Setelah Kamu Mengetahui permasalahan Palestina & Israel, Maka Siapakah Yang Akan Kamu Dukung?


Setelah Kamu Mengetahui permasalahan Palestina & Israel, Maka Siapakah Yang Akan Kamu Dukung? 1

Berbica tentang Palestina dan Israel, merupakan permasalahan yang rumit. Jika kita ingin memahami secara obyektif, maka kita harus mengosongkan pikiran-pikiran negatif kita tentang Palestina dan juga israel, kita harus melepas sisi emosional kita, kita harus melepas pandangan historis kita tentang Palestina dan Indonesia.

Ketika kita sudah dalam kekosongan barulah kita amati permasalaan kedua Negara tersebut. sehingga kita dapat memandang segala sesuatu dengan obyektif.

Awal mula daerah yerusalem merupakan tanah bangsa Israel, Musa mengatakan  tanah tersebut merupakan tanah yang dijanjikan Allah untuk Ibrahim. bangsa Israel dapat hidup bebas dan sejahtera di daerah tersebut. Setelah itu bangsa Israel membangun suatu daerah di Yerusalem dengan dipimpin oleh raja Sulaiman dengan kekusaanya yang sangat luar biasa.

Setelah Kamu Mengetahui permasalahan Palestina & Israel, Maka Siapakah Yang Akan Kamu Dukung? 3

Setelah itu datanglah orang-orang dari Romawi, untuk menaklukan bangsa Yahudi. kurang lebih perang terjadi antara 3/4 tahun. Perang tersebut dimenangkan oleh bangsa romawi. Bangsa Israel yang mengalami kekalahan pergi kedaerah lain diwilayah eropa, seperti Jerman dan sedikitnya ke Negara lain. Meskipun para bangsa Israel (Yahudi) pergi  namun mereka masih mempunyai keinginan untuk kembali dan membangun kekuasaanya dan kejayaanya lagi di daerah Yerusalem.

setelah bangsa Yahudi menyebar ke daratan eropa mereka mendapat pembantaian dari Nazi. Hal tersebut memaksa mereka untuk kembali ke tanah perjanjian karena menganggap tidak ada tempat lagi untuk mereka selain kembali pulang. Setelah mereka kembali, ternyata daerah tersebut sudah di duduki oleh bangsa Palestina.

Hal tersebut merupakan cikal bakal konflik yang sampai saat ini belum terselesaikan. Pada 1974 PBB mengeluarkan resolusi konflik dengan pembagian tanah yaitu Palestina mendapat 45% dan Israel atau yahudi mendapat 55%. Hal itu membuat situasi menjadi lebih tegang.

Orang indonesia kebanyakan membela Palestina, bahkan banyak dari mereka beranggapan bahwa hal tersebut merupakan perang yang agung karena membela agama. Namun pada kenyataanya dilihat dari sejarah pun mereka berperang akibat perebutan wilayah kekuasaan. 

Orang bangsa indonesia dan bangsa Arab terutama yang ada di wilayah palstina beranggapan israel adalah penjajah. sedangkan orang Israel menganggap bangsa palestina adalah Teroris!! dilihat dari kedua hal ini sungguh miris dan menyedihkan. Jika Israel Penjajah bagaimana dengan bangsa Romawi sampai bangsa Palestina menduduki daerah tersebut? apa mereka tidak melalui pemaksaan untuk mengusir suatu bangsa?

JIka Israel menganggap palestina teroris itu merupakan klaim sepihak dan streotip yang salah. Jika kita lihat kedua negara ini sebenarnya sama saja. kita harus memaklumipalestina bersikap seperti itu karena setiap orang atau bangsa tidak akan pernah rela dirampas tempat tinggalnya. Namun dalam hal ini, kita juga harus memaklumi bangsa Israel bagaimanapun dulunya wilayah tersebut menyimpan kenangan yang bahagia dan menyimpan harapan yang tak ternilai. seperti halnya kita Indonesia ketika kita di jajah Belanda atau Jepang, bila mana Jepang atau Belanda menang maka kita akan tersingkir. Tapi apakah kita rela pergi begitu saja? apakah kita tidak ingin mengambil tanah kita kembali? penulis rasa hal seperti ini yang dirasakan bangsa Israel.

Bangsa Indonesia selalu menyuarakan membela Palestina bahkan tokoh yang paling penulis kagumi yaitu Ir. Soekarno bahkan beliau sampai menyatakan   “Selama kemerdekaan Bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel” kata-kata itu sangat lugas. Tapi penulis berharap itu bukan pandangan historis antara indonesia dan palestina, bukan juga urusan balas budi. Melainkan pandangan suatu bangsa yang obyektif dan profesional. Jika urusan politis menjadi urusan balas budi maka itu sesuatu yang tidak profesional dan akan menjadi biang keladi masalah baru. Maka kita kita harus memberi landasan dukungan kepada basis kemanusiaan keduanya belah pihak dan hukum Internasional pendirian Negara.

Selain itu dalam akun youtube Afkarian Institute terlihat video Gusdur juga pernah menanggapi antara kasus Palestina dan Israel berikut tanggapanya. “menurutnya kedua negara tersebut sama saja dan masalah tersebut bisa dirundingkan dengan baik. Ia juga mengemukakan masalah kedua Negara tersebut. Menurutnya masalahnya terletak pada anggapan bahwa Yahudi menganggap Yerusalem adalah ibu kotanya dan menurut bangsa Palestina bukan. Cuma disitu masalahnya, kita juga tidak bisa menyalahkan israel sepihak karena menurutnya Hamas juga tukang bohong.”

Lalu dimana indonesia harus berpihak?

Menurut penulis Indonesia dan Negara-Negara lain harus berada ditengah dan menyiapkan resolusi konflik. Jika Negara-Negara memihak ke dua poros tersebut maka lama-kelamaan hanya akan membangun sentimen kubu Internasional dan bisa jadi perang tidak akan selesai bahkan bisa menyebabkan perang dunia dengan dua bilah kubu.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

pengendara bajai

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap