Peran dari para aktivis inilah yang kemudian penting untuk membuka mata dan mengajak masyarakat  untuk bergerak bersama jika terdapat hal yang mengganjal dari sistem.

3. Pribadi yang Kritis dan Realistis, Bukan Materialistis

Bergerak dan berjuang di ranah kemanusiaan bukan merupakan hal yang mudah. Aktivis memiliki beban moral yakni berupa dirinya harus mampu menerapkan nilai-nilai kemanusiaan terlebih dahulu sebelum keluar untuk memperjuangkan hak-hak kemanusiaan orang lain. Dalam hal ini misalnya adalah tidak berpaku pada keuntungan individu. Menjadi seorang aktivis gerakan merupakan pribadi yang tidak mengambil keuntungan untuk diri sendiri (misalnya uang), namun berjuang secara ikhlas dan sukarela untuk menolong orang lain. Sikap peka terhadap kebutuhan rakyat yang diiringi dengan pikiran kritis dan realistislah yang justru dimiliki oleh para aktivis. Karakter-karakter inilah yang dipertahankan untuk memandang dan menghadapi isu yang memang benar-benar terjadi dan dibutuhkan agar tidak melenceng dari nilai-nilai yang diadvokasikan. Poin positif tersebut yang menurut penulis tidak hanya harus dimiliki oleh seorang aktivis namun perlu dimiiliki oleh semua orang. 

4. Patut Diapresiasi, Bukan Direpresi

Berjuang melawan sistem yang belum sesuai dengan yang diharapkan oleh rakyat (misalnya diskriminatif) adalah perjalanan panjang dan begitu menguras energi serta pikiran. Oleh karena itu diperlukan fisik dan mental yang kuat untuk menghadapi segala risiko yang bisa saja sewaktu-waktu datang menghampiri.  Poin ini merupakan salah satu hal vital yang dibutuhkan. Perjuangan panjang dan tidak mudah ini seharusnya mendapat dukungan serta apresiasi. Namun hal yang sebaliknya terjadi adalah tidak jarang para aktivis malah mendapat represi dan atau ancaman dari berbagai pihak kontra. Dinamika ini bukanlah suatu hal yang baru dan oleh karena itu diperlukan kehadiran publik untuk membersamai perjuangan para aktivis ini.

Berdasarkan sedikit penjelasan singkat tersebut, kemudian dari sinilah penting untuk secara kolektif saling berpikiran terbuka dan melenyapkan stigma yang selama ini disematkan pada para aktivis gerakan demi perbaikan sistem yang lebih baik lagi. Membicarakan mengenai stigma, kita memang tidak boleh memaksa orang lain agar sesuai dengan nilai-nilai yang dianut atau bahkan memaksanya untuk mengubah ideologi agar sesuai dengan yang kita yakini. Namun setidaknya apa yang telah diyakini tersebut diharapkan tidak menjadi bumerang hantu-hantu stigma terhadap orang lain. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.