Sistem Pendidikan di Indonesia. Bukannya Membantu Sukses Malah Membuat Stres. Benarkah?

Sistem Pendidikan di Indonesia. Bukannya Membantu Sukses Malah Membuat Stres. Benarkah? 1

Setiap negara manapun mewajibkan seluruh warganya untuk menuntut ilmu. Berbagai sistem serta metode telah diupayakan selama bertahun-tahun demi terlaksananya pendidikan yang telah melakukan penelitian untuk menyusun teori yang nyata serta logis. Tentunya setiap negara memiiki cara tersendiri dalam mengerjakan pendidikan. Cara belajar dengan sistem yang bagus menghasilkan hasil yang bagus pula.

Sebaliknya, apabila cara belajar yang didapat kurang bagus, tidak bisa dipungkiri hal tersebut menjadikan hasil yang didapat kurang memuaskan, bahkan cenderung mempengaruhi kesehatan mental apabila terus menerus menerapkan sistem pendidikan yang kurang bagus. Tentunya, setiap negara harus lebih memperhatikan sistem pendidikan yang terbaik agar rakyatnya dapat maju.

Bicara tentang negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik, mayoritas orang langsung berpikir tentang Eropa. Ya, Eropa dikenal sebagai negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik. Sebut saja Belanda, Jerman, Perancis, bahkan Finlandia. Finlandia merupakan negara yang mendapat predikat sebagai negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Mengapa bisa begitu? Itu dikarenakan cara mendidik murid-murid disana dipenuhi kasih sayang.

Jam sekolah mereka tidaklah banyak, yakni hanya 5 jam saja. Proses pembelajaran juga santai dan tidak ada tekanan. Semua sekolah di Finlandia juga gratis, jadi tidak ada yang putus sekolah. Guru-guru disana mengajar dengan fokus tanpa harus keras kepada murid-muridnya. Itulah mengapa gaji guru di Finlandia sangatlah tinggi dibanding gaji guru di negara lain, karena Finlandia sangatlah menghormati profesi guru. Setidaknya bagi siapapun yang ingin menjadi guru di Finlandia, dia harus memiliki gelar master dan lulusan dari universitas terbaik. Tentunya semua itu tidaklah mudah. Nah, bagaimana jika kita bandingkan dengan sistem pendidikan di Indonesia?

Sistem pendidikan di Indonesia cukup terbilang miris. Dari 79 negara, Indonesia menempati peringkat ke-74 dalam kategori kemampuan membaca, sains, dan matematika. Metode pembelajaran yang diberlakukan sehingga membuat sistem pendidikan di Indonesia tidak semaju Finlandia ialah terlalu banyak tuntutan dan tekanan. Jika Finlandia sendiri jarang memberikan PR (pekerjaan rumah) untuk murid-muridnya dan tidak ada ujian kelulusan, sebaliknya Indonesia justru memberikan PR yang sangat banyak.

Tidak itu saja, berbagai jenis ujian kelulusan juga wajib dilakukan untuk seluruh murid di Indonesia. Tentunya beban seperti itu tidaklah ringan. Belum lagi jika seorang siswa sudah lulus dari SMA, ia harus mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri seperti SBMPTN dan berakhir stres hingga menangis karena harus belajar mati-matian, terlebih lagi apabila ia tidak lulus SBMPTN. Semua itu menjadikan emosi yang susah dijabarkan.

Tidak jarang, banyak pelajar yang berakhir bunuh diri karena stres dan berujung depresi. Banyak juga mahasiswa yang sama ikut bunuh diri karena stres melainkan skripsi mereka sering ditolak oleh dosen. Perkara tugas dapat memicu masalah kesehatan mental, dan sayang sekali banyak pengajar yang tidak menyadari akan hal serius tersebut. 

Banyak faktor yang menjadikan alasan mengapa sistem pendidikan Indonesia bukanlah termasuk yang terbaik, diantara adalah kurangnya menghargai kerja keras seorang guru. Gaji guru di Indonesia terbilang rendah apabila dibandingkan dengan negara lain. Rendahnya kualitas seperti pelaksanaan pembelajaran yang tidak efektif, biaya pendidikan yang mahal, serta jam belajar yang lama atau biasa dikenal dengan full day school menjadikan Indonesia kurang memiliki mutu pendidikan yang baik.

Tuntutan yang berlebih, banyaknya tugas serta ujian yang bertubi-tubi membuat pelajar kerap menangis dan stres. Jadi kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, apakah betul sistem pendidikan di Indonesia membantu kita untuk sukses? Jika iya, mengapa ingin lulus harus dipersulit? Memang banyak orang Indonesia yang sukses di bidang pendidikan namun sebagian besar juga sulit menggapai pendidikan yang mereka dambakan. 

Pemerintah di Indonesia harus lebih memperhatikan kualitas pendidikan. Memang tidaklah mudah untuk mengatur sistem dan metode pembelajaran, namun apakah kita tetap diam melihat negara kita yang kemampuannya tertinggal dan kurang maju? Akan bagus apabila kita meniru negara-negara yang memiliki sistem pendidikan yang baik, dengan begitu seluruh rakyat Indonesia dapat cerdas bersama dengan memiliki jiwa berpendidikan tinggi di dalam diri masing-masing. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Aaliyah Shakira