Six Sigma, Metode Peningkatan Mutu Produk dengan 3,4 Kerusakan dari 1 Juta Kemungkinan

Six Sigma, Metode Peningkatan Mutu Produk dengan 3,4 Kerusakan dari 1 Juta Kemungkinan

Sebagai konsumen kita pasti menginginkan produk yang kita terima sesuai dengan ekspektasi. Tetapi, terkadang produk yang kita dapatkan memiliki kerusakan atau kecacatan sepertii kemasan yang rusak, produk yang rusak, produk yang tidak awet dan sebagainya.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu menerapkan sebuah metode yang dapat memastikan bahwa proses produksi hanya akan menghasilkan produk yang sesuai standar dan mampu memenuhi ekspektasi konsumen.

Six sigma merupakan salah satu metode yang umum ditemui di berbagai perusahaan. Six sigma adalah sebuah konsep tentang continuous improvement. Continuous improvement dapat diartikan sebagai pemanfaatan teknik pemecahan masalah dan penerapan secara cepat untuk menerapkan perbaikan dan diikuti dengan studi terhadap perilaku selama proses.

Secara mendasar six sigma adalah proses pengumpulan data dan menggunakan data tersebut untuk menganalisa dan menginterpretasikan segala sesuatu yang sedang terjadi selama proses produksi sehingga dapat meningkatkan tingkat kepuasan konsumen.

Six Sigma, Metode Peningkatan Mutu Produk dengan 3,4 Kerusakan dari 1 Juta Kemungkinan

Motorola merupakan perusahan yang menjadi pionir dalam menerapkan six sigma sebagai salah satu cara untuk mengukur kualitas pada 1986. Bill Smith dan Mikel Harry menjadi pihak pertama yang mengembangkan metode 4 langkah dalam pada tahapan six sigma.

Empat langkah tersebut adalah measure, analyze, improve dan control. Pengembangan six sigma kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Six Sigma Academy pada tahun 1994 oleh Mikel Harry dan Richard Schroeder. 

Saat ini six sigma semakin berkembang sampai sekarang. Saat ini, metode yang digunakan adalah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang merupakan penyempurnaan dari metode awal yang diikenalkan pada 1986.

Penerapan six sigma akan menghasilkan maksimal 3,4 kerusakan dari 1 juta kemungkinan atau 99,99966% produk yang diproduksi bebas dari kerusakan. Pada penerapan six sigma terdapat beberapa peran yang diperlukan untuk memastikan proses berjalan dengan baik. Peran tersebut adalah executive sponsor, champion, process owner, master black belt, black belt, green belt, yellow belt, dan project team leader.

Penerapan six sigma telah terbukti meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan dari sebuah proses produksi. Meskipun demikian, penerapan six sigma mebutuhkan komitmen dari semua pihak yang terlibat dalam proses produksi. Menurut kalian, perusahaan apa saja yang sudah menerapkan six sigma?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Khalish Gefalro