Soal Rusia, Nitizen Indonesia dan Dunia Protes Keras FIFA


Soal Rusia, Nitizen Indonesia dan Dunia Protes Keras FIFA

Invansi Rusia atas Ukraina belum berakhir. Dunia pun bereaksi keras. Banyak warga dunia dan organisasi dunia mengecam aksi Rusia terhadap Ukraina.

Salah satunya federasi sepakbola dunia, atau FIFA. Akibat menginvansi Ukraina, FIFA telah menghukum Rusia. Publik nitizen bola Indonesia dan dunia justru memprotes keras FIFA.

Seperti diketahui, FIFA telah menghukum Rusia di dunia sepakbola. Dilansir twitter fifamedia, 1/3/2022, FIFA bersama UEFA mensuspend Rusia baik secara negara maupun klub.

“FIFA/UEFA mensuspend klub dan tim nasional Rusia dari semua kompetisi,” ujar akun tersebut.

Ini berarti pula Rusia dilarang tampil sama sekali di ajang internasional, termasuk Piala Dunia 2022.

Sepakbola Bukan Politik

Klub CSKA Moscow Rusia sumber foto worldfootball.net

Tak disangka, keputusan FIFA untuk menghukum Rusia justru mendapat reaksi keras dari warganet dunia. Mereka banyak yang protes tak setuju dengan kebijakan tersebut.

Nitizen dunia mengatakan, adalah hal yang tak masuk akal, jika FIFA yang selalu mengkampanyekan agar sepakbola dipisahkan dari politik, justru kini sebaliknya.

“Tapi sepakbola adalah sepakbola dan politik adalah politik,” ujar akun @xiaojuju8.

“Ironi di FIFA sungguh mencengangkan. Politik dan sepakbola harus dipisahkan.  Kenya dilarang ketika pemerintah Kenya ikut serta dalam FKF.

Mengapa melarang tim sepakbola Rusia karena tindakan politik yang diambil oleh pemerintah Rusia?” seru akun @AmosKiprop15.

“Aneh. Adalah munafik bagi sebuah organisasi untuk melarang demonstrasi politik dalam sepakbola dan, jika perlu, membuat keputusan sepakbola berdasarkan politik.

Tim dan klub nasional Rusia tidak ada hubungannya dengan keputusan politik Negara Rusia,” kata akun @GuerrilheiroRN.

Bandingkan dengan Israel

Solidaritas pada Palestina berujung denda dan kecaman.

Banyak pula nitizen yang menganggap perlakuan FIFA pada Rusia tak adil. Masalahnya, negara seperti Israel yang terus menjajah Palestina hingga kini tak pernah dihukum FIFA.

“Luar biasa melihat FIFA dan UEFA bersatu untuk perdamaian dunia. Atau haruskah kita katakan, perdamaian Eropa. Israel juga menjajah Palestina, Anda harus paham ini juga,” ujar sebuah akun.

Nitizen juga membandingkan aski solidaritas pada Palestina berbuah kecaman, seperti yang pernah dilakukan suporter Celtic, didenda dan dikutuk oleh UEFA dan media.

Namun saat penggemar Bodo Glimt menunjukkan solidaritas ke Ukraina pada Kamis malam lalu, tidak ada denda atau kecaman yang datang.

“Mengapa politik tertentu tidak diterima dalam olahraga, tetapi yang lain diterima?” ujar akun @MichaelKelly137 dari Irlandia.

Bagaimana dengan Nitizen Indonesia?

Markas FIFA. Sumber foto sobara.wordpress.com

Publik Indonesia juga keras menentang suspend FIFA atas Rusia. FIFA dinilai tak konsisten dan berubah-rubah menerapkan standar.

“Apakah FIFA menjilat ludahnya sendiri? Bukannya slogan FIFA itu “NO POLITICS IN FOOTBALL” ya? Atau FIFA sudah menjadi organisasi politik? Sangat tidak adil dong, kalau Rusia diberi sanksi sementara Israel adem ayem dari sanksi FIFA,” tulis akun @DhoniPP.

“Gak jelas emang makin lama FIFA. Standarnya suka berubah sendiri. Dukungan ke Palestina dibilang jangan bawa politik ke sepakbola.

Eh, sekarang mereka sendiri yang bawa politik. Kasian klub Rusia, kagak tahu apa-apa. Apalagi di klub kan gak cuma orang Rusia yang main,” tegas @fajarMSyarif.