Setelah Kamu Mengetahui permasalahan Palestina & Israel, Maka Siapakah Yang Akan Kamu Dukung?

Setelah Kamu Mengetahui permasalahan Palestina & Israel, Maka Siapakah Yang Akan Kamu Dukung?

Berbica tentang dan , merupakan permasalahan yang rumit. Jika kita ingin memahami secara obyektif, maka kita harus mengosongkan pikiran-pikiran negatif kita tentang dan juga , kita harus melepas sisi emosional kita, kita harus melepas pandangan historis kita tentang dan Indonesia.

Ketika kita sudah dalam kekosongan barulah kita amati permasalaan kedua Negara tersebut. sehingga kita dapat memandang segala sesuatu dengan obyektif.

Awal mula daerah yerusalem merupakan tanah bangsa , Musa mengatakan  tanah tersebut merupakan tanah yang dijanjikan Allah untuk Ibrahim. bangsa dapat hidup bebas dan sejahtera di daerah tersebut. Setelah itu bangsa membangun suatu daerah di Yerusalem dengan dipimpin oleh raja Sulaiman dengan kekusaanya yang sangat luar biasa.

Setelah Kamu Mengetahui permasalahan Palestina & Israel, Maka Siapakah Yang Akan Kamu Dukung?

Setelah itu datanglah orang-orang dari Romawi, untuk menaklukan bangsa Yahudi. kurang lebih terjadi antara 3/4 tahun. tersebut dimenangkan oleh bangsa romawi. Bangsa yang mengalami kekalahan pergi kedaerah lain diwilayah eropa, seperti Jerman dan sedikitnya ke Negara lain. Meskipun para bangsa (Yahudi) pergi  namun mereka masih mempunyai keinginan untuk kembali dan membangun kekuasaanya dan kejayaanya lagi di daerah Yerusalem.

Baca juga  Tepi Barat: Israel Bubarkan Demo Protes Solidaritas Al-Aqsa Dengan Kekerasan

setelah bangsa Yahudi menyebar ke daratan eropa mereka mendapat pembantaian dari Nazi. Hal tersebut memaksa mereka untuk kembali ke tanah perjanjian karena menganggap tidak ada tempat lagi untuk mereka selain kembali pulang. Setelah mereka kembali, ternyata daerah tersebut sudah di duduki oleh bangsa .

Hal tersebut merupakan cikal bakal yang sampai saat ini belum terselesaikan. Pada 1974 PBB mengeluarkan resolusi dengan pembagian tanah yaitu mendapat 45% dan atau yahudi mendapat 55%. Hal itu membuat situasi menjadi lebih tegang.

Orang indonesia kebanyakan membela , bahkan banyak dari mereka beranggapan bahwa hal tersebut merupakan yang agung karena membela agama. Namun pada kenyataanya dilihat dari sejarah pun mereka berperang akibat perebutan wilayah kekuasaan. 

Orang bangsa indonesia dan bangsa Arab terutama yang ada di wilayah palstina beranggapan adalah penjajah. sedangkan orang menganggap bangsa adalah Teroris!! dilihat dari kedua hal ini sungguh miris dan menyedihkan. Jika Israel Penjajah bagaimana dengan bangsa Romawi sampai bangsa menduduki daerah tersebut? apa mereka tidak melalui pemaksaan untuk mengusir suatu bangsa?

Baca juga  Tepi Barat: Penjaga Pemukiman Israel Tewas Ditembak

JIka Israel menganggap teroris itu merupakan klaim sepihak dan streotip yang salah. Jika kita lihat kedua negara ini sebenarnya sama saja. kita harus memaklumipalestina bersikap seperti itu karena setiap orang atau bangsa tidak akan pernah rela dirampas tempat tinggalnya. Namun dalam hal ini, kita juga harus memaklumi bangsa Israel bagaimanapun dulunya wilayah tersebut menyimpan kenangan yang bahagia dan menyimpan harapan yang tak ternilai. seperti halnya kita Indonesia ketika kita di jajah Belanda atau Jepang, bila mana Jepang atau Belanda menang maka kita akan tersingkir. Tapi apakah kita rela pergi begitu saja? apakah kita tidak ingin mengambil tanah kita kembali? penulis rasa hal seperti ini yang dirasakan bangsa Israel.

Bangsa Indonesia selalu menyuarakan membela bahkan tokoh yang paling penulis kagumi yaitu Ir. Soekarno bahkan beliau sampai menyatakan   “Selama kemerdekaan Bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel” kata-kata itu sangat lugas. Tapi penulis berharap itu bukan pandangan historis antara indonesia dan palestina, bukan juga urusan balas budi. Melainkan pandangan suatu bangsa yang obyektif dan profesional. Jika urusan politis menjadi urusan balas budi maka itu sesuatu yang tidak profesional dan akan menjadi biang keladi masalah baru. Maka kita kita harus memberi landasan dukungan kepada basis kemanusiaan keduanya belah pihak dan hukum Internasional pendirian Negara.

Baca juga  Geografi Kesejarahan: Palestina Sebuah Tinjauan

Selain itu dalam akun youtube Afkarian Institute terlihat video Gusdur juga pernah menanggapi antara kasus Palestina dan Israel berikut tanggapanya. “menurutnya kedua negara tersebut sama saja dan masalah tersebut bisa dirundingkan dengan baik. Ia juga mengemukakan masalah kedua Negara tersebut. Menurutnya masalahnya terletak pada anggapan bahwa Yahudi menganggap Yerusalem adalah ibu kotanya dan menurut bangsa Palestina bukan. Cuma disitu masalahnya, kita juga tidak bisa menyalahkan israel sepihak karena menurutnya Hamas juga tukang bohong.”

Lalu dimana indonesia harus berpihak?

Menurut penulis Indonesia dan Negara-Negara lain harus berada ditengah dan menyiapkan resolusi . Jika Negara-Negara memihak ke dua poros tersebut maka lama-kelamaan hanya akan membangun sentimen kubu Internasional dan bisa jadi tidak akan selesai bahkan bisa menyebabkan dunia dengan dua bilah kubu.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

pengendara bajai