Skandal Tas Bansos, Bagaimana Kondisi Saham SRIL?


Skandal Tas Bansos, Bagaimana Kondisi Saham SRIL? 1

Halo Traders, tahu dong SRIL (PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau Sritex), beberapa hari terakhir ini, nama  yang satu ini melambung di dunia maya khususnya bidang bisnis ekonomi. Pasalnya nama ini diduga terseret isu tas bansos mensos Juliari. Lantas apa yang terjadi pada saham ini dalam sepekan? Yuk kita analisa bersama-sama

Dengan Tekanan Isu Tas Bansos, Harga Saham SRIL Semakin Tertekan.  

Skandal Tas Bansos, Bagaimana Kondisi Saham SRIL? 3

Awal mula munculnya berita (tertulis) mengenai isu tas bansos, ada pada tanggal 21 Desember lalu. Hal ini dapat kita selidiki melalui mesin pencari atau search engine Google dengan kata kunci isu tas bansos.

Pada hari pertama (21 Desember) berita ini diturunkan, harga saham yang sudah turun 2 hari semakin tertekan. Harga penutupan pada 18 Desember adalah sebesar Rp. 284/lembar  tertekan hingga ke level Rp. 266/lembarnya. Dengan kata lain, besaran penurunan ada pada angka -18 poin atau sebesar -6,3%. Untuk sementara dapat kita simpulkan, sentimen negatif isu ini telah mempengaruhi harga pasar saham SRIL.

Namun bagaimana bila kita menghitungnya, mulai tanggal 16 Desember, berapa besaran jatuhnya harga saham ini? Pada tanggal 16 Desember harga penutupan ada pada level Rp.290/lembar, turun menjadi Rp. 266/lembar per tanggal 22 Desember. Besaran penurunan yang terjadi adalah sekitar -24 poin atau -8,3%. Ini penurunan yang cukup besar dalam hitungan 4 hari. Sebagai sebuah ilustrasi saja, bila Anda memiliki 1000 lot saham SRIL, maka dalam jangka waktu 4 hari kemudian nilai uang Anda akan turun sekitar Rp. 2,4jt. Bila Anda beli saham ini di posisi lebih rendah dari harga jatuhnya maka laba Anda berkurang Rp. 2,4jt, lumayanlah masih ada untung sedikit atau impas antara harga beli dengan harga jual. Namun akan menjadi masalah bila Anda membeli saham tersebut di atas harga Rp. 290/lembar, maka modal awal Anda akan tergerus dengan nilai minimal Rp. 2,4jt. “Oh no ….. maunya sih untung, kok malah jadi buntung ya?

Penurunan harga ini dikonfirmasi juga oleh indikator MACD. Indikator ini hendak menyatakan bahwa dalam jangka pendek, Saham SRIL menunjukkan gejala penurunan. Hal ini dapat dilihat  (gambar 1 huruf A) pada garis MACD – garis biru – yang memotong dan turun ke bawah (sedikit) garis Signal MACD – garis merah. Hingga artikel ini di tulis, garis MACD ini masih tetap bergerak di bawah garis Signal MACD, artinya pasar masih bertahan pada tren harga turun.

Saham SRIL Tetap Mencuri Hati Pasar

Skandal Tas Bansos, Bagaimana Kondisi Saham SRIL? 4

Namun dengan jatuhnya harga seperti yang kita kaji di atas, apakah lantas saham SRIL ditinggalkan oleh investor maupun trader? Kenyataan berbicara berbeda. Mari kita lihat kembali gambar 2 di atas.

Hari di saat kejadian jatuhnya harga, volume saham yang ditransaksikan (Huruf A1 – Batang Histogram Merah) terlihat lebih pendek dari hari sebelumnya (Batang Histogram Hijau sebelah kiri). Bahkan, bila dibandingkan dengan hari terakhir perdagangan bursa saham menjelang libur Natal, volume transaksi ke 4 hari tersebut masih tetap terlihat lebih pendek.

Tanggal

Jumlah Volume

17 Desember

0,16 B

18 Desember

70,9 M

21 Desember

0,11 B

22 Desember

0,11 B

Selama 4 hari perdagangan bursa, justru volume saham ini diperdagangkan menurun (lihat Garis A2).

Sekarang mari pindahkan perhatian kita pada indikator MACD (Huruf B), memang benar sementara waktu garis MACD sampai saat ini berada tipis di bawah garis Signal(nya), namun perlu diingat, kedua garis tersebut masih eksis di wilayah Bullish.

Lantas apa arti semuanya ini ? Jawabannya, Pasar menolak jatuhnya harga saham, sehingga volume yang ditransaksikan jumlahnya sedikit, pasar mempertahankan saham yang mereka miliki. Kepercayaan & minat pasar masih besar, terbukti pada hari terkhir perdagangan, harga di tutup naik pada level Rp. 278/lembar atau naik 12 poin (sekitar +4,5%).

SRIL “Terlepas” Dari Isu Tas Bansos

Skandal Tas Bansos, Bagaimana Kondisi Saham SRIL? 5

Gambar 3 di atas ini merupakan grafik indikator bulanan SRIL. Pada grafik ini terlihat garis MA 5 (Garis Merah) bergerak di atas dan beriringan dengan garis MA 10 (Garis Biru) menuju ke garis MA 20 (Garis Hijau). Artinya SRIL terkonfirmasi dalam keadaan tren bullish. Dan “sepertinya” dapat diprediksi tren ini akan terus berlanjut hingga Januari tahun depan. Hal ini berarti SRIL layak dibeli dan dikoleksi hingga beberapa masa ke depannya.

Sampai di sini pembahasan analisa kali ini, penulis mengingatkan kembali, bahwa tulisan di atas ini hanyalah sebuah penelaahan yang didasarkan pada informasi tersaji pada grafik saja, sedangkan pada realitasnya saham sangat dipengaruhi banyak faktor. Kalaupun ada saran yang diberikan oleh penulis, itu hanya bersifat pendapat pribadi. Jadi keputusan yang tepat tetap ada di tangan Anda.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Paulus Hary

   

Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap